Promedia Teknologi Indonesia Gelar Mediapreneur Talks di Surabaya

22 Juni 2026, 09:16 WIB

Promedia Teknologi Indonesia sukses menyelenggarakan seminar jurnalistik Mediapreneur Talks di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025. Dilansir dari Papanskor, acara yang menjadi bagian dari roadshow "Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan" ini bertujuan memberikan wawasan bisnis media informasi kepada insan pers, pembuat konten, dan pengusaha media.

Surabaya menjadi kota kelima dari rangkaian roadshow enam kota di Indonesia yang diselenggarakan oleh Promedia. Sebelumnya, kegiatan serupa telah dilaksanakan di Semarang pada Oktober 2024, Palembang pada Desember 2024, Medan pada Januari 2025, dan Tangerang pada Juli 2025, dengan dukungan sponsor dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk.

Pengembangan media online arus utama dipacu melalui konsep gotong royong bersama para pemilik media dan jurnalis di seluruh tanah air. Promedia bertindak sebagai perusahaan teknologi dan konsultan yang menyediakan ekosistem pendukung lengkap.

"Promedia Teknologi Indonesia adalah perusahaan teknologi dan konsultan media. Kita kolaborasi membangun media online arus utama bersama para pemilik media dan jurnalis di seluruh Indonesia," ucap Agus Sulistriyono, CEO Promedia.

Langkah strategis ini mencakup penyediaan infrastruktur digital hingga skema pembagian pendapatan bagi mitra media. Dukungan berkelanjutan diberikan demi memastikan performa platform tetap optimal di ruang digital.

"Selain itu, Promedia memberikan support (dukungan) teknologi, infrastruktur, pelatihan, strategi dan monetisasi dengan mengusung konsep economic sharing atau gotong royong," lanjut Agus Sulistriyono, CEO Promedia.

Optimisme pengusaha media di Surabaya terus didorong agar adaptasi multiplatform dapat memperkuat identitas brand yang telah lama berdiri. Integrasi ke ranah digital dinilai menjadi solusi efektif dalam meningkatkan pendapatan industri pers.

"Mari bersama kita tingkatkan brand media lewat multi platform, meningkatkan revenue (pendapatan) lewat media online," ajak Agus Sulistriyono, CEO Promedia.

Keyakinan terhadap masa depan industri informasi tetap kokoh meskipun tantangan perubahan zaman terus membayangi para pelaku bisnis. Medium penyampaian berita diprediksi akan terus bertransformasi secara dinamis.

"Di tengah kegalauan para pengusaha media, saya punya keyakinan bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati, tapi mediumnya akan silih berganti," ungkap Agus Sulistriyono, CEO Promedia.

Perlindungan terhadap karya jurnalistik menjadi perhatian serius seiring maraknya komersialisasi konten tanpa izin di era digital. Komite Persusahan Turunan Pers dan Hak Cipta Jurnalistik (KTP2JB) bertugas mengawasi dan menindaklanjuti konten yang menyalahi regulasi pers.

“Kenapa? karena hari ini bisa saja semua orang akan mengambil atau menciptakan monetisasi dari karya para jurnalis,” jelas Guntur, Anggota KTP2JB.

Upaya memperjuangkan kesejahteraan industri media dirasa masih minim, terutama dalam menuntut insentif fiskal seperti pengurangan pajak penghasilan (PPh) untuk tahun 2026. Sektor lain justru lebih vokal dalam menyuarakan hak tersebut.

"Industri media tidak minta insentif ya? Bayangkan insentif tahun 2026 ke depan pengurangan PPh itu untuk ojol, untuk industri pariwisata, tapi media tidak,” terang Guntur, Anggota KTP2JB.

Kurangnya ruang diskusi publik mengenai kebutuhan insentif bagi wartawan disayangkan oleh pihak komite. Media yang seharusnya menjadi penyambung lidah masyarakat justru dinilai pasif menyuarakan kepentingannya sendiri.

“Sayangnya, media yang menguasai corong publik, tidak ada diskursus yang mengatakan, wartawan butuh insentif pengurangan PPh, tidak ada,” imbuh Guntur, Anggota KTP2JB.

Pihak komite mengingatkan seluruh pengelola media untuk memanfaatkan jalur pengaduan resmi yang melibatkan unsur Dewan Pers, kementerian, hingga pakar platform digital. Perbandingan posisi penting wartawan dengan profesi lain semestinya memicu respons yang lebih masif.

“Makanya saya suka sindir juga, memangnya wartawan tidak sama pentingnya atau tidak kalah penting, dibanding driver ojol, dan industri pariwisata? Intinya tidak disuarakan, coba cek di Google,” sebut Guntur, Anggota KTP2JB.

Rendahnya partisipasi media dalam melaporkan pelanggaran menjadi evaluasi penting selama satu tahun berjalannya komite. Laporan yang masuk sejauh ini masih sangat terbatas.

“Bahkan setahun kami berjalan, bisa dihitung dengan jari, teman-teman media yang membuat laporan pengaduan ke kami,” tambah Guntur, Anggota KTP2JB.

Potensi monetisasi di sektor periklanan digital di Indonesia menunjukkan tren positif bagi keberlangsungan industri media. Nilai belanja iklan diproyeksikan mengalami kenaikan yang cukup signifikan pada tahun 2025.

"Pertumbuhan iklan di Indonesia di tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,1 persen dengan nilai sekitar 4 juta dolar AS (setara Rp64,9 miliar dengan kurs Rp16.288)," terang Ilona Juwita, Co-Founder dan CEO ProPS.

Optimalisasi pendapatan tidak lagi hanya bertumpu pada produksi konten berkualitas, melainkan juga pada tata kelola data audiens. Pengalaman kunjungan pengguna yang tepat sasaran akan membuka peluang baru dalam ekosistem periklanan.

"Tidak hanya konten, pengelolaan data pelanggan menjadi sama pentingnya untuk memastikan pengalaman berkunjung yang tepat, dan peluang baru dalam monetisasi iklan," jelas Ilona Juwita, Co-Founder dan CEO ProPS.

Dukungan terhadap konsep kerja sama ini juga datang dari perwakilan legislatif daerah yang hadir dalam seminar tersebut. Kemitraan strategis dipandang sebagai instrumen vital bagi ketahanan media masa kini.

“Kita melihat CEO Promedia membuat event seperti ini, berkolaborasi dengan beberapa pihak yang lain, membahas tentang mediapreneur,” tutur Lia Istifhama, Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur.

Prinsip gotong royong yang diusung dalam acara ini diharapkan mampu mencetak ekosistem pers yang lebih sehat. Komitmen bersama menjadi fondasi utama dalam menghadapi disrupsi teknologi di masa mendatang.

“Promedia mengajak para jurnalis to membangun media di era sekarang menjadi lebih berkualitas dan berkelanjutan, yang kita lihat di sini, kunci utamanya yaitu kolaborasi,” tukas Lia Istifhama, Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang