PPIH Arab Saudi Cari Tiga Jemaah Haji Indonesia yang Hilang

17 Juni 2026, 11:01 WIB

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintensifkan pencarian terhadap tiga jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang dari kelompok terbangnya di Makkah, seperti dilansir dari Papanskor pada Rabu, 2 Juli 2025. Upaya pelacakan keberadaan ketiga jemaah yang memiliki riwayat penyakit demensia tersebut kini melibatkan dua tim khusus bentukan PPIH Arab Saudi. “Hingga saat ini kita terus melakukan pencarian terhadap ketiga jemaah tersebut, mohon doa semoga ketiganya bisa segera kita temukan,” ujar Kepala Bidang Pelindungan Jemaah Kolonel Harun Al Rasyid di Makkah, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu, 2 Juli 2025.

Tim pencari telah menyisir berbagai lokasi penting, mulai dari rumah sakit di wilayah Makkah dan Jeddah, Jabal Khandamah, Jabal Tsur, hingga Kamar Mayat RS An-Noor Makkah. Penyisiran juga diperluas ke sekitar hotel jemaah, kawasan Arafah, Muzdalifah, perbatasan Makkah dan al-Lith, serta melalui pemeriksaan rekaman CCTV.

“Kita juga berkoordinasi dengan unsur kesehatan, KKHI Makkah, pihak KJRI, dan beberapa kantor polisi di wilayah Makkah,” kata Harun. Pihak berwenang juga telah menjalin komunikasi dengan ketua kloter PLM 19, SUB 79, dan BDJ 07 yang menjadi asal kelompok terbang ketiga jemaah tersebut untuk mempercepat proses penemuan.

“Terakhir, bahkan kami menyampaikan hal ini sekaligus minta bantuan saat kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah ke kantor misi haji Indonesia di Daker Makkah,” imbuhnya. Langkah penelusuran harian pun terus berjalan secara konsisten demi melacak jejak para jemaah yang terpisah dari rombongannya di area suci.

“Kami bersama tim setiap hari melakukan penyisiran di berbagai tempat termasuk wilayah Masjidil Haram dan tempat-tempat lainnya,” paparnya. Selain penyisiran langsung di lapangan, tim juga mendatangi kantor otoritas setempat guna memeriksa basis data keimigrasian Arab Saudi. “Kami juga melakukan kunjungan ke Imigrasi Syumaisy guna mengecek keberadaan tiga jemaah tersebut,” terangnya.

Jemaah pertama berasal dari kloter 19 Embarkasi Palembang (PLM 19) berusia 80 tahun yang menempati hotel 614 selama berada di Makkah.

“Beliau meninggalkan rombongan itu pada 28 Mei 2025 atau sekitar dua hari setelah sampai di Makkah, sampai sekarang belum kembali ke rombongannya,” ujar Harun. Sementara itu, jemaah kedua yang berumur 79 tahun berasal dari kloter 79 Embarkasi Surabaya (SUB 79) dan menetap di hotel 813 sektor 8. “Pihak kloter dan pembimbing ibadah kloter melaporkan ke kami bahwa pak Sukardi ini terpisah dari rombongannya, yaitu pada 29 Mei 2025, sampai sekarang belum kembali ke kloternya,” kata Harun.

Adapun jemaah ketiga yang berusia 73 tahun merupakan bagian dari kloter 07 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 07) yang tinggal di hotel 709 sektor 7.

“Keluarga melaporkan ke kami Bapak Hasbullah ini meninggalkan hotel itu pada pukul 03.00 WAS malam Selasa, 17 Juni 2925,” terang Harun. Operasi pencarian ketiga jemaah haji ini dipastikan akan tetap berjalan hingga seluruh rangkaian operasional haji tahun 2025 resmi berakhir.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang