Prabowo dan Tito Tinjau Penanganan Karhutla di Kalteng

22 Agustus 2026, 13:27 WIB

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, didampingi oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah untuk meninjau langsung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif dalam menghadapi ancaman bencana tahunan yang kerap melanda wilayah tersebut.

Evaluasi Kebutuhan Logistik dan Personel

Dalam pertemuan yang digelar bersama jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi puncak musim kemarau yang memicu titik api. Fokus utama dari pembahasan ini adalah mengenai penambahan kebutuhan sarana dan prasarana untuk pengendalian kebakaran. Pemerintah menyadari bahwa peralatan yang ada saat ini perlu diperbarui dan ditambah jumlahnya agar respons terhadap munculnya titik api bisa dilakukan lebih cepat dan akurat.

Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa penguatan penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada keberadaan personel di lapangan, tetapi juga pada dukungan logistik yang memadai. Hal ini mencakup ketersediaan helikopter untuk water bombing, mesin pompa air portabel, hingga alat pelindung diri bagi para petugas dan relawan. Tito juga menyoroti pentingnya alokasi anggaran daerah yang tepat sasaran untuk mendukung operasional satuan tugas (satgas) karhutla di tingkat kabupaten dan kota.

Selain aspek teknis, rapat tersebut juga membahas mengenai optimalisasi teknologi dalam pemantauan titik panas atau hotspot. Penggunaan satelit dan drone untuk patroli udara dianggap sebagai langkah krusial untuk mendeteksi api sejak dini sebelum menyebar luas ke area yang sulit dijangkau. Dengan deteksi dini, tim darat seperti Manggala Agni, TNI, dan Polri dapat segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman mula, sehingga potensi kebakaran besar dapat diminimalisir.

Tantangan Lahan Gambut di Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki karakteristik wilayah yang unik dengan hamparan lahan gambut yang sangat luas. Lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla karena sifatnya yang mudah terbakar dan sulit dipadamkan jika api sudah merasuk ke dalam lapisan bawah tanah. Kebakaran di lahan gambut seringkali menghasilkan asap tebal yang berdampak buruk pada kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas transportasi, baik darat maupun udara.

Presiden Prabowo menginstruksikan agar strategi pembasahan lahan atau rewetting terus dilakukan secara konsisten, terutama di area-area yang rawan kekeringan. Pembangunan sekat kanal (canal blocking) dan sumur bor di titik-titik strategis menjadi prioritas untuk menjaga kelembapan tanah gambut. Upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kebakaran bawah tanah yang seringkali tidak terlihat di permukaan namun terus merambat dan merusak ekosistem hutan.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan diberikan edukasi dan pelatihan mengenai cara mengelola lahan tanpa membakar. Selain itu, pemberian insentif bagi desa-desa yang berhasil menjaga wilayahnya dari titik api menjadi salah satu skema yang dipertimbangkan untuk meningkatkan partisipasi warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sinergi Lintas Sektor dan Penegakan Hukum

Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah memerlukan sinergi yang kuat antara berbagai kementerian dan lembaga. Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa kementeriannya akan terus memantau kinerja kepala daerah dalam memprioritaskan isu lingkungan ini. Koordinasi lintas sektoral antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta aparat keamanan menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka kebakaran hutan setiap tahunnya.

Di sisi lain, aspek penegakan hukum juga menjadi poin penting yang dibahas dalam kunjungan tersebut. Pemerintah berkomitmen untuk menindak tegas pihak-pihak, baik individu maupun korporasi, yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan pembukaan lahan perkebunan. Sanksi administratif hingga pidana akan diterapkan tanpa pandang bulu sebagai efek jera agar praktik pembakaran lahan secara ilegal tidak terus berulang.

Sebagai penutup, kunjungan kerja ini memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap masalah karhutla di Kalimantan Tengah. Dengan adanya penguatan dukungan logistik, perbaikan strategi di lapangan, dan komitmen penegakan hukum, diharapkan dampak buruk dari kebakaran hutan dan lahan, seperti kabut asap yang merugikan kesehatan dan ekonomi, dapat ditekan secara signifikan di masa mendatang. Langkah antisipasi yang matang diharapkan mampu menjaga paru-paru dunia yang ada di tanah Borneo tetap lestari bagi generasi mendatang.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang