Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah menyisakan duka dan kekhawatiran mendalam bagi warga setempat yang terdampak secara langsung. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap sesama, PT Pertamina (Persero) bergerak cepat dengan menyalurkan berbagai bantuan logistik serta memberikan pendampingan psikologis bagi para penyintas. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi sekaligus membantu mereka bangkit dari trauma akibat bencana alam tersebut.
Fokus pada Kebutuhan Dasar dan Logistik
Dalam situasi darurat pascabencana, akses terhadap kebutuhan pokok seringkali menjadi kendala utama bagi warga yang terpaksa mengungsi atau kehilangan tempat tinggal. Pertamina memahami urgensi ini dengan mendistribusikan bantuan berupa bahan pangan, air bersih, perlengkapan tidur, hingga kebutuhan sanitasi. Salah satu warga yang merasakan langsung manfaat dari bantuan ini adalah Rosalia Ojam, seorang penduduk di wilayah Reo, NTT. Rosalia mengungkapkan rasa syukurnya karena kehadiran Pertamina memberikan ketenangan di tengah ketidakpastian yang mereka hadapi setelah guncangan gempa yang hebat.
Penyaluran bantuan ini dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan distribusi yang merata dan tepat sasaran. Selain bahan pokok, Pertamina juga memastikan bahwa pasokan energi di wilayah terdampak tetap stabil. Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG menjadi prioritas utama agar aktivitas evakuasi, operasional rumah sakit, serta dapur umum dapat berjalan tanpa hambatan. Dengan terjaganya rantai pasok energi, proses pemulihan di wilayah Flores diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efisien, mengingat mobilitas logistik sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
Selain bantuan fisik, Pertamina juga menurunkan tim relawan yang bertugas di lapangan untuk memantau perkembangan situasi secara berkala. Tim ini tidak hanya sekadar mengantar barang, tetapi juga berinteraksi langsung dengan warga untuk memetakan kebutuhan mendesak lainnya yang mungkin muncul seiring berjalannya waktu. Kehadiran personel di lapangan memberikan rasa aman tambahan bagi warga seperti Rosalia Ojam, yang merasa bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini. Sinergi antara bantuan materiil dan kehadiran fisik menjadi kunci utama dalam upaya tanggap darurat yang dilakukan oleh perusahaan negara ini.
Memulihkan Psikologis Melalui Trauma Healing
Dampak dari sebuah bencana besar tidak hanya terlihat pada kerusakan infrastruktur, tetapi juga pada kondisi mental para korbannya, terutama anak-anak. Menyadari hal tersebut, Pertamina menginisiasi program trauma healing sebagai bagian integral dari aksi kemanusiaan mereka di Flores. Program ini dirancang untuk membantu anak-anak mengatasi rasa takut dan kecemasan yang timbul akibat gempa bumi. Melalui berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, para relawan berusaha mengalihkan perhatian anak-anak dari memori buruk bencana menuju suasana yang lebih ceria dan penuh harapan.
Kegiatan pendampingan psikologis ini melibatkan berbagai metode, mulai dari sesi mendongeng, permainan kelompok, hingga kegiatan menggambar bersama. Para ahli psikologi dan relawan terlatih dikerahkan untuk memberikan perhatian khusus kepada anak-anak yang menunjukkan gejala trauma berat. Dengan menciptakan lingkungan yang suportif di posko pengungsian, diharapkan kesehatan mental generasi muda di Flores dapat terjaga. Pemulihan psikologis ini sangat krusial karena tanpa penanganan yang tepat, trauma masa kecil akibat bencana dapat berdampak panjang pada perkembangan emosional mereka di masa depan.
Orang tua di pengungsian juga diberikan edukasi mengenai cara menghadapi reaksi stres pada anak dan bagaimana menciptakan suasana tenang di dalam keluarga meskipun dalam kondisi darurat. Pendekatan holistik ini menunjukkan bahwa Pertamina tidak hanya fokus pada pembangunan fisik atau bantuan jangka pendek, tetapi juga peduli pada aspek kemanusiaan yang lebih mendalam. Warga seperti Rosalia Ojam melihat perubahan positif pada anak-anak di lingkungannya setelah mengikuti sesi pendampingan ini, yang pada akhirnya turut memberikan ketenangan pikiran bagi para orang tua yang sedang berjuang menata kembali hidup mereka.
Sinergi BUMN dalam Penanggulangan Bencana
Aksi cepat Pertamina di Flores merupakan bagian dari komitmen besar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat terjadi bencana nasional. Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina memiliki infrastruktur dan sumber daya yang luas, yang memungkinkan mereka untuk merespons keadaan darurat dengan sangat cepat. Program bantuan ini bukan sekadar aksi spontan, melainkan bagian dari sistem manajemen bencana yang terintegrasi di bawah payung tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Wilayah Nusa Tenggara Timur secara geografis memang berada di jalur yang rentan terhadap aktivitas seismik, sehingga kesiapsiagaan bencana menjadi hal yang mutlak diperlukan. Pertamina terus berupaya memperkuat kapasitas mitigasi bencana di daerah-daerah rawan dengan menjalin kerja sama erat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain memberikan bantuan saat bencana terjadi, perusahaan juga aktif dalam program-program edukasi mitigasi bagi masyarakat sekitar operasional mereka agar warga lebih siap dan tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Ke depannya, Pertamina berkomitmen untuk terus mendampingi warga Flores hingga situasi benar-benar pulih dan aktivitas ekonomi kembali normal. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi warga untuk bangkit dan membangun kembali daerah mereka. Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, tantangan berat pascagempa di Flores diyakini dapat teratasi dengan baik, membawa kembali senyum dan optimisme bagi warga seperti Rosalia Ojam dan ribuan penduduk lainnya di NTT.







