Masih Bingung Cara Tarawih 8 Rakaat yang Sah Sesuai Sunnah Ini Panduannya

22 Juni 2026, 10:14 WIB

Mengetahui cara tarawih 8 rakaat yang sah sesuai sunnah menjadi kebutuhan penting bagi umat Muslim, terutama saat memasuki bulan suci Ramadan.

Melaksanakan shalat tarawih di rumah kini menjadi pilihan populer bagi banyak orang karena alasan fleksibilitas dan ketenangan dalam beribadah. Pertanyaan seperti "berapa rakaat sholat tarawih yang benar?" sering kali muncul di tengah masyarakat menjelang bulan puasa tiba.

Jumlah rakaat shalat tarawih sebenarnya sangat bervariasi di kalangan umat Islam, mulai dari 8 rakaat, 20 rakaat, hingga 36 rakaat. Keragaman ini merupakan hal yang lumrah dan didukung oleh berbagai pandangan ulama serta dalil yang valid.

Bagi Anda yang memilih formasi bilangan lebih ringkas, artikel ini akan mengupas tuntas tata cara tarawih di rumah untuk jumlah 8 rakaat beserta witirnya secara mendalam.

Pilihan untuk melaksanakan tarawih 8 rakaat memiliki landasan kuat yang merujuk langsung pada riwayat hadis tentang kebiasaan ibadah malam Rasulullah SAW.

Dalam catatan sejarah Islam, perbedaan jumlah rakaat terkadang memicu diskusi hangat di tingkat akar rumput. Berdasarkan laporan dari Islam NU, sempat terjadi perdebatan antarjamaah terkait perbedaan jumlah rakaat shalat tarawih hingga viral di media sosial, yang mengambil lokasi kejadian spesifik di area Masjid Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Peristiwa di Aceh Besar tersebut menjadi pelajaran berharga bagi umat Muslim untuk saling menghormati perbedaan paham fikih. Perbedaan tarawih 8 dan 20 rakaat menurut ulama seyogianya disikapi dengan bijak karena keduanya memiliki landasan dalil masing-masing.

Umat Islam perlu memahami bahwa esensi shalat tarawih adalah menghidupkan malam Ramadan dengan ibadah yang khusyuk, bukan sekadar berfokus pada kuantitas angka.

Jika kita meneliti aspek historis, dasar utama kelompok yang memilih bilangan 8 rakaat adalah hadis yang diriwayatkan oleh istri Nabi, Aisyah RA. Sumber Kitab Hadis Shahih al-Bukhari, juz: 7, hal: 134, no: 1874 secara spesifik menjelaskan mengenai jumlah rakaat shalat malam Rasulullah yang tidak pernah melebihi 11 rakaat, baik di dalam maupun di luar Ramadan.

Angka 11 rakaat tersebut dipahami oleh para ulama sebagai gabungan dari shalat tarawih sebanyak 8 rakaat dan dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak 3 rakaat.

Persiapan dan Niat Sholat Tarawih Sendiri di Rumah

Sebelum memulai ibadah, langkah awal yang paling krusial adalah memastikan kesucian diri dari hadas kecil maupun besar melalui wudu yang sempurna.

Berdasarkan pengalaman saya menemani jamaah dalam konsultasi ibadah, banyak orang merasa ragu untuk tarawih di rumah hanya karena belum menghafal niat yang panjang. Padahal, inti dari niat adalah kesengajaan di dalam hati untuk melakukan ibadah karena Allah SWT semata.

Lafaz Niat Tarawih untuk Sendirian

Bagi Anda yang terpaksa atau memilih beribadah tanpa jamaah, pastikan melafalkan niat sholat tarawih sendiri di dalam hati secara mantap sebelum takbiratul ihram.

Lafaz niatnya berbunyi: "Ushalli sunnatat-tarawihi rak'ataini lillahi ta'ala." Arti dari lafaz tersebut adalah saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta'ala.

Lafaz Niat Tarawih sebagai Makmum

Jika Anda melaksanakan shalat ini di rumah bersama keluarga dan bertindak sebagai pengikut imam, niatnya mengalami sedikit penyesuaian kata di bagian akhir.

Lafaz yang dibaca yaitu: "Ushalli sunnatat-tarawihi rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala." Kalimat ini menegaskan posisi Anda sebagai makmum yang mengikuti gerakan imam di depan.

Langkah Demi Langkah Cara Sholat Tarawih 8 Rakaat dan Witir

Secara teknis, pelaksanaan cara sholat tarawih 8 rakaat dan witir dilakukan dengan formasi dua rakaat untuk satu kali salam, yang diulang sebanyak empat kali.

Tuntunan resmi mengenai ibadah ini telah banyak diterbitkan oleh otoritas keagamaan demi menjaga kualitas ibadah masyarakat. Sebagai contoh, Buku Tuntunan Shalat Sunat Tarawih dan Witir oleh Kemenag Provinsi Jambi diterbitkan pada tahun 2021 yang menjadi salah satu acuan resmi bagi umat Islam.

Berikut adalah urutan panduan praktis yang bisa langsung Anda aplikasikan malam ini di rumah:

  1. Membaca niat shalat tarawih di dalam hati bersamaan dengan gerakan Takbiratul Ihram.
  2. Membaca doa Iftitah, dilanjutkan dengan Surat Al-Fatihah, dan membaca salah satu surat pendek dari Al-Qur'an.
  3. Melakukan Ruku' dengan tumakninah, lalu bangkit tegak melakukan I'tidal.
  4. Melakukan Sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan melakukan sujud kedua secara khusyuk.
  5. Bangkit berdiri untuk mengerjakan rakaat kedua dengan urutan gerakan yang sama persis seperti rakaat pertama.
  6. Duduk melakukan Tahiyyat Akhir setelah sujud kedua pada rakaat kedua, lalu mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri.
  7. Mengulangi seluruh proses di atas (poin 1 sampai 6) sebanyak empat kali urutan shalat sehingga total genap mencapai 8 rakaat.
Tata Cara Shalat Tarawih 8 Rakaat dan Witir 3 Rakaat | Mas Moedin

Setelah merampungkan seluruh paket 8 rakaat tersebut, ibadah malam Anda belum lengkap tanpa ditutup dengan shalat witir sebagai pengganjal jumlah rakaat hari itu.

Formasi Shalat Witir Penutup Tarawih

Shalat witir berfungsi sebagai ibadah penutup seluruh rangkaian aktivitas shalat sunnah yang dikerjakan pada malam hari tersebut.

Jumlah rakaat shalat witir umumnya dikerjakan sebanyak 3 rakaat oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Anda diberikan kebebasan untuk memilih formasi pelaksanaannya, yakni bisa dilakukan dengan 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam, atau menggunakan formasi pemisahan yaitu 2 rakaat di awal ditambah dengan 1 rakaat di akhir.

Niat Shalat Witir Formasi Dua Rakaat

Jika Anda memilih opsi memisah rakaat witir, maka shalat pertama yang dikerjakan adalah witir dua rakaat terlebih dahulu.

Lafaz niat untuk sesi ini adalah: "Ushalli sunnatal-witri rak'ataini lillahi ta'ala." Kerjakan dua rakaat ini hingga selesai salam seperti shalat sunnah pada umumnya.

Niat Shalat Witir Formasi Satu Rakaat

Setelah menyelesaikan salam pada sesi dua rakaat, Anda harus langsung berdiri lagi untuk menambah satu rakaat sisa sebagai penentu bilangan ganjil.

Lafaz niat untuk rakaat tunggal ini berbunyi: "Ushalli sunnatal-witri rak'atan lillahi ta'ala." Sesi ini diakhiri dengan tahiyyat dan salam akhir.

Perbandingan Ragam Jumlah Rakaat Berdasarkan Ketetapan Fikih

Variasi jumlah rakaat dalam shalat tarawih bukanlah produk modern, melainkan warisan ijtihad para ulama mazhab terdahulu yang memiliki validitas ilmiah tinggi.

Setiap wilayah Islam di belahan dunia memiliki kecenderungan mazhab yang memengaruhi jumlah rakaat yang dipraktikkan di masjid-masjid lokal mereka.

Di bawah ini adalah data ringkas mengenai pandangan para ulama besar terkait keragaman jumlah rakaat shalat tarawih:

Variasi Jumlah Rakaat Shalat Tarawih Berdasarkan Pandangan Ulama Mazhab
Ulama Pengaruh Jumlah Rakaat Tarawih Jumlah Rakaat Witir
Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abi Zaid al-Qairawani (wafat 386 H) 36 3
Imam Abu Zakaria an-Nawawi (wafat 676 H) 20 3
Kemenag Provinsi Jambi (Panduan Buku 2021) 8 3

Melihat lini masa di atas, tokoh besar seperti Imam Abu Muhammad Abdullah bin Abi Zaid al-Qairawani wafat pada 386 H, sedangkan Imam Abu Zakaria an-Nawawi wafat pada 676 H. Rentang waktu ratusan tahun ini menunjukkan bahwa diskusi fiqih tarawih telah matang sejak zaman klasik.

Tips Mengatasi Rasa Kantuk dan Malas Saat Tarawih Mandiri

Kesalahan umum yang sering saya lihat di tengah masyarakat adalah memaksakan diri shalat dengan ritme yang terlalu cepat demi mengejar durasi waktu.

Ketika melakukan tata cara tarawih di rumah sendirian, godaan terbesar yang sering datang menghampiri adalah rasa malas, jenuh, serta kantuk yang berat.

  • Hindari mengonsumsi makanan berat secara berlebihan saat berbuka puasa agar perut tidak begah dan memicu kantuk.
  • Pilihlah ruangan rumah yang memiliki sirkulasi udara baik dan pencahayaan yang cukup terang agar konsentrasi tetap terjaga.
  • Gunakan variasi surat-surat pendek Al-Qur'an yang berbeda di setiap rakaat agar pikiran tetap aktif berfokus pada bacaan shalat.

Melaksanakan shalat dengan tenang atau tumakninah jauh lebih utama daripada menyelesaikan banyak rakaat namun dengan gerakan yang tergesa-gesa tanpa penghayatan makna.

Pilihan untuk mengamalkan jumlah 8 rakaat memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperpanjang bacaan surat atau memperlama durasi sujud demi meraih kualitas kedekatan spiritual yang maksimal kepada Sang Pencipta.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang