Benarkah POCO Bukan Xiaomi? Simak Fakta Hubungan Kedua Brand Ini

20 Juni 2026, 18:33 WIB

Pertanyaan mengenai "apakah poco produk xiaomi" terus bermunculan di kalangan pencinta gadget tanah air hingga saat ini. Sebagai seorang reviewer yang mengikuti perkembangan industri ini sejak lama, saya melihat banyak konsumen yang masih kebingungan melihat posisi kedua merek ini di pasar. Ekspektasi awal banyak orang mengira bahwa POCO adalah entitas yang sepenuhnya asing dan tidak punya kaitan dengan raksasa teknologi asal Beijing tersebut.

Namun, realitanya tidak sesederhana itu karena ada ikatan sejarah dan operasional yang sangat kuat di antara keduanya. Untuk memahami fundamental kedua merek ini, kita harus kembali melihat sejarah pendirian mereka. Xiaomi sendiri merupakan perusahaan elektronik raksasa yang memiliki kantor pusat di Beijing, Cina, dan sudah dibangun sejak tahun 2010.

Sementara itu, POCO adalah produsen dan perusahaan telepon pintar asal Tiongkok yang awalnya merupakan sub-merek dari Xiaomi. Merek ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 untuk menyasar segmen yang menginginkan performa tinggi dengan harga miring.

Debut pertama brand ini ditandai dengan peluncuran Pocophone F1 atau POCO F1 yang dilakukan di India pada Agustus 2018.

Kehadiran perangkat perdana tersebut langsung mengguncang pasar karena menawarkan spesifikasi kelas atas dengan harga yang merusak pasar saat itu. Sejak saat itu, banyak orang mulai mencari tahu tentang "hp poco buatan mana" dan apa hubungannya dengan Xiaomi.

Status Independensi POCO yang Mengubah Peta Persaingan

Seiring berjalannya waktu, strategi bisnis korporasi mengalami perubahan besar untuk memperluas jangkauan pasar. Langkah mengejutkan terjadi pada 17 Januari 2020 ketika POCO India resmi menjadi perusahaan independen yang terpisah dari Xiaomi.

Langkah ini tidak berhenti di India saja karena pasar global pun segera menyusul penyesuaian struktur tersebut. Tepat pada 24 November 2020, POCO Global resmi menjadi perusahaan independen yang terpisah dari Xiaomi.

Secara korporat, status independen ini memberikan keleluasaan bagi mereka untuk menentukan arah kebijakan produk dan strategi pemasaran sendiri. Namun, apakah perpisahan ini membuat mereka benar-benar tidak memiliki hubungan sama sekali? Tentu saja tidak.

Apa Perbedaan Redmi dan Poco | GadgetIn

Bagaimana Operasional POCO di Indonesia Saat Ini?

Meskipun di tingkat global sudah dinyatakan sebagai perusahaan mandiri, kondisi di pasar lokal memiliki keunikan tersendiri. Di Indonesia, POCO dan Xiaomi berada di bawah Country Director yang sama.

Artinya, dari sisi struktur kepemimpinan tertinggi di tanah air, kedua merek ini masih berbagi payung yang sama. POCO memang beroperasi sendiri dalam hal pemasaran dan pembentukan citra merek demi menggaet konsumen berjiwa muda.

Namun, mereka masih berada di bawah naungan Xiaomi Indonesia untuk masalah operasional dan dukungan layanan purna jual. Jadi, jangan heran jika Anda membawa perangkat POCO yang rusak ke pusat servis resmi Xiaomi, karena mereka memang berbagi fasilitas layanan yang sama.

Alasan di Balik Kemiripan Produk Keduanya

Banyak konsumen sering bertanya-tanya, "kenapa hp poco mirip xiaomi" dalam berbagai aspek hardware maupun software? Jawabannya terletak pada efisiensi biaya produksi dan berbagi basis teknologi (resource sharing) yang lazim di industri otomotif maupun teknologi.

Dari sisi perangkat lunak, Xiaomi dan POCO sama-sama menggunakan MIUI sebagai antarmukanya. Meskipun pada perangkat POCO diberikan sentuhan khusus berupa POCO Launcher, fondasi sistem operasinya tetaplah MIUI yang dikembangkan oleh tim Xiaomi.

Penggunaan sistem operasi yang sama ini membuat pengalaman pengguna tidak jauh berbeda. Selain itu, kebijakan rebrand atau menggunakan desain hardware yang sama dari lini Redmi untuk pasar global juga menjadi alasan kuat mengapa kemiripan fisik sering terjadi.

Perbedaan Esensial yang Perlu Anda Pahami

Meskipun berbagi banyak hal di balik layar, penargetan konsumen untuk "beda xiaomi dan poco" tetap terlihat jelas dari strategi produk mereka. Pemisahan identitas ini sengaja dibuat agar kedua merek tidak saling mematikan di pasar.

Xiaomi kini lebih fokus menggarap pasar premium dengan teknologi kamera mutakhir dan desain yang lebih elegan. Di sisi lain, saudaranya difokuskan untuk memenuhi hasrat para pemain game dan pengguna yang memprioritaskan performa chipset di atas segalanya.

Berikut adalah tabel ringkasan perbandingan aspek fundamental antara kedua perusahaan berdasarkan fakta operasional yang ada.

Perbandingan Komparatif Aspek Operasional Xiaomi dan POCO
Aspek Perbandingan Xiaomi POCO
Tahun Berdiri 2010 2018
Lokasi Kantor Pusat Beijing, Cina Beijing, Cina
Status Korporasi Global Perusahaan Induk Perusahaan Independen
Sistem Antarmuka (UI) MIUI MIUI
Fasilitas Servis Indonesia Xiaomi Service Center Xiaomi Service Center

Melihat tabel di atas, jelas bahwa keterikatan keduanya masih sangat erat pada sektor teknis dan layanan pascapenjualan. Konsumen tidak perlu khawatir mengenai pemeliharaan perangkat karena jaringannya sudah sangat matang.

Kekurangan Strategi Berbagi Basis Teknologi

Sebagai reviewer yang kritis, saya melihat strategi independensi setengah matang ini juga memiliki sisi negatif yang merugikan konsumen. Salah satu kekurangan paling nyata adalah tumpang tindihnya varian produk yang dilepas ke pasar.

Sering kali, sebuah perangkat hanya berganti kulit luar atau desain modul kamera saja, tetapi membawa spesifikasi internal yang identik. Hal ini membuat calon pembeli bingung dalam menentukan pilihan karena perbedaan harga yang sangat tipis tidak mencerminkan perbedaan performa yang signifikan.

Selain itu, ketergantungan penuh pada pembaruan perangkat lunak MIUI dari tim utama membuat masalah bug atau keterlambatan update sering kali menular dari satu brand ke brand lainnya. Independensi yang digembar-gemborkan pada akhirnya terasa seperti strategi pemasaran belaka di atas kertas.

Pertimbangan Utama Sebelum Memilih Perangkat

Ketika dihadapkan pada pilihan "bagus poco atau xiaomi", keputusan akhir harus didasarkan pada kebutuhan spesifik harian Anda. Kedua brand memiliki kelebihan masing-masing yang disesuaikan dengan profil anggaran belanja pembeli.

  • Pilihlah lini Xiaomi jika Anda mencari keseimbangan fitur, kualitas layar, kemampuan kamera yang lebih matang, serta build quality yang terasa lebih solid di tangan.
  • Pilihlah lini POCO jika prioritas utama Anda adalah performa mentah untuk bermain game berat dengan budget yang terbatas, tanpa terlalu memedulikan hasil foto di kondisi low-light.

Secara personal, saya menilai langkah pemisahan merek ini berhasil menyelamatkan Xiaomi dari citra smartphone murah, sekaligus memberikan ruang bagi sub-brand tersebut untuk tampil lebih agresif merangkul komunitas gaming.

Fakta bahwa keduanya masih berbagi pusat servis resmi di Indonesia justru menjadi keuntungan besar bagi pengguna. Pembeli mendapatkan perangkat dengan performa tinggi tanpa perlu cemas memikirkan tempat perbaikan jika terjadi kerusakan di kemudian hari.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang