Review Xiaomi Book S 12.4 Mengapa Laptop Tablet Ini Begitu Dilematis

20 Juni 2026, 12:17 WIB

Review Xiaomi Book S 12.4 ini akan mengupas tuntas perangkat yang sempat memicu perdebatan sengit di kalangan pencinta gawai. Saat pertama kali diperkenalkan di pasar Eropa, laptop tablet xiaomi murah ini menjanjikan fleksibilitas tinggi dengan sistem operasi laptop xiaomi windows 11. Namun, apakah kombinasi ini benar-benar membawa solusi atau justru menciptakan kompromi baru bagi pengguna harian?

Saya melihat antusiasme besar ketika perangkat ini dirilis beberapa tahun lalu. Konsep rekomendasi laptop 2 in 1 murah memang selalu menarik perhatian karena menjanjikan fungsi ganda. Anda bisa menggunakannya sebagai tablet mandiri yang ramping, lalu mengubahnya menjadi mesin produktivitas dalam sekejap. Xiaomi mencoba mendisrupsi pasar yang selama ini didominasi oleh lini papan atas dengan alternatif yang lebih kompetitif.

Meskipun begitu, kita harus bersikap realistis dalam menilai perangkat berbasis arsitektur ARM ini pada tahun 2026. Ekspektasi tinggi sering kali berbenturan dengan keterbatasan ekosistem perangkat lunak yang ada saat ini. Mari kita bedah satu per satu aspek dari gawai ini untuk melihat apakah investasi Anda akan sepadan dengan fungsionalitas yang ditawarkan.

Ulasan Xiaomi Book S 12.4: Windows ARM atau Surface Pro 8? | My Next Tablet

Mengapa Desain Xiaomi Book S 12.4 Terasa Premium Tapi Berat?

Desain luar sering kali menjadi penentu pertama saat seseorang memilih sebuah perangkat portable. Xiaomi tidak setengah-setengah dalam merancang sasis fisik gawai ini. Ketika pertama kali memegangnya, kesan kokoh langsung terasa berkat material pilihan yang membungkus seluruh bodi.

Perangkat ini menggunakan material paduan aluminium-magnesium yang solid dengan kelir abu-abu gelap atau dark-grey. Pilihan warna ini memberikan aura profesional dan tidak mudah kotor oleh bekas sidik jari. Secara estetika, sasisnya terlihat sangat bersih dan minimalis tanpa banyak ornamen yang mengganggu pandangan mata.

Namun, aspek portabilitas dari laptop tablet xiaomi murah ini menyisakan catatan tersendiri bagi saya. Bobot tabletnya saja mencapai 720 gram dengan ketebalan berada di angka 8.95 mm. Jika Anda berencana menggunakannya sebagai tablet murni dalam waktu lama tanpa sandaran, tangan Anda pasti akan cepat merasa lelah.

Layar WQHD+ yang Memanjakan Mata

Sektor layar merupakan salah satu daya tarik utama yang paling menonjol dari perangkat ini. Sisi depan didominasi oleh layar sentuh LCD berukuran 12,4 inci yang terlihat sangat tajam. Ukuran yang tanggung ini terasa pas, tidak terlalu kecil untuk bekerja dan tidak terlalu besar untuk mobilitas.

Ketajaman layar ini disokong oleh resolusi WQHD+ berukuran 2560 x 1600 piksel dengan kerapatan mencapai 244 ppi. Format aspek rasio 16:10 yang diusungnya memberikan ruang vertikal lebih luas dibandingkan layar standar. Format ini sangat ideal untuk membaca dokumen panjang, berselancar di internet, atau menyusun lembar kerja.

Kualitas reproduksi warna juga tidak perlu diragukan karena sudah mendukung cakupan warna 100% DCI-P3. Tingkat kecerahan puncaknya mampu menyentuh angka 500 nits, membuat tampilannya tetap prima walau di bawah pencahayaan kuat. Pengalaman visual ini semakin disempurnakan dengan lapisan kaca pelindung Corning Gorilla Glass 3 untuk menangkal goresan ringan.

Beralih ke sektor dapur pacu, mesin utama yang menggerakkan perangkat ini adalah Qualcomm Snapdragon 8cx Gen 2. Chipset ini dibangun dengan proses manufaktur 7nm dan mengadopsi arsitektur 64-bit ARM yang berbasis dari generasi Snapdragon 865. Penggunaan prosesor mobile pada ekosistem desktop selalu menarik untuk dibahas secara kritis.

Qualcomm sendiri mengklaim bahwa prosesor ini memiliki performa yang lebih cepat pada konsumsi daya 7W TDP. Angka ini diklaim mengungguli prosesor Intel Core i5 Generasi ke-10 yang membutuhkan daya lebih besar sekitar 15W TDP. Di atas kertas, klaim efisiensi daya ini terdengar sangat menggiurkan untuk sebuah mesin komputasi harian.

Untuk mendukung pemrosesan data, Xiaomi menyematkan memori RAM berkapasitas 8GB LPDDR4X. Kapasitas penyimpanan internalnya dipatok pada angka 256GB yang bisa dibilang standar untuk kebutuhan dokumentasi. Jika ruang tersebut terasa sempit, Anda bisa memanfaatkan slot kartu microSD yang mendukung ekspansi kapasitas hingga 2TB.

Dilema Emulasi Windows 11 ARM

Performa hardware yang efisien sayangnya harus berhadapan dengan realita sistem operasi laptop xiaomi windows 11 berbasis ARM. Sistem operasi ini mengandalkan emulasi x86-64 untuk menjalankan aplikasi PC tradisional yang tidak dirancang secara native untuk arsitektur ARM. Di sinilah letak dilema terbesar dari penggunaan harian perangkat ini.

Aplikasi standar seperti peramban web modern dan paket produktivitas kantor memang berjalan dengan sangat mulus. Namun, ketika Anda mencoba memasang perangkat lunak warisan yang rumit atau aplikasi kreatif tertentu, penurunan performa akan terasa. Beberapa program bahkan menolak berjalan sama sekali karena ketidakcocokan arsitektur instruksi.

Pengalaman komputasi harian Anda akan sangat bergantung pada jenis perangkat lunak yang sering Anda gunakan. Jika tugas Anda hanya seputar mengetik, menonton video, dan komputasi ringan, keterbatasan ini tidak akan menjadi batu sandungan. Namun untuk kebutuhan profesional yang spesifik, emulasi ini masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar.

Detail Fitur Audio Kamera dan Konektivitas

Sebagai perangkat hybrid, sektor kamera dan audio dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan komunikasi jarak jauh atau rapat virtual. Kamera depan mengusung sensor beresolusi 5 MP yang sanggup merekam video hingga kualitas 1080p. Hasil tangkapan gambarnya tergolong jernih untuk ukuran kamera laptop pada umumnya.

Sementara itu, di bagian belakang terdapat kamera tunggal dengan resolusi 13 MP yang sudah dilengkapi fitur autofokus. Kehadiran kamera belakang ini cukup membantu saat Anda perlu memindai dokumen fisik secara cepat. Sektor audio didukung oleh speaker stereo ganda yang mampu menghasilkan suara lantang untuk menikmati konten multimedia.

Untuk penangkapan suara, Xiaomi menyematkan dual mikrofon yang didukung oleh teknologi Qualcomm Aqstic ECNS. Teknologi echo cancellation and noise suppression ini bekerja dengan baik dalam meredam suara bising di sekitar Anda. Suara percakapan saat rapat daring akan terdengar lebih fokus dan minim gangguan eksternal.

Sisi konektivitas fisik perangkat ini tergolong sangat minimalis demi mempertahankan ketipisan bodi. Anda hanya akan menemukan satu buah port USB-C yang multifungsi untuk pengisian daya serta output display hingga resolusi 4K Ultra HD. Selain itu, tersedia pula satu audio jack 3,5 mm dan satu slot kartu microSD di bagian tepi bodi.

Urusan jaringan nirkabel ditangani oleh modul Wi-Fi 5 (802.11ac) dan Bluetooth versi 5.1. Perlu dicatat bahwa untuk versi Eropa yang beredar ini, tidak ada opsi untuk konektivitas seluler menggunakan kartu SIM. Ketiadaan slot SIM card ini tentu sedikit mengurangi fleksibilitas bagi Anda yang sering bekerja di luar jangkauan Wi-Fi.

Perbandingan Spesifikasi dan Komponen Fisik

Untuk memudahkan Anda melihat gambaran utuh dari perangkat ini, mari kita rangkum seluruh komponen teknisnya. Data spesifikasi ini bersumber langsung dari dokumentasi resmi manufaktur tanpa ada perubahan nilai parameter.

Spesifikasi Teknis Utama Xiaomi Book S 12.4
Komponen Utama Spesifikasi Resmi
Prosesor Qualcomm Snapdragon 8cx Gen 2 (7nm)
Ukuran Layar 12,4 inci LCD Touchscreen
Resolusi Layar 2560 x 1600 piksel (16:10)
Memori RAM 8GB LPDDR4X
Penyimpanan 256GB (MicroSD hingga 2TB)
Kapasitas Baterai 4920 mAh
Daya Pengisian 65W Fast Charging GaN
Bobot Tablet 720 gram

Melihat tabel di atas, komponen yang disajikan sebenarnya cukup berimbang untuk sebuah laptop tablet xiaomi murah. Kapasitas baterai 4920 mAh diklaim sanggup menemani aktivitas memutar video hingga durasi 13,4 atau 14 jam. Pengisian ulangnya pun tergolong cepat berkat adapter GaN ultra-kompak berdaya 65W.

Kelebihan dan Kekurangan Xiaomi Book S 12.4

Setiap gawai pasti memiliki sisi positif dan kompromi yang harus diterima oleh calon penggunanya. Memahami kelebihan dan kekurangan xiaomi book s 12.4 secara objektif akan membantu Anda terhindar dari salah beli.

  • Kelebihan: Konstruksi bodi aluminium-magnesium yang sangat premium dan kokoh.
  • Kelebihan: Layar tajam WQHD+ dengan kecerahan tinggi 500 nits dan warna akurat 100% DCI-P3.
  • Kelebihan: Manajemen daya efisien dengan pengisian cepat 65W menggunakan charger GaN.
  • Kekurangan: Ekosistem Windows 11 ARM yang masih terbatas akibat isu kompatibilitas emulasi aplikasi.
  • Kekurangan: Bobot tablet 720 gram terasa berat untuk penggunaan genggam dalam durasi lama.
  • Kekurangan: Konektivitas fisik sangat minim dan tidak memiliki opsi seluler untuk mobilitas ekstrim.

Daftar poin di atas memperlihatkan dengan jelas bahwa perangkat ini bukanlah mesin serbaguna untuk semua orang. Aspek hardware yang menawan harus dibayar dengan keterbatasan di sektor kompatibilitas perangkat lunak desktop.

Pertimbangan Final Sebelum Membawa Pulang Perangkat Ini

Melalui review xiaomi book s 12.4 ini, saya menilai perangkat ini berada di posisi yang sangat unik sekaligus dilematis. Kualitas layar yang menakjubkan dan ketahanan baterai yang mumpuni menjadikannya mesin konsumsi media yang luar biasa. Desain fisiknya pun tidak kalah saing jika disandingkan dengan produk premium kompetitor.

Namun, kendala kompatibilitas aplikasi pada Windows 11 ARM menjadi ganjalan utama yang sulit diabaikan untuk produktivitas berat. Perangkat ini akan sangat cocok bagi Anda yang mencari rekomendasi laptop 2 in 1 murah untuk tugas komputasi ringan berbasis web. Pastikan alur kerja harian Anda tidak bergantung pada aplikasi spesifik x86 sebelum memutuskan untuk membelinya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang