Lupa Sholat Dzuhur? Ini Cara Mengqodho di Waktu Ashar yang Benar

17 Juni 2026, 08:16 WIB

Menyadari diri terlewat ibadah wajib sering kali memicu rasa panik, terutama ketika Anda ingin menerapkan tata cara mengqodho sholat dzuhur di waktu ashar secara benar dan sah. Kesibukan yang luar biasa atau kondisi fisik yang kelelahan terkadang membuat seseorang tidak sengaja melewatkan waktu utama ibadah. Artikel ini akan mengupas tuntas langkah demi langkah mengganti hutang sholat tersebut berdasarkan panduan fiqih yang valid.

Hukum Islam memberikan keringanan sekaligus ketegasan bagi umatnya yang melalaikan kewajiban tanpa unsur kesengajaan. Mengganti sholat yang terlewat bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk pertanggungjawaban langsung seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Melaksanakan sholat fardhu tepat waktu merupakan kewajiban mutlak bagi setiap muslim yang mukallaf. Waktu sholat dzuhur dimulai saat matahari tergelincir atau menuju arah tenggelam pada siang hari hingga menjelang masuk waktu ashar. Ketika garis batas tersebut terlampaui dan Anda belum sempat menunaikannya, maka sholat tersebut berstatus luput dan wajib diganti.

Dasar hukum pelaksanaan qodho ini sangat kuat di dalam syariat. Anas bin Malik ra. meriwayatkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang di antara kalian tertidur atau lalai dari shalat, hendaklah ia shalat ketika ia ingat. Karena Allah berfirman, ‘Kerjakanlah shalat ketika ingat’ (QS. Thaha: 14)."

Melalui landasan tersebut, jelas bahwa qodho bukan sebuah pilihan, melainkan kewajiban yang harus segera ditunaikan begitu seseorang teringat. Hadits Riwayat Bukhari juga menegaskan kembali hal ini dengan bunyi:

"Barang siapa yang lupa shalat, hendaklah dia salat ketika dia ingat. Tidak ada kewajiban baginya selain itu (tidak ada denda baginya kecuali hal tersebut)."

Kewajiban ini juga berlaku bagi mereka yang kehilangan kesadaran secara alami. Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjelaskan dalam kitab Al Mulakhash Al Fiqhi bahwa orang yang hilang akalnya karena tidur, pingsan, atau semisalnya, wajib mengqodho sholatnya ketika sudah sadar. Penegasan ini diperkuat oleh Hadits Riwayat Al Bazzar bahwa Rasulullah SAW bersabda bahwa barangsiapa yang terlewat sholat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib sholat ketika ingat.

Lafadz Niat Sholat Qodho Dzuhur di Waktu Ashar | Tauhid Squad

Prasyarat Penting Sebelum Memulai Qodho

Sebelum Anda berdiri di atas sajadah untuk mengganti ibadah yang terlewat, ada beberapa aturan teknis yang wajib dipahami. Sering kali saya menemui masyarakat keliru mengenai jumlah rakaat karena mengira sholat qodho bisa diringkas.

Ketentuan Jumlah Rakaat yang Sah

Jumlah rakaat sholat qodho adalah sama persis dengan jumlah rakaat sholat fardhu yang ditinggalkan atau diganti. Berdasarkan catatan dokumen fiqih kontemporer seperti dilansir dari tirto.id dan detik.com, qodho dzuhur tetap dikerjakan sebanyak 4 rakaat, begitu pula dengan ashar yang tetap 4 rakaat, sedangkan maghrib tetap 3 rakaat. Tidak ada pengurangan jumlah rakaat dalam ibadah qodho standar ini.

Aturan Volume Suara Bacaan

Kesalahan umum yang saya lihat adalah beberapa orang mengeraskan suara saat mengqodho sholat siang di waktu malam, atau sebaliknya. Aturan pengerasan suara bacaan atau istilahnya jahr dan sirr memiliki pakem tersendiri.

Sholat fardhu tepat waktu disunnahkan untuk dikerjakan secara keras atau jahr pada waktu Maghrib, Isya, dan Subuh. Sebaliknya, bacaan wajib dilakukan secara lirih atau sirr pada waktu Dzuhur dan Ashar. Saat Anda mengqodho dzuhur di waktu ashar, Anda wajib melafalkan bacaan secara lirih (sirr) karena kedua sholat tersebut pada asalnya adalah sholat siang hari yang sunnahnya tidak dikeraskan.

Perbandingan Aturan Dasar Sholat Fardhu dan Sholat Qodho
Kategori Sholat Jumlah Rakaat Sifat Bacaan (Suara) Waktu Pelaksanaan
Dzuhur Tepat Waktu 4 rakaat Lirih (Sirr) Siang hari hingga ashar
Qodho Dzuhur di Waktu Ashar 4 rakaat Lirih (Sirr) Saat masuk waktu ashar
Ashar Tepat Waktu 4 rakaat Lirih (Sirr) Selesai waktu dzuhur

Panduan Langkah Demi Langkah Mengqodho Sholat Dzuhur

Berikut adalah urutan tata cara pelaksanaan yang runut, logis, dan dapat langsung Anda praktikkan di rumah atau di masjid. Kita akan mengambil opsi mendahulukan sholat qodho dzuhur terlebih dahulu demi menjaga urutan waktu sholat (tertib).

  1. Melakukan Persiapan dan Berwudhu: Pastikan tubuh, pakaian, dan tempat sholat suci dari najis. Lakukan wudhu secara sempurna dengan membasuh seluruh anggota wudhu wajib.
  2. Berdiri Menghadap Kiblat dan Membaca Niat: Berdiri tegak menghadap kiblat bagi yang mampu. Sembari mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, hadirkan niat mengqodho sholat dzuhur di dalam hati. Lafadz niat secara lisan dapat dibaca: "Ushallii fardhadz Dzuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal qiblati qadhaa'an lillaahi ta'aalaa" (Saya niat sholat fardhu dzuhur empat rakaat menghadap kiblat qodho karena Allah Ta'ala).
  3. Melaksanakan Sholat Dzuhur 4 Rakaat: Jalankan ibadah seperti biasa sebanyak 4 rakaat dengan membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek secara lirih (sirr) pada rakaat pertama dan kedua. Selesaikan hingga salam rakaat keempat.
  4. Berdiri Kembali untuk Sholat Ashar: Setelah salam sholat dzuhur, Anda disarankan tidak menjeda waktu terlalu lama. Segera berdiri kembali untuk melaksanakan sholat ashar yang menjadi kewajiban waktu tersebut.
  5. Niat dan Sholat Ashar Tepat Waktu: Angkat tangan untuk takbiratul ihram sholat ashar dengan niat menjalankan sholat ashar 4 rakaat secara tunai (adaa'an). Selesaikan sholat ashar ini hingga salam akhir.

Opsi Urutan Pelaksanaan Berdasarkan Kondisi Nyata

Dalam ranah diskusi fiqih yang dilansir dari cnnindonesia.com dan ruangguru.com, terdapat dua mazhab utama mengenai urutan pengerjaan ketika Anda berada di waktu ashar namun memiliki hutang dzuhur. Kedua pilihan ini sama-sama memiliki argumen yang kuat.

  • Opsi Tertib (Mendahulukan Dzuhur): Anda mengerjakan sholat qodho dzuhur terlebih dahulu sebanyak 4 rakaat, baru kemudian melaksanakan sholat ashar. Pilihan ini mengacu pada prinsip urutan waktu ibadah yang runtut. Sebagaimana kisah Jabir bin Abdullah mengenai Umar bin Al Khaththab pada hari peperangan Khandaq setelah matahari terbenam. Umar berkata bahwa ia belum shalat ashar karena matahari hampir terbenam, dan Nabi SAW menjawab beliau juga belum melaksanakannya. Mereka kemudian berwudhu di Bath-han, lalu Nabi SAW melaksanakan shalat ashar setelah matahari terbenam dan dilanjutkan dengan shalat maghrib. Proses mendahulukan sholat yang terlewat ini menjadi acuan utama.
  • Opsi Mendahulukan Sholat Waktu (Ashar): Jika Anda datang ke masjid dan mendapati jamaah sedang melaksanakan sholat ashar bersama imam, Anda disarankan langsung bergabung dengan niat sholat ashar. Setelah sholat jamaah ashar selesai, Anda baru berdiri mandiri untuk mengqodho sholat dzuhur. Cara ini dipilih agar Anda tidak kehilangan keutamaan sholat berjamaah di waktu tersebut.

Pemilihan kedua opsi di atas sangat bergantung pada situasi nyata yang sedang Anda hadapi di lapangan. Jika waktu ashar sudah sangat sempit dan dikhawatirkan akan habis jika Anda mengqodho dzuhur terlebih dahulu, maka wajib mendahulukan sholat ashar terlebih dahulu demi menyelamatkan sholat yang waktunya sedang berjalan.

Prinsip utama dari qodho ini adalah kesegeraan dalam bertindak tanpa menunda-nunda lagi ketika ingatan atau kesadaran telah kembali. Menunda qodho tanpa uzur syar'i yang jelas setelah Anda ingat merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dalam aturan fiqih Islam.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang