Kacamata Pintar Xiaomi Makin Tipis, Apakah Layak Menggantikan TWS Anda

20 Juni 2026, 11:23 WIB

Kacamata pintar Xiaomi kini hadir dengan desain yang semakin tipis dan menyamar sempurna layaknya kacamata optik biasa, membuat saya penasaran apakah perangkat wearable ini benar-benar siap menggeser peran earphone TWS harian Anda. Sebagai penikmat teknologi yang kritis, saya selalu skeptis dengan perangkat hibrida yang mencoba menggabungkan dua fungsi sekaligus. Namun, perkembangan teknologi audio open-ear belakangan ini membuat perangkat seperti kacamata pintar xiaomi menjadi komoditas yang sangat menarik untuk dibahas.

Saat pertama kali melihat spesifikasinya, perhatian saya langsung tertuju pada dimensi fisik yang ditawarkan oleh kacamata audio xiaomi mijia ini.

Masalah utama gawai wearable di wajah adalah bobot dan ketebalan gagang yang sering kali membuat telinga cepat lelah atau sakit.

Rahasia Pemangkasan Dimensi Fisik

Xiaomi berhasil melakukan reduksi ukuran yang cukup signifikan pada lini produk audio terbarunya. Struktur unibody yang digunakan mampu mengurangi lebar temple atau gagang sebesar 22% pada titik teramping dan 27% pada titik terlebar dibandingkan generasi pertama.

Efek dari pengurangan dimensi ini sangat terasa pada estetika visual, di mana orang lain tidak akan menyadari bahwa Anda sedang memakai gawai audio digital. Bagian tertipis dari gagangnya kini berukuran hanya 5 mm, sebuah pencapaian teknik yang patut diapresiasi untuk perangkat yang dijejali sirkuit elektronik.

Uji Ketahanan Engsel Piano-Wire

Fleksibilitas komponen mekanis menjadi krusial karena kacamata adalah benda yang paling sering dilepas dan dipasang sepanjang hari.

Pabrikan menggunakan material engsel piano-wire yang diklaim mampu bertahan hingga 15.000 kali tekukan tanpa mengalami penurunan elongasi atau kelonggaran.

Selain itu, untuk varian tertentu, engsel quick-release generasi kedua yang mereka sematkan tetap andal setelah melewati 2.000 kali uji lepas-pasang.

Desain ramping tanpa kompromi pada kekuatan mekanis menjadi fondasi krusial bagi perangkat wearable wajah agar nyaman dipakai berjam-jam.

Adu Spesifikasi Varian Xiaomi Mijia Smart Audio Glasses

Untuk memahami perbedaan kacamata pintar xiaomi gen 1 dan gen 2, kita harus membedah varian material dan jenis lensa yang disediakan.

Xiaomi tidak hanya merilis satu model universal, melainkan membaginya ke dalam beberapa kategori seperti Browline, Titanium, dan Pilot-style.

Berikut adalah visualisasi data spesifikasi teknis terstruktur dari lini kacamata audio pintar ini.

Perbandingan Spesifikasi Varian Kacamata Pintar Xiaomi Mijia
Parameter Spesifikasi Varian Titanium Varian Browline Varian Pilot-Style
Bobot Tanpa Lensa 27,6 g 33,4 g
Proteksi Sinar Biru 25% 25%
Proteksi Cahaya UV 99,9% hingga 99,99%
Jenis Lensa Bawaan Lensa Bening Lensa Bening Polarisasi TAC UV400
Sertifikasi IP Rating IP54 IP54 IP54

Melihat data di atas, varian Titanium menawarkan bobot yang sangat ringan, hanya 27,6 gram, yang sangat mendekati kacamata konvensional non-pintar.

Bagi saya, kenyamanan bobot ini adalah aspek paling krusial jika Anda berniat memakainya dari pagi hingga malam.

Kualitas Suara Ultrasonik SLS0820 Melawan Kebisingan Jalanan

Beralih ke sektor performa suara, kacamata pintar xiaomi mengandalkan komponen audio yang dirancang khusus untuk transmisi udara terbuka.

Teknologi open-ear mengharuskan gelombang suara diarahkan langsung ke lubang telinga tanpa menyumbat saluran pendengaran Anda.

Mekanisme Driver Suara Terarah

Perangkat ini menggunakan speaker ultrasonik SLS0820 yang dipadukan dengan algoritma struktur rongga suara mutakhir.

Tujuan utama dari arsitektur rongga ini adalah memastikan privasi panggilan Anda tetap terjaga dengan meminimalkan kebocoran suara ke sekitar. Dari pengamatan teknis saya, algoritma ini bekerja efektif pada volume di bawah 60% dalam kondisi ruangan kantor yang tenang. Namun, ketika dibawa ke area luar ruangan yang bising, suara frekuensi rendah atau bass akan terasa sangat tipis karena hambatan udara bebas.

Kemampuan Mikrofon Merendam Angin

Bagi yang mencari smart glasses terbaik untuk telpon, sektor perekaman suara menjadi parameter yang tidak boleh diabaikan.

Gawai ini dilengkapi dengan susunan 4 mikrofon bawaan yang bekerja secara simultan untuk menangkap vokal pengguna. Sistem mikrofon ini dibekali fitur ketahanan angin yang mampu meredam gangguan suara angin hingga kecepatan 4,5 m/s.

Ini membuat komunikasi suara tetap terdengar jernih oleh lawan bicara saat Anda sedang berjalan kaki atau berkendara santai.

Perbarui Wajah Anda | Ulasan Kacamata Pintar Xiaomi Mijia

Manajemen Daya dan Realita Kecepatan Pengisian Baterai

Fitur canggih tidak akan berguna jika gawai mati di tengah hari akibat manajemen daya yang buruk.

Pertanyaan seperti "bagaimana cara kerja kacamata pintar xiaomi dalam mengelola daya baterai ganda?" sering mengemuka dari calon pembeli.

Arsitektur Baterai Kasing Baja

Xiaomi menyiasati keterbatasan ruang pada gagang kacamata dengan menanamkan sepasang baterai kasing baja non-koaksial khusus berkapasitas 114mAh. Penggunaan dua baterai terpisah ini membantu mendistribusikan bobot secara merata di sisi kiri dan kanan kepala Anda. Model Smart Audio generasi baru ini sudah mendukung sistem pengisian cepat magnetis 2C yang efisien.

Arsitektur pengisian daya 2C ini memungkinkan sel baterai terisi penuh dari kondisi 0% hingga 100% hanya dalam waktu 1 jam.

Perbandingan Waktu Pengisian Antar Model

Jika kita menilik model lain dalam ekosistem Xiaomi, terdapat variabilitas performa pengisian daya yang cukup kentara. Sebagai contoh, varian yang menggunakan pengisian daya standar melalui port USB Type-C membutuhkan waktu hingga 2 jam untuk penuh. Sementara itu, model kacamata bertenaga AI yang dilengkapi kamera ultra-wide 12 megapiksel dan chip Qualcomm AR1 mencatatkan waktu isi ulang penuh dalam 45 menit.

Kecepatan pengisian magnetis 1 jam pada model audio standar ini menurut saya sudah sangat ideal untuk rutinitas harian yang padat.

Kekurangan Nyata yang Harus Anda Pertimbangkan

Memuji sebuah produk tanpa membeberkan kelemahannya adalah tindakan yang tidak jujur bagi seorang reviewer kawakan.

Meskipun kacamata pintar xiaomi ini memiliki banyak lompatan teknologi, ada beberapa keterbatasan fisik yang wajib Anda ketahui sebelum membeli.

  • Ketiadaan isolasi suara pasif membuat Anda harus menaikkan volume secara ekstrem di lingkungan bising, yang otomatis mempercepat kuras baterai.
  • Respons frekuensi rendah (bass) sangat kurang bertenaga jika dibandingkan dengan earphone TWS konvensional berukuran sebanding.
  • Sertifikasi proteksi IP54 hanya melindunginya dari percikan air ringan dan debu, sehingga perangkat ini haram dipakai berenang atau hujan lebat.
  • Lensa bawaan model Browline hanya memblokir 25% sinar biru, angka yang tergolong standar untuk penggunaan komputer intensif.

Keterbatasan-keterbatasan di atas menunjukkan bahwa teknologi kacamata pintar audio ini memang belum bisa menjadi perangkat pengganti audio primer Anda.

Rekomendasi Final untuk Ekosistem Kacamata Audio Nirkabel

Sebagai rekomendasi kacamata pintar murah bluetooth, jajaran produk audio dari Xiaomi ini menawarkan nilai fungsionalitas yang sepadan dengan harganya. Perangkat ini sangat cocok bagi para profesional yang sering melakukan panggilan telepon dalam kondisi bergerak tanpa ingin kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

Desain ultra-ramping dengan ketebalan gagang 5 mm dan bobot varian Titanium yang hanya 27,6 gram membuktikan eksekusi fabrikasi Xiaomi semakin matang. Jika fokus utama Anda adalah kenyamanan bertelepon dan perlindungan mata sehari-hari, gawai ini merupakan investasi yang masuk akal.

Namun, bagi para audiophile yang mendambakan kedalaman dentuman bass dan keheningan total lewat fitur peredam bising aktif, earphone TWS konvensional masih menjadi pilihan utama yang belum tergantikan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang