Peluang membawa pulang medali emas beregu putri dari cabang olahraga bulutangkis SEA Games 2025 di Thailand kini terbuka lebar bagi tim Indonesia. Seperti dilansir dari Papanskor, tim putri bulutangkis Indonesia dijadwalkan bertanding dalam babak final beregu melawan tim tuan rumah, Thailand, pada pukul 10.00 WIB. Pertandingan penentu ini menjadi momen ulangan final SEA Games 2023 di Kamboja, saat Indonesia harus puas dengan medali perak setelah takluk 0-3 dari Thailand.
Datang dengan motivasi revans, skuad Merah Putih kini diperkuat oleh kombinasi pemain berpengalaman yang memiliki rekam jejak performa positif sepanjang tahun ini.
Thailand sendiri turun dengan kekuatan penuh di hadapan pendukungnya, termasuk mengandalkan pemain pilar seperti Ratchanok Intanon dan Pornpawee Chocuwong. Kendati demikian, format final beregu yang memainkan total lima partai (tiga tunggal dan dua ganda) dinilai tetap memberikan celah keuntungan bagi Indonesia untuk membalikkan keadaan di Chiangmai.
Berdasarkan data resmi dari akun PBSI, tim Indonesia mempertahankan susunan pemain terbaiknya seperti ketika menumbangkan Malaysia di fase semifinal, dengan hanya melakukan satu rotasi pada sektor tunggal ketiga. Partai pembuka akan langsung mempertemukan tunggal putri Putri Kusumawardani dengan Pornpawee Chocuwong, yang sekaligus menjadi duel antara peringkat 7 dunia melawan peringkat 6 dunia.
Laga ini menjadi pertemuan ke-10 bagi kedua atlet, di mana Putri mengemban misi besar untuk memperbaiki rekor pertemuan yang saat ini masih tertinggal 1-8 dari sang lawan. Pada partai kedua, sektor ganda putri Indonesia diwakili oleh Febi Setianingrum/Rachel Allesya Rose yang bakal menantang pasangan kombinasi baru Thailand, Benyapa Aimsaard/Supissara Paewsampran. Pertandingan ini menjadi laga perdana bagi kedua pasangan, dan Febi/Rachel yang memegang modal juara Australia Open 2025 diharapkan mampu mengamankan poin kemenangan.
Selanjutnya pada partai ketiga, Gregoria Mariska memikul tugas berat melawan pemain senior Thailand, Ratchanok Intanon, dalam pertemuan ke-14 mereka yang sejauh ini masih didominasi Ratchanok dengan keunggulan 10-3.
Untuk partai keempat, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilyssa Trias Puspitasari dijadwalkan berhadapan dengan duet Omnicha Jongsathapornparn/Jhenica Sudjaipraparat. Sementara pada partai pamungkas, Ni Kadek Dhinda akan menjalani debutnya di SEA Games 2025 dengan langsung menantang pemain berpengalaman, Supanida Katethong. Sesuai dengan regulasi pertandingan beregu, laga keempat dan kelima tidak akan dilanjutkan apabila salah satu tim sudah berhasil mengamankan keunggulan mutlak dengan skor 3-0 atau 3-1.
Misi Akhiri Puasa Gelar Sejak 2007
Indonesia tercatat sudah cukup lama tidak mencicipi podium tertinggi untuk nomor beregu putri SEA Games, setelah terakhir kali diraih pada edisi 2007 lewat kemenangan 3-2 atas Singapura.
Imam Tohari selaku pelatih tunggal putri pelatnas bulu tangkis Indonesia memberikan pandangan taktisnya terkait kekuatan lini tunggal putri tuan rumah yang dinilai akan membuat jalannya laga berlangsung ketat. "Melawan Thailand besok di final, kita tahu-tahu juga lawannya. Ada Pornpawee (Chochuwong), Ratchanok (Intanon), atau Supanida Katethong.
Cukup kuat. Tapi, kan, ini pertandingan beregu, saya berharap tunggal pertama dan tunggal kedua ini bisa mengambil poin buat tim," kata Imam melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, Selasa (9/10).
Kemenangan pada dua sektor tunggal di awal pertandingan menjadi kunci krusial bagi skuad Indonesia, mengingat salah satu pasangan ganda putri diproyeksikan memiliki peluang besar untuk mendulang poin penentu kemenangan.







