Telkom Optimalkan Satelit Telkomsat Pulihkan NTT

21 Agustus 2026, 07:29 WIB

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bergerak cepat dalam mengatasi dampak bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui anak usahanya, Telkomsat, TelkomGroup mengoptimalkan konektivitas satelit di 17 titik darurat guna memulihkan jaringan komunikasi yang terganggu. Langkah ini difokuskan untuk membantu masyarakat dan mempercepat koordinasi penanganan pasca-bencana di wilayah terdampak.

Penyediaan Konektivitas Satelit di 17 Titik Darurat

Dalam situasi darurat pasca-gempa, infrastruktur komunikasi darat seringkali mengalami kerusakan fisik atau pemadaman listrik yang meluas. Kondisi ini membuat layanan telekomunikasi berbasis kabel serat optik maupun menara pemancar seluler konvensional tidak dapat berfungsi secara optimal. Untuk mengatasi kendala tersebut, TelkomGroup mengerahkan teknologi satelit dari Telkomsat yang memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dan kecepatan penyebaran di area bencana.

Penyediaan konektivitas satelit di 17 titik strategis ini bertujuan untuk membuka kembali jalur komunikasi yang terputus. Titik-titik tersebut mencakup posko pengungsian, pusat koordinasi penyelamatan, rumah sakit darurat, serta area publik yang membutuhkan akses informasi segera. Dengan adanya koneksi internet dan telepon satelit ini, para korban gempa dapat segera menghubungi keluarga mereka untuk mengabarkan kondisi keselamatan masing-masing.

Selain membantu masyarakat umum, infrastruktur darurat ini juga sangat krusial bagi para petugas penyelamat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta relawan di lapangan. Koordinasi penyaluran bantuan logistik, evakuasi korban, dan pemetaan wilayah terdampak dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat berkat adanya jaringan komunikasi yang andal.

Peran Strategis Telkomsat dalam Mitigasi Bencana

Penggunaan teknologi satelit dalam mitigasi bencana di Indonesia bukanlah hal baru, namun terus ditingkatkan efektivitasnya. Sebagai negara yang berada di wilayah cincin api, Indonesia sangat rentan terhadap bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi. Dalam kondisi darurat di mana infrastruktur telekomunikasi darat lumpuh total, satelit menjadi satu-satunya tumpuan untuk menjaga konektivitas tetap hidup.

Telkomsat, sebagai bagian dari TelkomGroup, memiliki kapabilitas untuk menyediakan layanan komunikasi berbasis satelit dengan jangkauan luas, bahkan hingga ke pulau-pulau terluar dan wilayah pelosok di NTT. Karakteristik geografis NTT yang terdiri dari kepulauan menghadirkan tantangan tersendiri dalam proses pemulihan. Melalui layanan satelit, hambatan geografis tersebut dapat diatasi tanpa harus menunggu perbaikan kabel laut atau pembangunan ulang menara pemancar yang memakan waktu lama.

Langkah cepat yang diambil oleh TelkomGroup ini juga sejalan dengan komitmen Badan Usaha Milik Negara untuk selalu hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana nasional. Sinergi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan lembaga kemanusiaan, sangat terbantu dengan adanya dukungan teknologi komunikasi yang mumpuni dari TelkomGroup.

Upaya pemulihan yang dilakukan oleh TelkomGroup di NTT diharapkan dapat segera mengembalikan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat ke kondisi normal. Ke depan, penguatan infrastruktur telekomunikasi yang tahan bencana menjadi agenda penting bagi industri telekomunikasi di Indonesia. Dengan terus mengintegrasikan teknologi satelit dan jaringan darat, diharapkan dampak pemutusan komunikasi akibat bencana alam di masa depan dapat diminimalisasi secara signifikan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat luas.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang