Persaingan internal tim Ducati Lenovo memanas setelah hasil balap sprint MotoGP 2025 dalam 12 seri menunjukkan gap performa yang signifikan antara Marc Marquez dan Francesco Bagnaia. Seperti dikutip dari Papanskor, Marc Marquez yang baru bergabung langsung mendominasi dengan memenangkan 11 dari 12 balap sprint di paruh awal musim, termasuk di Sirkuit Brno, Ceko.
Kondisi sebaliknya dialami oleh Francesco Bagnaia yang kini menjalani musim kelimanya bersama skuad pabrikan Italia tersebut. Pembalap yang akrab disapa Pecco ini kesulitan untuk konsisten menembus zona podium dalam sesi balap pendek ini.
Hingga seri ke-12, Bagnaia tercatat baru mengamankan podium sebanyak lima kali, yang seluruhnya merupakan finis di peringkat ketiga. Catatan performa balap sprint murid Valentino Rossi ini bahkan berada di bawah Alex Marquez yang memperkuat tim satelit Gresini Ducati dengan motor Desmosedici GP24.
Alex Marquez sukses mengklaim posisi kedua sebanyak 10 kali dalam balap sprint dan hanya sekali keluar dari posisi lima besar pada 11 seri terdahulu. Walaupun Alex gagal mendulang poin akibat finis di luar podium pada sprint Brno kemarin, pencapaian totalnya masih mengungguli Bagnaia.
Situasi ini memicu indikasi bahwa Bagnaia mengalami hambatan dalam beradaptasi dengan motor Desmosedici GP25, motor yang sama dengan yang ditunggangi oleh Marc Marquez. Perbedaan gaya balap serta faktor pengalaman disinyalir menjadi penyebab utama kendala tersebut.
Kendati meraih hasil minor pada balap sprint di Ceko, alumnus Akademi Balap VR46 ini mengaku memetik pelajaran positif setelah sempat membuntuti Marc Marquez sepanjang empat putaran awal.
"Aneh untuk dikatakan, tetapi saya tetap cukup senang dengan hari itu (Sabtu, 19/7) karena untuk pertama kalinya saya bisa bertarung untuk posisi pole," ungkap Bagnaia kepada situs resmi MotoGP.
"Saya berhasil (pole position). Marc terjatuh ketika ia lebih cepat dua persepuluh detik, tetapi saya berhasil meraih pole," lanjutnya.
"Selama balapan (sprint), saya mengikutinya. Untuk pertama kalinya saya memahami lebih banyak hal, jadi itu penting. Tapi kemudian, saya pikir untuk 10, 15 putaran pertama ya–itu akan bekerja dengan baik," bebernya.
"Saya melihatnya dari belakang saat pengereman untuk masuk tikungan, saya cukup kompetitif, tetapi kemudian saya kehilangan sedikit akselerasi karena ia bisa membiarkan motor lebih berbelok," ujar juara dunia MotoGP dua kali ini.
"Dia (Marc Marquez) sangat mulus sekarang–gaya balapnya. Memang benar saya mencoba mengikutinya, lalu saya sedikit kehilangan fokus ketika masalah datang," jelasnya lagi.
"Tapi saya pikir besok (hari ini, 20/7) akan berbeda. Kami perlu lebih mengendalikan bagian belakang di paruh pertama hari ini, jadi mari kita lihat saja nanti," pungkasnya.
Penjelasan dari pembalap berusia 28 tahun itu mengisyaratkan bahwa dirinya mulai mendeteksi formula untuk mengendalikan Desmosedici GP25. Bagnaia juga menilai karakteristik berkendara Marc Marquez kini menjadi jauh lebih halus bersama motor baru tersebut.
Evaluasi teknis dari seri Ceko ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi pembalap Italia tersebut. Berdasarkan agenda resmi, balapan utama MotoGP Brno Ceko 2025 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (20/7) malam pukul 20.00 WIB.







