MPL ID S17 Week 2: ONIC Gila, Raja dan Macan Terkapar! Ada Apa Sebenarnya?

scraped 1775446223 1

Pekan kedua MPL ID S17 Regular Season telah usai, menyisakan beragam cerita dan kejutan yang membuat jagat esports Mobile Legends Tanah Air bergejolak. Para penggemar disuguhi pertandingan-pertandingan sengit yang menegaskan dinamika kekuatan di liga tertinggi ini.

Dari hasil serangkaian laga krusial, satu nama terus menggaung dengan dominasi tak terbantahkan, sementara dua raksasa justru harus menelan pil pahit kekalahan beruntun. Sebuah pernyataan langsung dari hasil pertandingan menyebutkan, “Onic masih mendominasi, sementara RRQ Hoshi dan Evos kalah lagi.” Ini menjadi sorotan utama yang patut dianalisis lebih dalam.

Onic Esports: Singgasana Kekuasaan yang Tak Tergoyahkan

Onic Esports kembali menunjukkan taringnya sebagai tim yang patut diwaspadai di MPL ID S17. Dengan performa yang konsisten dan strategi yang matang, mereka berhasil menyapu bersih setiap pertandingan yang dijalani pada pekan kedua ini. Keunggulan mereka bukan hanya sekadar kemenangan, melainkan juga dominasi mutlak dalam gameplay.

Para punggawa Landak Kuning, seperti Kairi, Sanz, dan Butsss, tampil sangat padu. Rotasi cepat, eksekusi objektif yang presisi, dan inisiasi teamfight yang mematikan menjadi ciri khas mereka. Hal ini membuat lawan-lawan mereka kesulitan mengembangkan permainan, bahkan sejak fase early game.

Kemenangan Gemilang Onic

  • Melibas lawan dengan skor meyakinkan 2-0 di setiap pertandingan.
  • Menunjukkan adaptasi meta yang sangat baik dan draft hero yang inovatif.
  • Meninggalkan tim lain di papan atas klasemen dengan rekor tak terkalahkan.

RRQ Hoshi: Raja yang Kehilangan Mahkota?

Situasi berbeda justru dialami oleh “Sang Raja”, RRQ Hoshi. Tim yang memiliki basis penggemar militan ini harus menghadapi kenyataan pahit dengan menelan kekalahan beruntun di pekan kedua. Hasil ini tentu saja memicu kekhawatiran di kalangan Kingdom (julukan fans RRQ) dan menimbulkan banyak pertanyaan.

Dua kekalahan tersebut bukan hanya sekadar angka, melainkan cerminan dari kesulitan tim dalam menemukan performa terbaiknya. Koordinasi tim yang belum padu, serta beberapa kesalahan fatal dalam teamfight, terlihat jelas menjadi PR besar bagi skuad yang dipimpin Alberttt cs.

Pertanyaan di Balik Kemunduran RRQ

  • Apakah ada masalah internal yang mempengaruhi performa?
  • Bagaimana adaptasi mereka terhadap meta yang berkembang?
  • Bisakah mereka bangkit dari keterpurukan ini di pekan-pekan selanjutnya?

EVOS Legends: Macan Putih yang Terluka

Nasib serupa juga menimpa EVOS Legends. Tim berjuluk Macan Putih ini, yang juga memiliki sejarah rivalitas sengit dengan RRQ Hoshi, gagal meraih poin penuh di pekan kedua. Kekalahan yang diderita menjadi indikasi bahwa mereka masih mencari bentuk permainan terbaiknya di musim ini.

Meski memiliki roster yang berisi pemain-pemain bintang seperti Vaanstrong dan Cr1t, EVOS tampak kesulitan dalam membangun momentum. Beberapa keputusan rotasi dan objektif yang kurang tepat kerap kali dimanfaatkan oleh lawan untuk membalikkan keadaan atau menjaga keunggulan.

Tantangan yang Dihadapi EVOS

  • Mencari komposisi tim dan strategi yang paling efektif.
  • Meningkatkan komunikasi dan sinergi antar pemain.
  • Meminimalkan kesalahan-kesalahan krusial di momen genting.

Dinamika Papan Atas dan Kejutan Lainnya

Selain dominasi Onic dan kesulitan RRQ-EVOS, pekan kedua juga menyajikan persaingan ketat dari tim-tim lain. Beberapa tim menunjukkan peningkatan performa yang signifikan, menciptakan peta persaingan yang semakin menarik dan sulit diprediksi.

Tim-tim seperti Alter Ego dan Geek Fam juga tampil cukup konsisten, membayangi Onic di papan atas klasemen. Mereka berhasil meraih kemenangan penting yang memperkuat posisi mereka dan menambah tekanan bagi tim-tim besar yang sedang goyah.

Papan Klasemen Sementara (Gambaran Umum)

  • Onic Esports kokoh di puncak dengan rekor sempurna.
  • Alter Ego dan Geek Fam bersaing ketat di posisi kedua dan ketiga.
  • RRQ Hoshi dan EVOS Legends harus berjuang untuk kembali ke jalur kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen.

Opini Editor: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Fenomena Onic yang melesat dan RRQ-EVOS yang terseok-seok di awal musim bukanlah hal baru di dunia esports. Setiap musim MPL selalu menghadirkan cerita yang berbeda. Menurut hemat saya, ada beberapa faktor kunci yang mungkin mempengaruhi kondisi saat ini.

Pertama, adaptasi meta. Onic terlihat sangat cepat beradaptasi dengan hero-hero power pick dan strategi terbaru. Sementara RRQ dan EVOS mungkin masih dalam proses menemukan formula terbaik mereka. Kedua, psikologis tim. Tekanan sebagai tim “raksasa” kadang menjadi beban, apalagi jika ekspektasi publik begitu tinggi. Kekalahan beruntun bisa mengikis kepercayaan diri.

Ketiga, kekuatan lawan. Tim-tim lain juga terus berbenah dan menunjukkan performa yang jauh lebih baik. Tidak ada lagi tim “enteng” di MPL. Setiap pertandingan adalah final, dan persiapan matang adalah kunci utama.

Menatap Pekan Selanjutnya: Akankah Raja dan Macan Bangkit?

Pekan-pekan selanjutnya akan menjadi ajang pembuktian bagi RRQ Hoshi dan EVOS Legends. Pertanyaan besar yang kini bergema adalah: akankah mereka mampu bangkit dari keterpurukan dan menemukan kembali performa terbaiknya? Atau, justru tim-tim lain akan terus mendominasi dan menggeser hegemoni dua tim besar tersebut?

Para penggemar tentu sangat menantikan pertandingan-pertandingan menarik di pekan ketiga, berharap melihat pertarungan sengit dan kejutan yang lebih mendebarkan. Musim ini diprediksi akan menjadi salah satu musim MPL ID yang paling kompetitif dan tak terduga.

Dapatkan Berita Terupdate dari Identif di: