Rahasia Ilmuwan Menimbang Planet Cara Menghitung Berat Bumi dengan Rumus Fisika

23 Juni 2026, 22:11 WIB

Mengetahui bagaimana cara menghitung berat bumi menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah ilmu pengetahuan modern manusia. Banyak orang keliru mengira bahwa para peneliti meletakkan planet ini di atas timbangan raksasa untuk mengetahui bobotnya yang masif. Secara teknis, para ilmuwan sebenarnya tidak mengukur "berat" melainkan mencari tahu berapa massa bumi yang sebenarnya menggunakan hukum fisika universal.

Dalam dunia sains, terdapat perbedaan mendasar antara istilah berat dan massa yang sering kali disalahpahami oleh masyarakat awam.

Berat adalah gaya yang dihasilkan oleh tarikan gravitasi terhadap suatu benda, sehingga nilainya bisa berubah tergantung di mana benda tersebut berada. Sebagai contoh nyata, kenapa berat benda di bulan lebih ringan jika dibandingkan saat benda tersebut ditimbang di permukaan bumi kita?

Fenomena tersebut terjadi karena gaya gravitasi di Bulan hanya sepertujuh atau satu per enam dari gaya gravitasi di planet Bumi. Massa bersifat mutlak dan konstan di mana pun objek tersebut berada karena menunjukkan jumlah materi yang terkandung di dalam objek.

Oleh karena itu, saat membahas total materi planet kita, para ilmuwan sebenarnya sedang melakukan perhitungan matematis untuk rumus mencari massa bumi.

Sejarah Penemuan Henry Cavendish tentang Gravitasi

Upaya untuk menimbang planet ini secara akurat tidak lepas dari eksperimen laboratorium legendaris yang dilakukan pada akhir abad ke-18.

Metode cerdas mengenai cara ilmuwan menimbang bumi pertama kali dirintis lewat penemuan henry cavendish tentang gravitasi pada tahun 1797 silam. Henry Cavendish memanfaatkan peralatan canggih berupa neraca puntir untuk mengukur gaya tarik-menarik yang sangat lemah di antara bola-bola timbal. Melalui eksperimen presisi tersebut, Cavendish berhasil menghitung nilai Konstanta Gravitasi ($G$) untuk pertama kalinya dalam sejarah sains dunia.

"Segala sesuatu yang bermassa mempunyai gaya gravitasi, yang berarti setiap dua benda akan selalu mempunyai gaya di antara keduanya."

Pernyataan ilmiah di atas disampaikan oleh Stephan Schlamminger, seorang ahli metrologi dari Institut Standar dan Teknologi Nasional AS.

Dengan mengetahui nilai konstanta tersebut, para ilmuwan setelahnya dapat dengan mudah memecahkan teka-teki besar mengenai bobot planet tempat kita tinggal.

Baca Juga : Cara Menghapus Paket Indosat yang Sudah Habis Panduan Lengkap dan Efektif

Rumus Mencari Massa Bumi dan Cara Menghitungnya

Dalam kasus yang sering saya temui saat mengajar atau berdiskusi, banyak orang bingung dengan penerapan rumus fisika dasar Newton.

Hukum Gravitasi Universal Newton menyatakan bahwa gaya tarik antara dua benda sebanding dengan hasil kali kedua massa dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak. Kita dapat menurunkan rumus tersebut untuk mencari massa planet kita ($M$) dengan menggunakan variabel-variabel yang sudah diketahui di permukaan.

Formulasi matematika dasar yang digunakan oleh para ahli untuk memecahkan misteri ukuran planet ini adalah sebagai berikut: $$M = \frac{g \cdot R^2}{G}$$

Dari pengalaman saya menganalisis perhitungan ini, kesalahan umum yang saya lihat adalah ketidaktelitian dalam memasukkan satuan standar internasional. Berikut adalah langkah demi langkah praktis untuk mengaplikasikan rumus tersebut dalam hitungan nyata:

  1. Tentukan nilai percepatan gravitasi di permukaan planet ($g$), yang memiliki nilai rata-rata sekitar $9,8\text{ m/s}^2$.
  2. Masukkan jari-jari rata-rata planet ($R$) yang berada di kisaran angka $6.371\text{ kilometer}$ atau $6.371.000\text{ meter}$.
  3. Gunakan Konstanta Gravitasi ($G$) modern yang telah disempurnakan oleh Komite Data Dewan Sains Internasional sebesar $6,67430 \times 10^{-11}\text{ m}^3\text{ kg}^{-1}ext{ s}^{-2}$.
  4. Kuadratkan terlebih dahulu nilai jari-jari planet ($R^2$) sebelum mengalikannya dengan nilai percepatan gravitasi permukaan.
  5. Bagi hasil perkalian tersebut dengan Konstanta Gravitasi untuk mendapatkan hasil akhir total massa planet dalam satuan kilogram.
Bagaimana Cara Mengukur Massa Bumi Secara Akurat? | Bicara Indonesia

Baca Juga : Cara Membuat Mahkota Burung Dadali Panduan Lengkap untuk Pemula dan Ahli

Hasil Akhir Perhitungan Berapa Massa Bumi

Setelah mengintegrasikan seluruh angka ke dalam rumus matematis di atas, para astronom berhasil mendapatkan angka total bobot planet kita.

Berdasarkan pengukuran mutakhir, total massa bumi adalah sebesar $5,9722 \times 10^{24}\text{ kg}$ atau sekitar 13,1 septillion pon. Jika kita ingin menuliskan angka raksasa ini secara lengkap tanpa penyederhanaan pangkat, maka nilainya adalah 5.973.600.000.000.000.000.000 kilogram. Dalam berbagai buku panduan sains populer, angka masif tersebut sering kali dibulatkan menjadi $6 \times 10^{24}\text{ kg}$ atau 6 septiliun kg.

Untuk memberikan gambaran konkret bagi masyarakat awam, mari kita bandingkan angka tersebut dengan bangunan megah yang ada di dunia.

Bobot planet kita ini setara dengan sekitar 13 kuadriliun piramida Khafre di Mesir, yang terkenal sangat besar dan kokoh. Sebagai catatan pelengkap, satu buah piramida Khafre sendiri diperkirakan memiliki berat sekitar 10 miliar pon atau 4,8 miliar kg.

Baca Juga : Cara Membuat Halaman di Word Otomatis Panduan Lengkap untuk Dokumen Profesional

Karakteristik Fisik dan Kepadatan Planet Kita

Bumi merupakan planet ketiga dari Matahari sekaligus menjadi planet terbesar kelima di tata surya dalam hal ukuran dan massa. Selain memiliki bobot yang luar biasa, planet ini memegang rekor unik jika dibandingkan dengan benda langit tetangga lainnya.

Bumi memiliki kepadatan atau massa jenis tertinggi dari semua planet di Tata Surya, yaitu sebesar 5,52 gram per sentimeter kubik. Kepadatan tinggi ini terjadi karena struktur interior planet memiliki inti logam padat yang dikelilingi oleh lapisan mantel berbatu tebal. Berikut adalah rincian data karakteristik fisik penting terkait planet kita berdasarkan laporan ilmiah yang dihimpun dari media Kompas:

Karakteristik Fisik dan Parameter Massa Planet Bumi
Parameter Fisik Planet Nilai Pengukuran Resmi
Massa Total Resmi $5,9722 \times 10^{24}\text{ kg}$
Massa Pembulatan $6 \times 10^{24}\text{ kg}$
Massa Jenis Rata-rata $5,52\text{ g/cm}^3$
Konstanta Gravitasi Cavendish $6,74 \times 10^{-11}\text{ m}^3\text{ kg}^{-1}ext{ s}^{-2}$
Konstanta Gravitasi Modern $6,67430 \times 10^{-11}\text{ m}^3\text{ kg}^{-1}ext{ s}^{-2}$

Data di atas memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi berhasil meningkatkan akurasi nilai Konstanta Gravitasi sejak era Henry Cavendish abad ke-18.

Baca Juga : Cara Membuat Slime dari Lem Pofinal Panduan Lengkap & Kreasi Tak Terbatas

Faktor Penyebab Fluktuasi Massa Planet

Banyak orang mengira bahwa total bobot planet kita akan selalu statis dan tidak pernah berubah sama sekali sepanjang waktu.

Namun, data dari penelitian mendalam menunjukkan bahwa massa bumi sebenarnya sedikit berfluktuasi setiap tahun akibat dinamika luar angkasa.

Terdapat dua aktivitas utama yang memengaruhi perubahan angka bobot planet ini, baik yang menambah maupun mengurangi materinya.

  • Penambahan massa terjadi akibat adanya tumpukan debu luar angkasa serta meteorit kecil yang jatuh masuk ke atmosfer.
  • Pengurangan massa terjadi karena adanya sejumlah gas ringan seperti hidrogen dan helium yang lepas dari atmosfer ke luar angkasa.

Meskipun terjadi fluktuasi konstan setiap hari, perubahan kecil ini sama sekali tidak memengaruhi orbit atau kehidupan di Bumi selama miliaran tahun.

Metode fisika modern yang diwariskan oleh para ilmuwan terdahulu terbukti kokoh dalam memetakan karakteristik massa planet kita secara presisi.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang