Gempa Rusia M 8,7 Picu Tsunami di Wilayah Hokkaido Jepang

19 Juni 2026, 09:01 WIB

Gelombang tsunami setinggi 20 hingga 50 sentimeter menerjang wilayah pesisir Hokkaido, Jepang, setelah gempa bumi bermagnitudo 8,7 mengguncang lepas pantai semenanjung Kamchatka, Rusia, pada Rabu, 30 Juli 2025, sekitar pukul 06.24 WIB, dilansir dari Papanskor.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) segera mengeluarkan peringatan dini pada pukul 08.37 waktu setempat sebelum menaikkannya menjadi peringatan tsunami pada pukul 09.40, akibat adanya potensi gelombang susulan yang lebih besar di sepanjang pantai Pasifik dari Hokkaido hingga Ibaraki.

Langkah antisipasi cepat diambil oleh otoritas penanggulangan bencana setempat dengan mengarahkan masyarakat di wilayah pesisir untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi demi memastikan keselamatan jiwa mereka.

"Peringatan tsunami, segera evakuasi ke dataran tinggi," kata Minori Yoshida, seorang pegawai bank di Kota Kushiro, Hokkaido, menirukan bunyi notifikasi darurat di telepon genggamnya.

Prosedur evakuasi segera dijalankan oleh para pekerja dan warga sekitar yang langsung memadati gedung manajemen bencana setinggi lima lantai di kawasan tersebut hingga mencapai sekitar 100 orang dalam waktu setengah jam.

"Kami semua bergerak cepat sesuai instruksi kantor," ujar Minori Yoshida.

Situasi di dalam fasilitas pengungsian dilaporkan tetap terkendali karena pemerintah daerah menyediakan pasokan air minum yang cukup serta fasilitas sanitasi yang berfungsi dengan baik.

"Kami mencoba tetap tenang walau ada rasa takut," ungkap Minori Yoshida.

Fasilitas evakuasi yang memadai dan berlokasi strategis di dekat kawasan pemukiman membantu meredakan kepanikan warga saat sirene peringatan bencana mulai berbunyi.

"Saya bersyukur tempat evakuasi ini dekat. Kalau tidak, saya akan sangat panik," kata Minori Yoshida.

Respons cepat juga ditunjukkan oleh jajaran kepemimpinan pusat pemerintahan Jepang guna meminimalkan dampak risiko bencana di seluruh wilayah terdampak.

"Saya meminta seluruh warga di area terdampak untuk segera mengungsi ke dataran tinggi atau lokasi yang aman," kata Shigeru Ishiba, Perdana Menteri Jepang.

Pihak berwenang mencatat gelombang tsunami setinggi 20-40 sentimeter di beberapa titik pantai Pasifik, sementara wilayah Ishinomaki di Prefektur Miyagi melaporkan gelombang mencapai 50 sentimeter.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang