Cara Membuat Tandu Darurat Pramuka yang Kokoh untuk Evakuasi Medis

20 Juni 2026, 08:57 WIB

Keterampilan membuat tandu darurat menggunakan tongkat pramuka merupakan keahlian vital yang wajib dikuasai oleh setiap anggota kepanduan demi keselamatan evakuasi. Dalam situasi kritis seperti kecelakaan atau bencana alam, ketiadaan fasilitas medis modern menuntut kita untuk bergerak cepat memanfaatkan benda di sekitar. Memahami cara membuat tandu darurat dengan struktur yang kokoh dan teknik ikatan yang benar akan meminimalkan risiko cedera tambahan pada korban.

Tandu ini berfungsi sebagai alat untuk mengevakuasi korban kecelakaan atau bencana ke tempat perawatan yang lebih aman. Selain mempermudah mobilisasi, fasilitas darurat ini memberikan kenyamanan bagi korban luka saat dibawa ke posko kesehatan. Bahkan dalam skenario lapangan tertentu, struktur ini juga dapat digunakan untuk mengangkut barang milik korban agar tidak tertinggal di area bahaya.

Sebelum kita mempraktikkan perakitan di lapangan, penting bagi seorang praktisi untuk memahami jenis jenis tandu yang sering digunakan dalam dunia penyelamatan. Setiap jenis memiliki karakteristik, keunggulan, serta keterbatasan medan yang berbeda-beda tergantung pada kebutuhan di area evakuasi.

Tandu Spinal

Tandu spinal dirancang khusus dengan memiliki permukaan rata yang sangat kaku. Kelebihannya adalah dapat menjaga posisi tulang tetap benar atau tidak bergeser bagi korban patah tulang sekaligus memberikan kenyamanan optimal selama perjalanan.

Tandu Lipat

Model ini sangat praktis dibawa kemana saja karena bisa dilipat menjadi ukuran yang lebih ringkas. Karakteristik ringkas tersebut membuat tandu lipat biasa digunakan di pertandingan sepak bola atau ajang olahraga untuk penanganan cepat.

Tandu Sorong

Jenis ini dilengkapi dengan busa tebal dan kain pelapis sehingga sangat nyaman bagi pasien. Namun, kekurangannya adalah tidak bisa digunakan di semua tempat karena memiliki roda dan membutuhkan medan yang rata agar bisa berjalan.

Spesifikasi dan Ukuran Bahan Pembuatan Tandu Darurat

Berdasarkan standar keselamatan baku yang juga dilansir dari Medicalogy, kekuatan tandu sangat bergantung pada ketepatan dimensi material penopang. Menggunakan komponen yang terlalu pendek atau terlalu tipis akan membahayakan keselamatan korban yang dievakuasi.

Kesalahan umum yang saya lihat di lapangan adalah penggunaan tongkat acak yang tidak memenuhi standar baku. Hal tersebut membuat distribusi beban menjadi timpang dan berisiko patah saat diangkat.

Berikut adalah spesifikasi material wajib yang harus dipersiapkan sebelum mulai merangkai tali jaring:

  • Dua buah tongkat panjang berukuran panjang tongkat pramuka untuk membuat tandu darurat yaitu 160 cm.
  • Dua buah tongkat pendek berukuran panjang tongkat pendek untuk membuat tandu darurat yaitu 60 cm.
  • Dua utas tali pramuka standar berdiameter kuat dengan panjang yang cukup untuk anyaman jaring.

Guna mempermudah visualisasi komponen sebelum dirangkai, Anda dapat memperhatikan bagan acuan ukuran baku berikut ini.

Spesifikasi Ukuran Komponen Tandu Darurat Pramuka
Komponen Material Jumlah Spesifik Ukuran Panjang Baku
Tongkat Utama Panjang 2 buah 160 cm
Tongkat Penopang Pendek 2 buah 60 cm
Jarak Kesejajaran Tongkat 50 cm
Sisa Ujung Pegangan 25 cm
Jarak Antar-Simpul 25 cm

Langkah demi Langkah Cara Membuat Tandu dengan Tongkat Pramuka

Membuat struktur dragbar atau tandu darurat memerlukan konsentrasi tinggi agar bentukan jaring tidak longgar saat menerima beban tubuh manusia. Pastikan Anda mengikuti panduan berikut ini secara berurutan dan presisi tanpa melewatkan satu detail pun.

Dalam kasus yang sering saya temui, kerapian ikatan awal menentukan kekuatan akhir dari seluruh jalinan tali jaring tandu. Ikuti instruksi pengerjaan di bawah ini untuk memulai perakitan.

  1. Letakkan dua buah tongkat panjang secara sejajar di atas permukaan tanah yang rata dengan mengatur jarak kesejajaran antara dua tongkat panjang saat dirangkai sebesar 50 cm.
  2. Posisikan dua buah tongkat pendek secara melintang di ujung atas dan ujung bawah tongkat panjang, dengan memberikan jarak sisa pada masing-masing ujung tongkat panjang untuk pegangan pengangkat tandu kurang lebih 25 cm.
  3. Mulailah mengikat setiap sudut pertemuan tongkat menggunakan simpul palang yang diawali dengan simpul pangkal pada tongkat utama.
  4. Lilitkan tali secara kuat minimal sebanyak tiga hingga empat putaran pada tiang silang, lalu kunci lilitan tersebut dengan ikatan melingkar di antara kedua tongkat sebelum diakhiri kembali dengan simpul pangkal.
  5. Setelah kerangka utama berbentuk persegi panjang kokoh terbentuk, bentangkan tali utama untuk mulai membuat jaring penopang tubuh korban.
  6. Buatlah anyaman jaring dengan menerapkan rumus membuat tandu darurat pramuka yang menggunakan simpul jangkar pada sepanjang sisi kanan dan kiri tongkat panjang.
  7. Atur jarak antar-simpul jangkar pada pembuatan jaring tandu agar konsisten berada di sekitar 25 cm demi kenyamanan dan keamanan distribusi beban pasien.
  8. Tarik anyaman tali secara diagonal melintasi area tengah hingga membentuk pola anyaman belah ketupat atau jaring rapat yang kokoh.
  9. Kunci ujung tali terakhir pada sudut kerangka menggunakan simpul pangkal yang dimatikan agar ikatan tidak bergeser sedikit pun ketika menahan beban berat.
Cara Membuat Tandu dari Tongkat dengan Menggunakan Tali Pramuka | Diary Kak Joe Channel

Pemeriksaan Keselamatan Sebelum Proses Evakuasi Korban

Dari pengalaman saya menangani simulasi darurat, jangan pernah langsung menaikkan korban ke atas tandu yang baru saja selesai dirakit tanpa melalui uji beban terlebih dahulu. Kelalaian dalam pengujian sering kali berakibat fatal seperti tali jaring yang melorot atau kendur.

Sebelum mengangkat korban, mintalah salah satu anggota tim yang memiliki berat badan setara untuk melakukan uji coba tekanan di atas jaring. Amati apakah ada pergeseran pada simpul palang di setiap sudut kerangka emas tersebut.

Pastikan jarak sisa pegangan sebesar 25 cm di setiap ujung tongkat tetap bersih dari lilitan tali agar telapak tangan pengangkat dapat mencengkeram kayu penopang secara sempurna dan stabil.

Jika ditemukan anyaman jaring yang melorot hingga menyentuh tanah saat diberi beban, segera bongkar anyaman tengah dan kencangkan kembali ikatan simpul jangkar secara berkala. Keamanan serta keselamatan jiwa korban cedera sepenuhnya berada di atas kekuatan simpul jalinan tangan Anda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang