Artikel ini membahas cara menghilangkan rasa suka melalui pendekatan ilmiah dan psikologis yang terbukti secara klinis untuk memulihkan kesehatan emosional Anda.
Perasaan tertarik atau menyukai seseorang adalah proses biologis yang kompleks dan melibatkan berbagai aktivitas saraf. Ketika emosi tersebut tidak lagi sejalan dengan realitas, langkah mitigasi yang tepat sangat diperlukan.
Sains menunjukkan bahwa ketertarikan emosional bukanlah sekadar urusan hati, melainkan hasil kerja keras dari sistem saraf pusat manusia.
Saat seseorang jatuh cinta, otak melepaskan hormon dopamin, oksitosin, dan adrenalin yang memicu kebahagiaan, euforia, serta motivasi akan masa depan. Pelepasan neurotransmiter ini menciptakan efek adiktif yang membuat Anda selalu ingin berada di dekat orang tersebut.
Sebaliknya, jatuh cinta dapat menurunkan kadar serotonin, yaitu neurotransmiter di dalam otak yang memengaruhi suasana hati (mood), kemampuan belajar, hingga reaksi tubuh. Penurunan emosi ini sering kali memicu obsesi atau pikiran yang berulang-ulang mengenai target sasarannya.
Kondisi akan menjadi lebih rumit apabila hubungan tersebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama karena adanya keterlibatan struktur otak yang lebih dalam.
Otak cenderung mengaktifkan bagian ganglia basal saat seseorang sudah menjalin hubungan romantis cukup lama. Bagian otak ini berfungsi mendorong keterikatan dan perasaan memiliki satu sama lain.
Ketika hubungan tersebut harus berakhir atau rasa suka itu tidak terbalas, terjadi gejolak hormonal yang drastis di dalam tubuh.
Saat seseorang ditinggalkan oleh orang yang dicintai, otak merespons dengan melepaskan hormon kortisol yang menjadi penyebab stres dan ditandai dengan kesedihan mendalam. Lonjakan kortisol yang tidak terkendali ini dapat memengaruhi sistem imunitas dan memicu gangguan tidur.
Pelepasan hormon stres pasca-kehilangan secara mendadak menyerupai fase putus zat pada proses adiksi, sehingga memerlukan penanganan emosional yang terukur.
Dampak galau dapat terasa lebih mendalam pada seseorang yang menerima love bombing atau pemberian kasih sayang secara berlebihan dari pasangannya. Pola manipulatif ini menciptakan ekspektasi tinggi yang mempersulit proses pelepasan emosi negatif.
Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan jika dinamika emosional ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari atau memicu gejala depresi.
Cara Menghilangkan Rasa Suka Menurut Praktisi Psikologi
Melupakan seseorang memerlukan strategi kognitif yang sistematis agar otak dapat melakukan rekalibrasi emosional secara optimal.
Strategi Mengingat Aspek Negatif
Salah satu metode yang sering dibahas dalam konseling psikologis adalah mengubah fokus perhatian dari memori indah ke realitas yang lebih objektif.
Ikhsan Bella Persada, M.Psi selaku Psikolog dari KlikDokter menyatakan bahwa setiap orang punya cara masing-masing untuk melupakan seseorang, termasuk dengan mengingat keburukan mantan. "Kalau memang cara itu dirasa bisa menghilangkan rasa cinta, sah saja untuk dilakukan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ikhsan Bella Persada, M.Psi menjelaskan bahwa cara tersebut banyak digunakan agar seseorang sadar bahwa mantannya tidak sebaik yang diharapkan, karena jika yang diingat hanya kenangan manis, proses melupakan akan sulit.
Namun, penerapan metode ini harus tetap memiliki batasan yang ketat agar tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.
Ikhsan Bella Persada, M.Psi mengingatkan bahwa cara ini menjadi tidak normal dan tidak sehat jika keburukan mantan atau konflik yang terjadi disebarkan kepada orang lain, terutama melalui media sosial. "Mencari dukungan publik untuk move on itu tidak perlu, cukup diri sendiri," tegasnya.
Pembatasan Stimulus Emosional
Langkah mutlak berikutnya adalah memutus rantai pasokan dopamin yang dipicu oleh kehadiran orang tersebut, baik secara fisik maupun digital.
Mengurangi interaksi langsung secara bertahap terbukti membantu otak menurunkan aktivitas pada ganglia basal yang mendasari rasa kepemilikan. Proses ini dikenal sebagai dekondisiyonal dalam psikologi perilaku.
Perbandingan Respons Otak dalam Fase Hubungan
Untuk memahami mengapa menghilangkan rasa suka membutuhkan waktu, berikut adalah visualisasi aktivitas zat kimia di otak pada berbagai fase emosional:
| Fase Hubungan | Dopamin & Oksitosin | Serotonin | Kortisol |
|---|---|---|---|
| Awal Jatuh Cinta | Meningkat Tinggi | Menurun | Normal |
| Hubungan Jangka Panjang | Stabil Tinggi | Normal | Normal |
| Fase Patah Hati / Putus | Menurun Drastis | Rendah | Meningkat Tinggi |
Data di atas menunjukkan bahwa penurunan drastis pada hormon kebahagiaan serta lonjakan hormon stres adalah penyebab utama mengapa proses melupakan terasa berat secara fisik.
Langkah Regulasi Emosi Secara Mandiri
Selain pendekatan kognitif, beberapa aktivitas fisik dan mental dapat membantu mempercepat pemulihan kadar neurotransmiter di dalam otak.
- Melakukan olahraga aerobik secara teratur untuk memicu pelepasan endorfin alami.
- Menulis jurnal ekspresif guna menuangkan emosi tanpa melibatkan pihak luar.
- Mempelajari keterampilan baru untuk mengalihkan fokus ganglia basal dari objek masa lalu.
- Menerapkan higienitas tidur yang ketat demi menekan produksi kortisol berlebih.
Apabila langkah-langkah mandiri di atas belum mampu meredakan kecemasan atau jika muncul kecenderungan perilaku destruktif, segera cari bantuan profesional.
Bantuan dari psikolog atau psikiater dapat memberikan terapi perilaku kognitif (CBT) yang terstruktur untuk membantu restrukturisasi pola pikir Anda secara sehat dan aman.







