Pemkot Surabaya Gelar Kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota 2025

22 Juni 2026, 20:31 WIB

Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota 2025 di Taman Bungkul mulai 3 hingga 5 Oktober mendatang, sebagai wadah pembinaan bagi para pencinta olahraga di Kota Pahlawan, seperti dilansir dari Papanskor.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya, Hidayat Syah menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian program Multi Event Piala Wali Kota.

“Yang pasti warga Surabaya ini kalau dibikin multi event seperti ini, masyarakatnya kan akan semakin ada wadah, karena kan selama ini ada yang hobi olahraga tapi tidak ada wadah. Nah, ini diberi wadah oleh Pak Wali Kota (Eri Cahyadi),” kata Hidayat.

Ajang panjat tebing ini berhasil menarik minat 248 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Jawa Timur, termasuk Kota Blitar, Kabupaten Lamongan, dan Kota Malang.

“Untuk kategorinya Lead sama Speed. Usianya rata-rata 11-15 tahun, mulai SMP hingga SMA,” ungkap Hidayat.

Pihak dinas memproyeksikan kejuaraan ini mampu menjaring bibit-bibit atlet baru yang potensial, baik untuk cabang olahraga panjat tebing maupun cabang olahraga lainnya di Surabaya.

“Ini kan menjadi sarana tempat memunculkan bibit-bibit baru dari Surabaya, dan kota lain. Jadi mereka bisa bertemu dan berkompetisi, mengukur kemampuan skillnya, setelah itu mereka punya kewajiban untuk meningkatkan skillnya, karena menjadi juara kan harus meningkatkan skillnya,” ujarnya.

Sementara itu, Bidang Pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Surabaya, Karyanto menilai kejuaraan ini menjadi stimulus penting bagi anak-anak agar lebih giat berlatih di tengah ketatnya persaingan daerah.

“Surabaya ini barometernya panjat tebing, akan tetapi kompetitornya juga masih banyak, seperti dari Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Probolinggo kalau di kategori speed,” kata Karyanto.

Karyanto menambahkan bahwa minat generasi muda di Surabaya terhadap olahraga ini sangat tinggi, bahkan sudah dimulai sejak usia dini.

“Standarnya anak-anak TK sudah boleh. Jadi minimal usia 6 tahun,” pungkas Karyanto.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang