Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan status rangkap jabatan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga baru sekaligus Ketua Umum PSSI tidak melanggar aturan federasi sepak bola dunia tersebut.
Kepastian mengenai legalitas jabatan ganda ini didukung oleh surat resmi dari FIFA, seperti dilansir dari Papanskor pada Senin (22/9/2025). Regulasi internal FIFA diketahui hanya melarang adanya intervensi politik dan campur tangan pemerintah terhadap independensi federasi, namun tidak melarang seorang menteri olahraga memimpin asosiasi sepak bola nasional.
Dukungan terhadap posisi Erick Thohir disampaikan langsung oleh Gianni Infantino setelah ia menyelesaikan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Amerika Serikat pada Rabu (24/9/2025).
"That's okay (tidak masalah). Tentu saja tidak masalah. Bapak Erick Thohir sudah menunjukkan sejak lama bahwa beliau adalah sosok multitalenta. Ia bisa melakukan banyak hal dengan cara yang luar biasa," ujar Gianni Infantino, Presiden FIFA.
Gianni Infantino menilai rekam jejak kolega sekaligus anggota International Olympic Committee tersebut terbukti berhasil dalam mengelola federasi dan mengemban tanggung jawab pemerintahan secara simultan.
"Apa yang telah ia lakukan di federasi sepak bola, apa yang ia lakukan di pemerintahan, dan apa yang akan ia lakukan untuk olahraga di Indonesia. Ia juga rekan saya, anggota International Olympic Committee," sambung Gianni Infantino.
Pemimpin tertinggi FIFA tersebut menambahkan bahwa kepemimpinan visioner dari koleganya telah membawa dampak signifikan terhadap pengakuan global bagi olahraga Indonesia.
"Dan membawa Indonesia ke posisinya sekarang: sebuah negara yang kini disegani dan menjadi teladan," imbuh Gianni Infantino.
Di pihak lain, Erick Thohir mengonfirmasi bahwa surat keputusan resmi dari federasi internasional itu telah ia terima secara tertulis demi mencegah timbulnya benturan kepentingan.
"Saya dapat surat FIFA, yang menyatakan secara statuta dengan track record saya yang sudah ada selama ini di sepak bola itu tidak ada benturan kepentingan," jelas Erick Thohir, Menpora.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk bersikap adil dengan cara melakukan penataan ulang terhadap belasan cabang olahraga unggulan lain di luar sepak bola selama masa dinasnya.
"Jadi saya clean and clear, nah tentu sebagai Menpora saya jaga keseimbangan itu," imbuh Erick Thohir.
Dalam keterangan lebih lanjut, menteri yang baru dilantik tersebut menyatakan fokus kerjanya akan terbagi merata ke seluruh sektor olahraga nasional tanpa memberikan perlakuan khusus.
"Tidak mungkin saya sebagai Menpora, anak emasnya sepak bola, enggak. Anak emas saya nanti itu cabang olahraga unggulan yang 13 atau 14 cabor itu. Dan tentu olahraga yang lain, kami tata ulang," lanjut Erick Thohir.
Erick Thohir memastikan dirinya akan menyelesaikan masa bakti kepemimpinan di PSSI hingga tahun 2027 berdasarkan mandat dan kepercayaan yang diberikan oleh mitra internasional serta kepala negara.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada FIFA, atas kepercayaannya, dan Bapak Presiden juga, ketika pelantikan, juga bicara kepada saya secara langsung saya percaya Bapak Erick bisa menjalankan semua dengan baik," pungkas Erick Thohir.






