Sulit Mengulas Buku? Ini Cara Menemukan Unsur Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi

24 Juni 2026, 00:04 WIB

Menemukan unsur-unsur di dalam sebuah bacaan sering kali menjadi kendala besar ketika Anda mendapatkan tugas sekolah atau ingin menulis resensi yang berbobot. Banyak orang terjebak membaca ratusan halaman tanpa tahu bagian mana yang harus dicatat atau dianalisis. Tulisan ini akan membongkar metode taktis untuk mengidentifikasi komponen penting dalam setiap jenis bacaan secara terstruktur.

Langkah awal yang paling krusial adalah memahami "cara membedakan buku fiksi dan nonfiksi" sejak halaman pertama dibuka. Perbedaan mendasar ini akan menentukan kacamata apa yang Anda gunakan selama membaca. Jika salah mengidentifikasi jenis buku sejak awal, Anda akan kebingungan mencari elemen yang sebenarnya tidak pernah ada di dalam teks tersebut.

Dari pengalaman saya mendampingi kelas literasi, kesalahan umum yang sering saya temui adalah pembaca mencoba mencari data ilmiah di dalam novel, atau sebaliknya, mencari plot twist di dalam buku sejarah. Memahami ekosistem buku akan menghemat waktu Anda hingga lima puluh persen dalam proses pembedahan karya.

Sebelum masuk ke langkah teknis, Anda harus mengerti "apa yang dimaksud dengan buku fiksi" secara utuh. Laman publikasi Authority Pub menyatakan bahwa biasanya karya yang dihasilkan dalam buku fiksi adalah "100 persen hasil imajinasi penulis", meskipun tidak melulu demikian. Buku jenis ini tidak membutuhkan pertanggungjawaban terkait kebenaran atau realita faktanya di dunia nyata.

Buku fiksi sengaja ditulis untuk mengajak pembaca masuk ke dunia imajinasi penulis, menghibur, serta menyasar emosi pembaca secara mendalam. Berdasarkan data dari Zenius, kebenaran di dalam fiksi bersifat relatif tergantung sudut pandang pembaca, serta menggunakan bahasa konotatif atau kiasan untuk menambah keindahan sastra.

Isi dari buku fiksi tidak memerlukan pertanggungjawaban terkait kebenaran atau realita faktanya karena bersumber dari kekuatan imajinasi penciptanya.

Sebaliknya, karya nonfiksi menyajikan informasi, data, dan fakta empiris yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Untuk memudahkan Anda memetakan kedua jenis literatur ini, berikut adalah tabel komparasi karakteristik dasar yang dihimpun dari berbagai sumber literasi terpercaya.

Perbandingan Karakteristik Utama Buku Fiksi dan Nonfiksi
Kriteria Analisis Buku Fiksi Buku Nonfiksi
Sumber Konten Imajinasi dan khayalan Fakta, data, dan realitas
Sifat Kebenaran Relatif Mutlak (dapat diuji)
Gaya Bahasa Konotatif dan bebas Denotatif dan baku
Tujuan Utama Menghibur emosi Mengedukasi pikiran

Langkah Menemukan Unsur Unsur Buku Fiksi

Menemukan komponen intrinsik dan ekstrinsik di dalam karya imajinatif membutuhkan kepekaan rasa. Anda tidak bisa sekadar membaca cepat, melainkan harus menikmati alur dan menangkap pesan tersirat di balik setiap baris kalimat.

Contoh karya berjenis cerita pendek (cerpen) fiksi meliputi: Juragan Haji karya Helvy Tiana Rosa, Orang-Orang Pinggiran karya Lea Pamungkas, Cinta Tak Ada Mati karya Eka Kurniawan, Kereta Tidur karya Avianti Armand, dan Kumpulan Cerpen Jempolan karya Sri Izzati. Pertanyaan seperti "mengapa novel termasuk buku fiksi" terjawab melalui kehadiran tokoh rekaan dan konflik imajinatif di dalamnya.

Berikut adalah urutan langkah terstruktur untuk mengidentifikasi "ciri ciri buku fiksi" saat Anda membaca sebuah karya sastra:

  1. Identifikasi Tema Utama: Cari gagasan pokok atau ide sentral yang menjadi fondasi seluruh cerita dengan cara menganalisis konflik terbesar yang dihadapi tokoh.
  2. Petakan Penokohan dan Perwatakan: Catat siapa saja karakter yang muncul, lalu bagi mereka ke dalam peran protagonis, antagonis, atau figuran berdasarkan tindakan mereka.
  3. Analisis Alur dan Latar: Perhatikan jalannya cerita apakah bergerak maju, mundur, atau campuran, kemudian catat waktu serta lokasi tempat peristiwa berlangsung.
  4. Temukan Sudut Pandang dan Amanat: Tentukan posisi penulis apakah sebagai orang pertama (menggunakan kata "aku") atau orang ketiga, lalu rumuskan pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Menemukan Unsur Buku Fiksi dan Nonfiksi | Siti Nurazizah

Cara Mengidentifikasi Elemen Buku Nonfiksi

Metode untuk membedah karya nonfiksi sangat berbeda karena buku jenis ini ditulis dengan kaidah yang baku dan sistematis. Fokus Anda di sini bukan lagi emosi atau keindahan bahasa, melainkan validitas informasi dan struktur penyajian data.

Saat memegang buku nonfiksi, Anda perlu melatih pemikiran kritis untuk menyaring argumen penulis. Jangan langsung menelan mentah-mentah setiap bab, melainkan lihat bagaimana penulis membangun landasan berpikirnya dari awal hingga akhir.

Untuk mempermudah pencarian, Anda bisa menerapkan langkah-langkah sistematis berikut ini:

  • Periksa Halaman Pendahuluan: Baca kata pengantar dan prakata untuk menangkap tujuan penulisan serta ruang lingkup pembahasan buku.
  • Bedah Sistematika Bab: Lihat daftar isi untuk memahami hierarki penulisan dan bagaimana bab demi bab disusun secara logis.
  • Evaluasi Data dan Referensi: Periksa keaslian tabel, grafik, atau catatan kaki yang disajikan untuk memastikan bahwa informasi tersebut bukan karangan belaka.
  • Amati Glosarium dan Indeks: Gunakan bagian belakang buku untuk menemukan kata kunci penting atau istilah teknis yang sering muncul dalam pembahasan.

Memanfaatkan Perbedaan Struktur untuk Analisis Cepat

Kemampuan melihat "perbedaan fiksi dan non fiksi" dari segi struktur fisik akan membuat Anda menjadi pembaca yang jauh lebih efisien. Buku nonfiksi selalu dilengkapi dengan perangkat akademik seperti daftar pustaka, indeks, dan biodata penulis dengan gelar resmi.

Di sisi lain, buku fiksi memberikan kebebasan penuh kepada penulisnya. Pemilihan diksi dan gaya penulisannya bebas serta fleksibel mengikuti ciri khas penutuliskannya, tanpa terikat oleh aturan penulisan karya ilmiah yang kaku.

Memahami batasan ini mencegah Anda membuang waktu mencari daftar referensi di bagian akhir novel sastra. Sebaliknya, saat membaca buku biografi atau sains, Anda langsung tahu bahwa setiap argumen di dalamnya didasarkan pada riset yang valid.

Ketajaman dalam memisahkan imajinasi dan realitas factual ini mempermudah penyusunan resensi yang objektif. Penguasaan teknik pembedahan unsur buku secara konsisten meningkatkan kualitas analisis literatur Anda ke tingkat yang jauh lebih profesional.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang