BRIN Kembangkan Roket Dua Tingkat, Uji Terbang Target 2029

22 Agustus 2026, 11:15 WIB

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat ini sedang berfokus dalam mengembangkan teknologi roket dua tingkat secara mandiri. Program pengembangan berkesinambungan ini menargetkan peluncuran serta uji coba penerbangan roket tersebut dapat terealisasi sepenuhnya pada tahun 2029 mendatang. Langkah ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru bagi penguasaan teknologi kedirgantaraan dan keantariksaan di tanah air.

Langkah Strategis Menuju Kemandirian Teknologi Antariksa

Pengembangan roket dua tingkat merupakan salah satu fokus utama BRIN dalam memajukan kapabilitas riset kedirgantaraan Indonesia. Roket bertingkat dirancang khusus agar mampu mencapai ketinggian yang jauh lebih tinggi dibandingkan roket tingkat tunggal. Mekanisme kerja roket dua tingkat melibatkan pelepasan tingkat pertama (booster) setelah bahan bakarnya habis, yang kemudian dilanjutkan dengan menyalanya mesin tingkat kedua untuk membawa muatan menuju titik sasaran yang telah ditentukan.

Dengan menerapkannya konfigurasi dua tingkat, roket dapat membawa beban muatan atau satelit dengan efisiensi bahan bakar yang lebih optimal. Penguasaan teknologi ini sangat vital mengingat Indonesia memiliki wilayah geografis yang amat luas dan membentang di sepanjang garis khatulistiwa. Keuntungan posisi geografis ini memberikan efisiensi tinggi dalam peluncuran satelit menuju orbit Bumi, sehingga penguasaan roket peluncur mandiri akan memberikan keuntungan strategis yang sangat besar bagi bangsa.

Rencana uji terbang pada tahun 2029 mengindikasikan riset yang terukur dan terencana dengan matang. Para periset dan insinyur di bawah naungan BRIN terus mengoptimalkan berbagai aspek teknis guna mencapai target tersebut. Pengalaman berdekade-dekade dalam merancang roket uji sasar kini diintegrasikan untuk mewujudkan roket yang mampu mengangkut muatan lebih berat dan mencapai jangkauan yang lebih jauh ke luar angkasa.

Tantangan Teknis dan Tahapan Pengujian Kompleks

Proses pengembangan roket dua tingkat bukanlah perkara mudah dan memerlukan tahapan riset yang sangat ketat serta presisi tinggi. Sebelum mencapai tahap uji terbang pada 2029, tim peneliti harus melewati berbagai fase pengujian mendasar. Tahapan tersebut meliputi pengujian propelan atau bahan bakar roket, pengujian struktur material agar tahan terhadap tekanan dan suhu ekstrim, serta uji statis motor roket untuk memastikan daya dorong yang dihasilkan sesuai dengan perhitungan teoritis.

Selain aspek propulsi, salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan roket bertingkat terletak pada sistem pemisahan antartingkat dan sistem pemandu aerodinamis. Pemisahan antara tingkat pertama dan tingkat kedua harus terjadi pada waktu dan kondisi atmosferik yang sangat tepat agar arah terbang roket tidak terganggu. Kegagalan kecil pada mekanik pemisahan dapat berdampak fatal terhadap kestabilan seluruh sistem roket saat melaju dengan kecepatan tinggi.

Sistem kendali terintegrasi juga menjadi fokus pengembangan agar roket dapat mengikuti trayektori penerbangan yang telah direncanakan secara akurat. Penguasaan teknologi kendali ini memastikan bahwa roket tidak hanya mampu terbang tinggi, tetapi juga aman bagi lingkungan sekitarnya serta tepat sasaran. Berbagai pemodelan komputer dan simulasi numerik berbasis aerodinamika terus dilakukan untuk meminimalkan risiko potensi kegagalan saat uji terbang fisik dilaksanakan nanti.

Dampak Positif Bagi Ekosistem Sains dan Pertahanan

Pengembangan teknologi peluncur roket mandiri memiliki dampak domino yang sangat luas bagi pembangunan nasional. Dari sudut pandang pemantauan lingkungan dan komunikasi, memiliki kemampuan meluncurkan roket pengangkut satelit sendiri akan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap penyedia jasa peluncuran dari luar negeri. Satelit buatan dalam negeri untuk pemantauan maritim, kebencanaan, cuaca, dan pemetaan wilayah kelak dapat diluncurkan secara mandiri dari wilayah Indonesia.

Di samping itu, penguasaan teknologi kedirgantaraan canggih ini memiliki implikasi yang signifikan terhadap perkembangan sektor industri tinggi nasional. Pembentukan ekosistem kedirgantaraan yang kuat akan mendorong kemandirian industri manufaktur lokal, khususnya dalam penyediaan komponen presisi tinggi, bahan kimia bahan bakar roket, hingga sistem elektronik canggih yang relevan dengan berbagai aplikasi teknologis lainnya.

Kehadiran proyek strategis ini juga menjadi magnet bagi regenerasi talenta muda di bidang sains, teknologi, rekayasa, dan matematika di Indonesia. Riset tingkat tinggi yang konsisten akan membuka peluang kerja sama akademis antara lembaga riset dengan berbagai perguruan tinggi nasional maupun internasional. Hal ini secara bertahap akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi era persaingan teknologi global.

Dengan target peluncuran pada tahun 2029, BRIN optimistis dapat menyelesaikan setiap tahapan krusial secara berkesinambungan. Dukungan fasilitas riset, penguatan kapabilitas peneliti, serta komitmen lintas sektor akan menjadi kunci utama dalam merealisasikan cita-cita Indonesia untuk menjadi pemain penting dalam peta teknologi antariksa kawasan regional maupun global pada masa mendatang.

TagS

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang