Banyak yang Mengira Kembar Ini Alasan Mengapa POCO dan Xiaomi Berbeda

23 Juni 2026, 02:58 WIB

Banyak dari Anda yang sering bertanya mengenai status hubungan yang sebenarnya antara dua raksasa teknologi asal Cina ini. Pertanyaan warga seperti "beda xiaomi dan poco" kerap muncul di berbagai forum teknologi karena spesifikasi keduanya sering terlihat mirip namun membawa label harga yang berbeda jauh. Saya sering melihat konsumen terjebak dalam kebingungan saat memilih perangkat di toko offline maupun online.

Mereka mengira membeli POCO berarti membeli produk yang seratus persen sama dengan Xiaomi, padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Sebagai reviewer yang telah mengikuti perkembangan industri ini sejak lama, saya akan mengupas tuntas realita hubungan mereka. Saya akan memberikan analisis kritis berbasis fakta sejarah, segmentasi harga, hingga spesifikasi komponen riil yang mereka gunakan di pasar.

Untuk memahami fundamental kedua merek ini, kita harus melihat kembali linimasa pendirian mereka. Perusahaan Xiaomi didirikan pada tahun 2010 sebagai perusahaan elektronik yang beroperasi dengan kantor pusat di Beijing, Cina.

Dalam perjalanannya, Xiaomi melahirkan sub-merek untuk menyasar target pasar yang lebih spesifik agar tidak mengaburkan citra merek utama mereka. Seri Redmi diperkenalkan pertama kali pada tahun 2013 sebagai sub-merek dengan nama Xiaomi Redmi untuk menguasai pasar kelas bawah. Barulah pada Agustus 2018, POCO memulai debutnya dan memasuki pasar smartphone Android sebagai sub-brand dari Xiaomi. Langkah awal ini ditandai melalui peluncuran produk pertamanya yang sangat fenomenal pada masa itu, yaitu Pocophone F1.

Babak Baru Kemandirian Merek di Pasar Global

Hubungan sebagai sub-merek ternyata tidak bertahan selamanya karena strategi bisnis yang menuntut fleksibilitas lebih tinggi. Setelah Redmi memisahkan diri dari Xiaomi sebagai anak perusahaan tersendiri pada Januari 2019, langkah serupa diikuti oleh POCO. Tercatat pada 17 Januari 2020, POCO India resmi memisahkan diri dari Xiaomi dan berdiri menjadi perusahaan atau brand independen. Langkah strategis ini diambil untuk memberikan keleluasaan dalam menentukan kebijakan produk dan pemasaran lokal.

Tidak berhenti di wilayah India saja, gelombang kemandirian ini berlanjut ke skala yang lebih luas beberapa bulan setelahnya. Pada 24 November 2020, POCO Global resmi menjadi perusahaan independen, yang kemudian diikuti oleh POCO Indonesia. Sementara itu, induk mereka juga melakukan reposisi citra merek yang cukup besar untuk mempertegas kelas produk. Pada tahun 2021, perusahaan Xiaomi menggunakan nama "Xiaomi" secara resmi sebagai lini produk utama penerus sub-merek "Xiaomi Mi".

Arti Sebenarnya dari Nama Ponsel Xiaomi Mi Redmi POCO T Note | Bahas Tech

Menjawab Pertanyaan Dasar Mengenai Tempat Produksi Perangkat

Meskipun sudah menyatakan diri sebagai brand independen, banyak konsumen yang masih penasaran mengenai sisi operasional mereka. Pencarian tentang "hp poco buatan mana" menjadi bukti nyata bahwa publik masih meragukan kemandirian manufaktur mereka.

Secara administratif dan kepemilikan saham, POCO memang sudah memiliki manajemen yang terpisah dari struktur utama Xiaomi. Namun, untuk urusan fasilitas produksi, rantai pasokan komponen, hingga pusat penelitian dan pengembangan, POCO masih berbagi infrastruktur dengan Xiaomi.

Artinya, basis perakitan utama mereka tetap berada di bawah ekosistem manufaktur raksasa milik Xiaomi yang berpusat di Cina. Jadi, jika melihat komponen fisik di dalam perangkat, Anda masih akan menemukan tanda-tanda ketergantungan yang kuat pada pabrik induknya.

Kenapa HP POCO Murah Tapi Spesifikasi Tinggi

Ini adalah misteri terbesar yang sering membuat konsumen heran sekaligus curiga dengan kualitas produk yang ditawarkan. Ungkapan rasa penasaran seperti "kenapa hp poco murah tapi spesifikasi tinggi" seolah menjadi label yang melekat erat pada brand ini.

Menurut analisis saya, rahasia di balik strategi harga ini terletak pada pemangkasan biaya operasional non-teknis. POCO sangat memprioritaskan performa mesin di atas segalanya, seperti penggunaan chipset bertenaga tinggi, namun mengorbankan sektor keindahan desain.

Mereka memangkas biaya dengan menggunakan material bodi plastik polikarbonat, alih-alih kaca atau aluminium premium seperti lini utama Xiaomi. Selain itu, strategi pemasaran mereka yang sangat bertumpu pada penjualan online membuat mereka bisa memotong margin keuntungan untuk distributor fisik.

Filosofi POCO adalah memberikan performa mentah yang maksimal untuk setiap rupiah yang dikeluarkan pengguna, meskipun harus mengorbankan kemewahan visual.

Menakar Perbedaan Karakteristik Antara Redmi dan POCO

Bagi konsumen yang memiliki dana terbatas, kebingungan sering bergeser pada pilihan di kelas entry-level hingga menengah. Pertanyaan seperti "bagus poco atau redmi" atau "apa bedanya hp redmi dan xiaomi" menjadi perdebatan yang tidak ada habisnya.

Lini Redmi didesain sebagai perangkat harian yang seimbang untuk kebutuhan multimedia, daya tahan baterai, dan fungsi dasar ponsel. Sementara itu, POCO lebih condong pada pengguna yang gemar bermain game atau membutuhkan pemrosesan data yang cepat.

Redmi biasanya menawarkan setup kamera yang sedikit lebih matang untuk kebutuhan fotografi harian kelas menengah. Di sisi lain, POCO mungkin menawarkan performa visual layar dengan refresh rate tinggi namun dengan sensor kamera yang kualitasnya biasa saja.

Klasifikasi Segmentasi Pasar dan Struktur Harga Terkini

Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai struktur produk yang beredar saat ini, kita harus melihat klasifikasi resmi mereka. Dilansir dari Gadgetren, kedua brand ini membagi lini produk mereka ke dalam beberapa tingkatan harga yang terstruktur.

Berdasarkan data kompilasi dari Pricebook dan Carisinyal, kita dapat melihat peta persaingan internal yang sengit. Lini produk mereka sengata dibuat tumpang tindih pada rentang harga tertentu untuk menjaring variasi kebutuhan konsumen.

Berikut adalah perbandingan segmentasi pasar dan rentang harga resmi dari masing-masing seri yang dapat menjadi acuan belanja Anda.

Perbandingan Segmentasi dan Rentang Harga Lini Produk Ekosistem Xiaomi
Merek dan Seri Produk Klasifikasi Kelas Rentang Harga Resmi
Seri Redmi (Angka) Entry-Level Rp1 jutaan – Rp2 jutaan
Seri POCO C Entry-Level Mulai dari Rp2 jutaan
Seri Redmi Note Mid-Range Rp2 jutaan – Rp4 jutaan
Seri POCO M Mid-Range Mulai dari Rp3 jutaan

Kekurangan Nyata yang Harus Anda Pertimbangkan

Sebagai reviewer yang kritis, saya tidak akan hanya memuji kelebihan spesifikasi di atas kertas saja. Membeli perangkat POCO atau Redmi dengan harga miring tentu menuntut Anda untuk menerima beberapa kompromi yang cukup mengganggu.

Kekurangan utama yang paling sering dikeluhkan adalah optimalisasi sistem antarmuka pengguna yang terkadang dipenuhi oleh iklan bawaan. Selain itu, manajemen suhu pada seri performa tinggi seperti POCO sering kali kurang optimal, sehingga ponsel cepat terasa panas saat bekerja keras.

  • Bahan material bodi yang didominasi plastik rentan terhadap goresan dan terasa kurang mewah saat digenggam.
  • Dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang sering kali tidak secepat lini premium Xiaomi utama.
  • Kualitas tangkapan kamera pada kondisi minim cahaya cenderung menghasilkan banyak noise visual yang mengganggu.

Panduan Memilih Perangkat yang Paling Tepat

Bila Anda lebih memprioritaskan performa gaming murni, kecepatan respons layar, dan efisiensi dana, maka POCO adalah opsi terbaik. Karakter perangkat ini sangat cocok untuk anak muda atau komunitas gamer yang tidak terlalu peduli dengan estetika bodi fisik.

Namun, jika Anda mencari kenyamanan pakai jangka panjang, stabilitas kamera harian, dan layanan purnajual yang lebih luas, lini Redmi atau Xiaomi utama jauh lebih matang. Lini tersebut dirancang untuk pengguna umum yang menginginkan keseimbangan fitur tanpa performa yang ekstrem.

Pilihan akhir berada di tangan Anda setelah menimbang semua faktor performa, material, dan harga yang telah dibahas. Pastikan Anda membeli varian resmi yang sesuai dengan kebutuhan produktivitas harian agar investasi gadget Anda tidak berujung pada kekecewaan.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang