Benarkah RPP 1 Lembar IPS SMP Memangkas Beban Administrasi Guru

9 Juni 2026, 10:15 WIB

Format RPP 1 lembar IPS SMP awalnya dinilai sebagai jawaban atas keluhan panjang para pendidik mengenai tumpukan berkas administrasi yang menyita waktu mengajar. Saya melihat kebijakan ini membawa perubahan drastis pada efisiensi kerja guru di kelas, terutama untuk mata pelajaran humaniora yang padat materi. Namun, setelah melihat penerapannya di lapangan, penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran yang super ringkas ini menyisakan sejumlah catatan kritis yang perlu dievaluasi.

Pemerintah melakukan perevisian besar-besaran sistem pembelajaran dengan penyederhanaan susunan RPP menjadi 1 lembar/1 halaman sejak beberapa tahun lalu.

Langkah radikal ini diambil melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 14 Tahun 2019 yang memangkas komponen secara masif. Penyederhanaan RPP 1 Lembar diberlakukan dan digunakan tenaga pendidik semenjak dikeluarkannya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 14 Tahun 2019 tersebut.

Sebelum aturan ini lahir, dokumen persiapan mengajar terkenal sangat gemuk dan melelahkan untuk disusun secara mandiri. Sebagai gambaran konkret mengenai pemangkasan birokrasi ini, mari bedah perbandingan struktur dokumen antara format lama dan format baru.

Perbandingan Jumlah Komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
Parameter Pembatas Format Lama Berdasarkan Regulasi Format Baru Surat Edaran
Jumlah Komponen Inti 13 3
Kewajiban Penyerahan per Tahun 2 2
Target Batasan Halaman 1

Melihat data di atas, RPP lama terdiri dari 13 komponen yang wajib diisi secara detail oleh guru sebelum masuk kelas.

Kini, komponen utama diperas menjadi tiga bagian inti saja, yaitu tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, dan penilaian pembelajaran.

Meskipun formatnya menyusut drastis, guru diwajibkan menyerahkan 2 RPP per tahun pelajaran, yaitu semester 1 dan 2.

Penyederhanaan format dokumen mengajar ini di satu sisi membebaskan waktu guru, namun di sisi lain berisiko mengurangi detail panduan instruksional di ruang kelas yang heterogen.

Bedah Kasus Implementasi Materi Sejarah Kelas VIII

Untuk melihat efektivitas format ringkas ini, saya menganalisis implementasi riil pada satuan pendidikan tingkat menengah. Pelajaran IPS Kelas VIII di SMP Negeri 1 Sakra Timur menggunakan RPP 1 lembar/halaman untuk materi "Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan" pada pertemuan kedua Bab 4. Dokumen satu halaman tersebut dipaksa menampung skenario pembelajaran yang cukup kompleks untuk materi sejarah colonial.

Alokasi waktu untuk materi tersebut adalah 4 x 40 menit (Pertemuan ke-15 s.d 16).

Tantangan terbesar yang saya temukan adalah bagaimana cara memadatkan aktivitas keterampilan siswa yang memakan banyak waktu ke dalam teks yang sangat terbatas. Sebagai contoh, kegiatan membuat poster rute kedatangan bangsa-bangsa Barat ke Indonesia memiliki rincian waktu yang sangat ketat:

  • Menyiapkan alat dan bahan: 10 menit Pertemuan ke 1.
  • Melakukan kajian pustaka: 30 menit Pertemuan ke 1.
  • Membuat poster rute: 15 menit Pertemuan ke 2.
  • Memberikan tanda pada poster: 15 menit Pertemuan ke 2.
  • Mempresentasikan peta persebaran: 30 menit Pertemuan ke 2.
Membuat RPP Simpel Satu Lembar Mata Pelajaran IPS SMP Kurikulum 2013 | Muhammad Danial

Ketika seluruh rincian teknis di atas dimasukkan ke dalam format satu halaman, teks menjadi sangat padat dan kehilangan ruang untuk panduan berdiferensiasi.

Ini memperlihatkan bahwa materi Materi IPS kelas 8 kedatangan bangsa barat membutuhkan manajemen visual yang matang pada selembar kertas kertas tersebut.

Sisi Minus Format Satu Halaman yang Sering Diabaikan

Di balik kemudahan administrasi yang ditawarkan, format satu halaman ini memiliki kelemahan instrumen yang cukup mengganggu performa mengajar.

Masalah utama muncul ketika guru harus merumuskan langkah pembelajaran berbasis proyek yang membutuhkan instruksi spesifik. Format yang sempit membuat guru sering kali menghilangkan detail skenario mitigasi jika siswa mengalami kesulitan di tengah diskusi kelompok.

Selain itu, bagian penilaian pembelajaran sering kali hanya ditulis secara garis besar tanpa menyertakan rubrik penilaian yang objektif. Akibatnya, guru harus membuat dokumen lampiran terpisah yang justru membuat esensi "satu lembar" itu menjadi tidak sepenuhnya terwujud.

Bagi guru pemula, dokumen yang terlalu ringkas ini kurang memberikan rasa aman karena tidak menyediakan dialog panduan mengajar yang runtut.

Langkah Tepat Menyusun RPP Ringkas yang Tetap Berbobot

Bagi Anda yang sedang mencari tahu "bagaimana cara membuat RPP 1 lembar" yang tetap memenuhi standar akademis, kuncinya ada pada pemilihan diksi.

Gunakan kata kerja operasional yang langsung merujuk pada aktivitas siswa, bukan aktivitas guru di depan kelas. Gunakan metode poin-poin (bullet points) untuk menuliskan tahapan kegiatan inti agar dokumen mudah dipindai dalam hitungan detik saat mengajar. Pastikan tujuan pembelajaran berfokus pada satu atau dua kompetensi utama saja agar evaluasi di akhir sesi menjadi lebih realistis.

Integrasikan pemanfaatan gawai atau buku paket yang tersedia secara efisien agar langkah-langkah pembelajaran tidak memerlukan penjelasan teks yang panjang lebar.

Format satu halaman ini menuntut guru bertindak sebagai editor yang ketat terhadap dokumen rencananya sendiri. Penyederhanaan administrasi ini pada akhirnya berhasil memotong waktu kerja di depan laptop, tetapi kualitas pembelajaran tetap bergantung penuh pada kreativitas guru saat mengeksekusi rencana ringkas tersebut di ruang kelas.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang