Buku Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia kelas 11 Kurikulum Merdeka halaman 131 memuat tugas Kegiatan 1. Kunci jawaban ini membahas analisis pertunjukan drama berjudul Sekadar Imajinasi yang dipentaskan oleh Teater Koma, seperti dikutip dari Adjar.
Sebelum memasuki pembahasan soal, pemahaman mengenai definisi drama menjadi hal dasar yang penting. Secara etimologi, kata drama berasal dari bahasa Yunani "dran" yang memiliki arti berbuat, sehingga mengutamakan perbuatan dan gerak.
Mengenai definisi tersebut, terdapat pandangan ahli yang memperkuat pengertian drama secara seni pertunjukan.
"drama adalah kesenian melukis sifat dan sikap manusia dengan gerak"
Secara umum, drama dapat diartikan sebagai sebuah cerita yang menyampaikan tema tertentu melalui pengungkapan dialog dan gerakan tokoh. Berikut adalah rincian kunci jawaban untuk analisis pementasan drama Sekadar Imajinasi.
Pementasan drama ini memiliki dua latar tempat yang berbeda. Latar pertama berada di ruang pengadilan yang dibuktikan dengan keberadaan hakim, terdakwa, serta suasana persidangan.
Latar tempat kedua berpindah ke rumah terdakwa. Bukti dari latar ini adalah visualisasi ruang tamu serta adegan saat istri terdakwa menerima kedatangan teman suaminya.
Berdasarkan latar tempat tersebut, pertunjukan drama Sekadar Imajinasi terbagi menjadi dua babak. Babak pertama berlangsung di dalam ruang sidang, sedangkan babak kedua mengambil latar di rumah terdakwa.
Struktur Pementasan Drama
Struktur pementasan drama Sekadar Imajinasi dapat diidentifikasi melalui tiga tahapan utama, yaitu prolog, dialog, dan epilog.
Bagian prolog atau pembuka ditandai saat terdengar suara "sekadar imajinasi" yang mengiringi terdakwa masuk ke dalam ruangan.
Tahap dialog berupa perkembangan konflik muncul ketika terjadi interaksi antara hakim dan terdakwa. Dalam dialog tersebut, terdakwa mendapat tuduhan telah menyebabkan kematian dua orang saksi.
Tahap epilog sebagai penutup pementasan ditandai dengan kembalinya suara "sekadar imajinasi". Adegan memperlihatkan terdakwa bersama istrinya sedang duduk di ruang tamu.
Penokohan dan Perwatakan Karakter
Tokoh utama dalam pentas drama ini adalah terdakwa karena seluruh jalinan cerita berpusat pada dirinya. Sementara itu, peran pendukung diisi oleh hakim, saksi, istri terdakwa, dan sahabat terdakwa yang berfungsi menggerakkan konflik.
Perwatakan tokoh terbagi menjadi karakter baik, jahat, dan campuran. Tokoh yang memiliki watak baik adalah terdakwa dan istrinya. Terdakwa digambarkan mengalami depresi karena memiliki sifat lembut dan tidak bisa mengingkari kesalahan korupsi yang diperbuatnya.
Karakter jahat ditunjukkan oleh sahabat terdakwa yang menganggap enteng peristiwa kematian.
"anggap saja kematian orang itu sekadar imajinasi dan tidak terjadi sungguh-sungguh."
Sementara itu, perwatakan campuran atau tidak jelas antara baik dan jahat terdapat pada tokoh saksi serta hakim ketua.






