Kapan Umur Berapa Anak Bisa Berjalan dan Gimana Cara Tepat Melatihnya

22 Juni 2026, 00:50 WIB

Menyaksikan momen buah hati mengambil langkah pertamanya merupakan pencapaian emosional yang luar biasa bagi setiap orang tua. Pertanyaan mengenai "umur berapa anak bisa berjalan" sering kali memicu rasa penasaran sekaligus kecemasan, terutama saat membandingkan perkembangan anak sendiri dengan anak lainnya. Saya memahami betul bagaimana rasa tidak sabar sekaligus khawatir itu muncul di benak Anda sehari-hari.

Berdasarkan panduan skrining perkembangan anak Denver II, kebanyakan bayi sebenarnya sudah mampu berjalan tanpa bantuan di atas usia 12 bulan. Namun, proses menuju langkah pertama tersebut bukanlah hal instan yang terjadi dalam semalam. Ada serangkaian tahapan motorik kasar pra-berjalan yang harus dilalui oleh bayi secara bertahap dan matang sejak bulan-bulan awal kehidupannya.

Sebelum kita membahas mengenai cara melatih anak cepat jalan, penting bagi kita untuk memahami fondasi kekuatannya lebih dulu. Otot-otot tubuh bayi perlu dipersiapkan secara alami melalui fase-fase pergerakan yang berurutan.

Fase Duduk dan Menumpu Berat Tubuh

Perjalanan ini dimulai dari kemampuan bayi dalam mengendalikan posisi duduknya secara mandiri. Menurut data medis dari Siloam Hospitals, pada usia 3 bulan bayi umumnya mulai bisa duduk dengan bantuan, seperti berpegangan atau bersandar pada bantal.

Masih pada kisaran usia yang sama, tepatnya saat menginjak usia 3 bulan 3 minggu, buah hati mulai terlihat menggunakan kedua kaki untuk menumpu berat tubuhnya sendiri. Kemampuan menumpu ini menjadi sinyal awal bahwa kekuatan otot kaki bawahnya mulai berkembang.

Perkembangan ini berlanjut hingga usia 6 bulan, di mana anak umumnya sudah bisa duduk sendiri tanpa perlu ditopang lagi. Menjaga keseimbangan saat duduk tegak adalah latihan krusial bagi otot inti dan punggung atas anak.

Fase Merangkak dan Berdiri

Setelah menguasai posisi duduk, anak akan mulai mengeksplorasi perpindahan tempat secara horizontal. Berdasarkan data kronologis perkembangan dari Halodoc, fase merangkak umumnya terjadi pada rentang usia 6 hingga 10 bulan. Melalui aktivitas merangkak, koordinasi antara otak kiri dan kanan serta kekuatan sendi bahu dan pinggul anak akan semakin terasah tajam. Tak lama setelah nyaman merangkak, anak akan menunjukkan ketertarikan untuk bergerak secara vertikal.

Biasanya, perkembangan mengangkat tubuh untuk berdiri mulai dilakukan pada usia bayi 8 bulan. Anak akan memanfaatkan objek di sekitarnya untuk menarik tubuhnya ke atas. Berdasarkan catatan dari Hello Sehat, umumnya anak mulai bisa berdiri dengan berpegangan pada sesuatu di rentang usia 7 hingga 12 bulan. Sering kali mereka memanfaatkan jeruji tempat tidur atau kaki meja yang kokoh.

Langkah Kronologis Perkembangan Menuju Jalan Mandiri

Setiap anak memiliki kecepatan perkembangannya masing-masing, namun mereka tetap mengikuti pola garis waktu yang serupa. Pemahaman garis waktu ini penting agar Anda tidak memberikan target yang terlalu membebani fisik si kecil.

Tabel berikut merangkum tahapan kronologis pergerakan motorik anak berdasarkan data dari Halodoc, yang dapat Anda jadikan acuan untuk memberikan stimulasi yang sesuai.

Tahap Perkembangan Motorik Kasar Anak Menuju Berjalan Mandiri
Tahap Perkembangan Rentang Usia (Bulan)
Merangkak 6–10
Berdiri dengan bantuan 8–12
Berdiri sendiri 9–12
Melangkah dengan bantuan 9–12
Berjalan sendiri 12–18

Melihat tabel di atas, sangat jelas bahwa rentang berjalan mandiri secara penuh berada di angka 12 hingga 18 bulan. Oleh karena itu, jika muncul kekhawatiran seperti pertanyaan "bayi 12 bulan belum bisa jalan normal tidak?", jawabannya adalah masih dalam batas kategori normal.

Anak baru dikatakan mengalami keterlambatan yang perlu diwaspadai jika belum bisa berjalan sama sekali saat usianya sudah melewati 18 bulan. Di sinilah peran aktif Anda untuk memberikan stimulasi bayi belajar berjalan secara konsisten dibutuhkan.

Cara Tercepat untuk Membuat Anak Anda Bisa Berjalan Metode Berlayar | Teman Bumil dan Parenting

Metode Efektif untuk Memberikan Stimulasi Berjalan

Bagi saya, memberikan stimulasi bukan berarti memaksa anak untuk terus-menerus berdiri tegak hingga ia kelelahan. Stimulasi yang baik adalah stimulasi yang memanfaatkan naluri bermain alami mereka di lingkungan rumah.

Menciptakan Metode Cruising yang Aman

Metode cruising atau berlayar adalah kondisi di mana anak menggeser langkah kakinya sambil terus berpegangan pada perabotan rumah. Anda bisa menempatkan beberapa perabot yang stabil dan tidak mudah bergeser secara berdekatan.

Letakkan mainan favoritnya di ujung sofa untuk memancingnya menggeser tubuh. Pastikan seluruh sudut perabotan telah dipasang pelindung sudut yang empuk demi menjaga keamanan kepala anak saat ia kehilangan keseimbangan.

Melatih Keseimbangan Tanpa Alas Kaki

Sering kali orang tua terburu-buru membelikan sepatu bermotif lucu saat anak mulai belajar berdiri. Menurut saya pribadi, membiarkan anak belajar berjalan tanpa alas kaki di dalam rumah jauh lebih efektif.

Telapak kaki telanjang yang bersentuhan langsung dengan lantai akan mengirimkan sinyal sensorik yang kaya ke otaknya. Hal ini membantu anak merasakan tekstur permukaan, mengatur keseimbangan, dan memperkuat otot-otot kecil di telapak kakinya.

Menghindari penggunaan alas kaki kaku saat anak berada di dalam ruangan tertutup akan mempercepat pematangan refleks keseimbangan alami tubuhnya.

Bahaya Tersembunyi Penggunaan Baby Walker

Banyak orang tua zaman dulu yang masih menyarankan penggunaan alat bantu beroda demi kepraktisan. Namun, dunia medis modern kini dengan tegas mengingatkan tentang bahaya baby walker buat anak belajar jalan. Secara mekanis, alat beroda ini justru menghambat proses belajar berjalan yang sesungguhnya karena anak tidak mengaktifkan otot panggul dan pahanya secara benar.

Alat tersebut membuat anak bergerak dengan cara mendorong menggunakan ujung jari kaki mereka, bukan menapak penuh. Selain merusak postur berjalan alami, alat ini juga meningkatkan risiko kecelakaan yang fatal akibat kecepatan gerak roda yang sulit dikontrol oleh bayi. Anak bisa dengan mudah meluncur ke arah undakan tangga atau menjangkau benda-benda berbahaya di tempat tinggi.

Sebagai alternatif ganti yang jauh lebih aman, Anda dapat memberikan mainan push walker yang stabil. Mainan jenis ini menuntut anak untuk tetap menumpu beban tubuhnya sendiri pada kedua kaki sambil mendorong mainan ke depan secara aktif.

Membangun Keberanian Anak untuk Melangkah Sendiri

Masalah yang sering kali dijumpai di lapangan bukanlah kurangnya kekuatan fisik, melainkan rasa takut yang membayangi psikologis si kecil. Anak yang pernah mengalami jatuh agak keras biasanya cenderung trauma dan enggan mencoba kembali. Anda bisa menerapkan beberapa tips agar anak berani melangkah sendiri dengan cara berdiri di hadapannya dalam jarak yang sangat dekat, sekitar dua atau tiga langkah kaki saja.

Rentangkan kedua tangan Anda dengan wajah ceria, lalu panggillah namanya dengan nada yang menyemangati. Saat ia berhasil melangkah mendekat, berikan pelukan hangat dan pujian yang tulus atas usahanya tersebut. Jika ia terjatuh, usahakan Anda tidak merespons secara panik berlebihan agar anak tidak mengasosiasikan jatuh sebagai sebuah tragedi yang menakutkan.

Kunci utama dari seluruh proses ini adalah kesabaran, konsistensi, dan pengawasan yang ketat tanpa sikap protektif yang mengekang. Setiap anak memiliki waktu mekar yang berbeda, dan tugas kita adalah menyediakan ruang serta dukungan terbaik bagi proses tumbuh kembang alami mereka.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang