Hp Xiaomi Poco M3 Masih Layak Dipakai di Tahun 2026 Ini

17 Juni 2026, 07:31 WIB

Hp Xiaomi Poco M3 ternyata masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pemburu gawai murah hingga pertengahan tahun 2026 ini. Sebagai pengamat yang mengikuti perkembangannya sejak awal peluncuran umum pada awal 2021, saya melihat ponsel ini memiliki riwayat perjalanan yang sangat dinamis di pasar Indonesia.

Awalnya, perangkat ini datang membawa standar baru untuk kelas entry-level berkat kombinasi spesifikasi yang di atas kertas tampak sangat menggiurkan. Namun, waktu telah berlalu cukup lama sejak tanggal pengumuman resminya pada 24 November 2020 lalu.

Melihat kondisinya saat ini, saya merasa perlu melakukan kilas balik dan penilaian kritis yang jujur mengenai performanya. Apakah ponsel lawas ini masih bisa diandalkan untuk kebutuhan harian, atau justru sudah waktunya benar-benar masuk kotak komoditas antik?

Saat pertama kali dirilis ke publik pada tanggal 27 November 2020, salah satu daya tarik paling kuat dari gawai ini adalah sektor visualnya. Menurut saya, bagian ini adalah aspek yang paling sukses mempertahankan relevansinya secara visual hingga masa sekarang.

Layar Xiaomi Poco M3 menggunakan panel FHD+ Dot Drop dengan ukuran layar 6.53 inci yang terasa pas di genggaman tangan. Ketajaman layarnya didukung oleh resolusi layar mencapai 1080 x 2340 piksel dengan rasio 19.5:9 yang menghasilkan kerapatan hingga kisaran 395 ppi density.

Kualitas Panel dan Kenyamanan Visual Harian

Ketajaman layar dengan resolusi tinggi seperti ini memberikan keuntungan besar saat dipakai membaca teks panjang atau menonton video streaming. Dibandingkan ponsel murah masa kini yang terkadang masih memangkas resolusi ke HD+, ketajaman panel Poco M3 ini patut diacungi jempol.

Namun, aspek kecerahan layar gawai ini berada di angka 400 nits (typ) dengan rasio kontras layar nominal 1567:1. Tingkat kecerahan standar ini menurut saya agak kedodoran jika Anda sering menggunakannya di bawah terik matahari langsung.

Efisiensi Desain Depan dan Rasio Bodi

Tampilan depannya mengadopsi poni kecil yang membuat rasio layar-ke-bodi mencapai sekitar 83.4%. Bingkainya memang tidak bisa dikatakan sangat tipis untuk standar estetika sekarang, namun area visual seluas 104.7 cm2 sudah lebih dari cukup.

Saya menilai sektor layar ini adalah alasan utama mengapa orang-orang masih mempertahankan perangkat ini untuk kebutuhan hiburan ringan. Menonton konten multimedia masih terasa nyaman tanpa membuat mata cepat lelah akibat piksel yang pecah.

Sisi Kritis Dimensi Fisik dan Kenyamanan Genggaman

Beralih ke sektor desain dan ergonomi, perangkat ini membawa karakteristik fisik yang sangat kentara saat pertama kali Anda pegang. Dimensi totalnya berada di angka 162.3 x 77.3 x 9.6 mm (atau setara dengan 6.39 x 3.04 x 0.38 inci).

Ketebalan yang hampir menyentuh 10 mm ini membuat profil bodinya terasa cukup bongsor dan tebal di dalam kantong celana. Ditambah lagi, berat ponsel ini mencapai 198 g (6.98 oz) yang akan langsung terasa solid sekaligus agak melelahkan jika digenggam terlalu lama.

Bobot dan ketebalan Xiaomi Poco M3 yang di atas rata-rata merupakan kompromi mutlak demi menampung kapasitas komponen internalnya yang besar. Bagi saya, ini adalah konsekuensi desain yang harus diterima pengguna sejak awal.

Material plastik pada bodi belakangnya untungnya diberi tekstur unik yang meminimalisir licin dan noda bekas sidik jari. Penampilan estetikanya ditunjang oleh modul kamera hitam besar yang membentang di bagian atas, sebuah identitas desain yang sangat berani pada masanya.

Review Poco M3, Masih Layak?Bisa Apa? | ARIF RETRO TECH

Kemampuan Kamera Belakang 48 MP dalam Realita

Sektor fotografi sering kali menjadi titik lemah dari ponsel pintar yang sudah berumur lebih dari lima tahun di pasar. Xiaomi Poco M3 dilengkapi dengan sistem tiga kamera belakang yang dipimpin oleh sensor utama berkekuatan 48 MP.

Secara teknis, spesifikasi kamera belakang utamanya memiliki bukaan f/1.8 (wide), ukuran sensor 1/2.0", ukuran piksel 0.8µm, serta fitur PDAF. Di samping kamera utama, terdapat dua lensa pendukung yaitu 2 MP (f/2.4, macro) dan 2 MP (f/2.4, depth).

Kinerja Lensa Utama dalam Kondisi Cahaya Ideal

Ketika mengambil foto dalam kondisi pencahayaan yang melimpah pada siang hari, sensor 48 MP ini masih mampu menghasilkan detail gambar yang tajam. Reproduksi warnanya cenderung natural tanpa saturasi yang berlebihan, sehingga cukup layak untuk dokumentasi kasual.

Akan tetapi, situasi langsung berubah drastis ketika Anda mencoba mengambil gambar di dalam ruangan yang temaram atau pada malam hari. Absennya fitur stabilisasi mumpuni dan keterbatasan pengolahan gambar membuat hasil foto rentan dipenuhi oleh noise digital.

Fungsi Sensor Makro dan Sensor Kedalaman

Kehadiran dua lensa sekunder beresolusi 2 MP tersebut, menurut pandangan kritis saya, lebih berfungsi sebagai pelengkap estetika angka di brosur penjualan. Lensa makro dan depth sensor dengan resolusi sekecil itu jarang memberikan kontribusi yang signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Untuk keperluan swafoto atau panggilan video, spesifikasi kamera depan gawai ini mengandalkan lensa tunggal beresolusi 8 MP. Lensa wide ini memiliki bukaan f/2.1 dengan ukuran sensor 1/4.0" serta ukuran piksel 1.12µm yang menghasilkan kualitas gambar standar yang cukup jernih.

Dilema Performa dan Catatan Masalah yang Menghantui

Aspek performa dan keandalan sistem adalah hal yang paling krusial untuk dibahas ketika membicarakan Xiaomi Poco M3 saat ini. Pengalaman pengguna di dunia nyata memperlihatkan adanya beberapa kendala teknis yang cukup serius seiring berjalannya waktu.

Berdasarkan laporan komunitas pengguna di forum Reddit, tidak sedikit konsumen yang mengeluhkan perangkat mereka mendadak mati total setelah melakukan pembaruan sistem MIUI. Fenomena ini memicu kekhawatiran massal mengenai ketahanan jangka panjang dari komponen internalnya.

Selain itu, diskusi teknis di forum EEVblog juga menyoroti masalah perangkat yang mendadak mati (sudden shutdown) dan tidak bisa dinyalakan kembali ataupun diisi dayanya. Masalah regulasi daya internal ini mengharuskan penanganan teknis yang cukup merepotkan bagi pengguna awam.

Bagi para pegiat oprek sistem, ponsel ini sebenarnya memiliki dukungan alternatif seperti proyek sistem operasi pasca-pasar. Tercatat dalam dokumentasi wiki postmarketOS dan perangkat Ubuntu Touch, varian berkode "citrus" ini sempat mendapatkan perhatian dari komunitas pengembang independen.

Rangkuman Data Teknis Xiaomi Poco M3

Spesifikasi Teknis Utama Komponen Xiaomi Poco M3
Komponen Perangkat Spesifikasi dan Ukuran Faktual
Dimensi Fisik 162.3 x 77.3 x 9.6 mm
Berat Perangkat 198 g
Ukuran Layar 6.53 inci
Resolusi Panel 1080 x 2340 piksel
Kerapatan Layar ~395 ppi
Kamera Utama 48 MP
Kamera Depan 8 MP

Data di atas memperlihatkan bahwa dari segi angka mutlak, ponsel ini sejatinya membawa modal yang sangat perkasa di kelas entry pada masanya. Keseimbangan antara resolusi layar tinggi dan konfigurasi kamera utama menjadi nilai jual yang sulit ditandingi oleh kompetitor seangkatannya.

Pertimbangan Akhir untuk Pengguna Hari Ini

Membeli atau tetap menggunakan Xiaomi Poco M3 menuntut pemahaman yang utuh mengenai risiko teknis dan keterbatasan sistem alih-alih sekadar tergiur harga murah. Anda harus siap berhadapan dengan potensi masalah manajemen daya yang sudah sering dilaporkan oleh pengguna lain di berbagai belahan dunia.

Ponsel ini tidak lagi direkomendasikan sebagai perangkat utama untuk menangani beban kerja berat atau aplikasi modern yang menuntut komputasi tinggi. Keberadaannya kini lebih cocok dialokasikan sebagai ponsel cadangan, perangkat sekunder untuk sekadar menerima pesan, atau media hiburan multimedia ringan anak-anak di rumah.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang