HEBOH! Meta Matikan Horizon Worlds di VR: Tamatkah Mimpi Metaverse Zuckerberg atau Sekadar Pivot Strategis?

20 Maret 2026, 13:10 WIB

Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi, Meta Platforms. Mereka secara resmi mengumumkan akan menghentikan dukungan untuk aplikasi andalan metaverse mereka, Horizon Worlds, khusus bagi pengguna headset VR Quest.

Penghentian ini akan berlaku setelah tanggal 15 Juni 2026. Keputusan ini sontak memicu perdebatan sengit: apakah ini pertanda berakhirnya mimpi besar Mark Zuckerberg terhadap metaverse, atau justru sebuah langkah strategis yang lebih cerdas?

Horizon Worlds: Ambisi Sosial Virtual yang Terhenti

Horizon Worlds adalah aplikasi realitas virtual sosial yang diluncurkan Meta dengan janji besar. Aplikasi ini dirancang sebagai platform di mana pengguna dapat berkumpul, bermain game, dan membuat pengalaman virtual mereka sendiri dalam lingkungan 3D yang imersif.

Meta melihatnya sebagai cikal bakal dari apa yang mereka sebut sebagai masa depan internet: metaverse. Sebuah ruang digital tanpa batas di mana interaksi sosial, pekerjaan, dan hiburan menyatu.

Mengapa Meta Mengambil Langkah Ini?

Keputusan untuk mematikan Horizon Worlds di Quest setelah jutaan dolar investasi tentu bukan tanpa alasan kuat. Banyak pengamat sepakat bahwa ada beberapa faktor utama yang melatarinya.

Tantangan Adopsi Pengguna dan Keterlibatan

Salah satu kritik terbesar terhadap Horizon Worlds adalah rendahnya adopsi dan keterlibatan pengguna. Meskipun Meta berinvestasi besar dalam pemasaran dan pengembangan, jumlah pengguna aktif harian tetap jauh di bawah ekspektasi.

Banyak laporan menyebutkan pengalaman pengguna yang sering terasa kosong, tanpa banyak interaksi atau konten menarik yang memadai untuk membuat orang kembali berulang kali.

Biaya Pengembangan dan Operasional yang Fantastis

Divisi Meta yang bertanggung jawab atas metaverse, Reality Labs, telah mengalami kerugian miliaran dolar setiap kuartal. Mengembangkan dan memelihara platform sebesar Horizon Worlds membutuhkan sumber daya yang masif.

Dengan ROI (Return on Investment) yang belum terlihat, Meta kemungkinan besar mengevaluasi kembali alokasi dananya untuk proyek-proyek yang lebih strategis.

Isu Kualitas, Pengalaman Pengguna, dan Konten

Sejak diluncurkan, Horizon Worlds dihujani kritik mengenai kualitas grafis, kinerja yang sering mengalami lag, dan antarmuka pengguna yang kurang intuitif. Selain itu, masalah moderasi konten dan keamanan juga sering menjadi sorotan.

Menciptakan ekosistem konten yang kaya dan beragam di lingkungan VR terbukti lebih sulit dari yang diperkirakan, membuat banyak pengguna merasa cepat bosan.

Pergeseran Strategi dan Persaingan Ketat

Dunia teknologi bergerak cepat. Dengan kebangkitan AI generatif dan fokus yang berkembang pada augmented reality (AR) yang lebih praktis, Meta mungkin mengalihkan sumber dayanya ke area yang dianggap memiliki potensi jangka panjang lebih besar.

Selain itu, persaingan di ranah virtual dari platform seperti Roblox, Fortnite, atau bahkan platform VR/AR lain yang lebih niche juga menjadi faktor.

Mimpi Metaverse Meta: Berakhir atau Berevolusi?

Apakah ini berarti Mark Zuckerberg menyerah pada visi metavesenya? Banyak analis berpendapat bahwa ini justru merupakan bagian dari evolusi, bukan keputusasaan.

Meta telah menginvestasikan puluhan miliar dolar untuk membangun pondasi ekosistem VR/AR. Menghentikan Horizon Worlds untuk Quest bisa jadi merupakan langkah untuk memangkas kerugian dan memfokuskan kembali strategi.

Fokus Baru: Hardware, AI, dan Ekosistem Terbuka

Alih-alih membangun satu aplikasi sosial VR yang masif, Meta mungkin akan bergeser untuk lebih fokus pada pengembangan perangkat keras (hardware) yang superior, seperti seri Quest mereka yang semakin canggih.

Integrasi AI juga menjadi prioritas utama, memungkinkan pengalaman virtual yang lebih dinamis dan personal. Selain itu, ada potensi Meta akan bergerak menuju ekosistem yang lebih terbuka, memungkinkan pengembang pihak ketiga untuk menciptakan aplikasi metaverse mereka sendiri di atas fondasi Meta.

Pendekatan ini akan mirip dengan cara Android mendominasi pasar smartphone, di mana Google menyediakan OS dan hardware, sementara aplikasi dibuat oleh berbagai pihak.

Pembelajaran dari Kegagalan dan Masa Depan Metaverse

Kegagalan Horizon Worlds (dalam bentuknya yang sekarang) memberikan pelajaran berharga bagi Meta. Membangun metaverse bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang menciptakan nilai nyata bagi pengguna, mengatasi masalah adopsi, dan menyeimbangkan biaya dengan pendapatan.

Metaverse, sebagai konsep, kemungkinan besar tidak akan mati. Ia akan terus berkembang, mungkin dalam bentuk yang lebih terfragmentasi, lebih berorientasi pada utilitas, dan lebih terintegrasi secara mulus dengan dunia fisik melalui AR.

Bagi Meta, ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali ke papan gambar, memanfaatkan pembelajaran dari Horizon Worlds, dan menyusun strategi metaverse yang lebih matang, berkelanjutan, dan relevan untuk masa depan. Penghentian ini lebih merupakan akhir dari sebuah babak, bukan akhir dari buku.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari www.identif.id/ langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang