Pemkot Surabaya Meluncurkan Robot dan Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat

24 Juni 2026, 12:01 WIB

Pemerintah Kota Surabaya meluncurkan sejumlah unit alat pemadam kebakaran berteknologi tinggi di Halaman Balai Kota Surabaya pada Rabu (24/12/2025) untuk meningkatkan efektivitas penanganan bencana di medan berisiko tinggi. Armada baru tersebut meliputi satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat, dua unit robot pemadam kebakaran (Fire Fighting Robotic), tiga unit mobil pemadam Compress Air Foam System (CAFS), serta dua unit mobil pemadam berkapasitas besar.

Peluncuran armada canggih ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran Forkopimda, sebagaimana dilansir dari Papanskor. Kehadiran unit-unit baru tersebut ditujukan sebagai langkah konkret dalam memberikan perlindungan maksimal dan menjaga keselamatan personel pemadam kebakaran di lapangan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan perlunya proteksi lebih bagi petugas yang kerap berhadapan dengan risiko paparan zat kimia berbahaya di kawasan industri.

"Kami meluncurkan unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat dan dua unit robot pemadam. Tujuannya jelas, kita sering menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas," ujar Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Pemanfaatan teknologi robotik ini diproyeksikan sebagai garda terdepan guna meminimalisir kontak langsung manusia dengan area yang sudah tidak aman.

"Jika kondisi sudah tidak memungkinkan bagi personel untuk masuk ke area industri atau kimia tersebut, maka robot-robot inilah yang akan kita kirim sebagai garda terdepan," sambung Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Selain robot, unit mobil Hazmat baru tersebut juga dipersiapkan dengan fasilitas khusus berupa Hyperbaric Chamber untuk merawat fisik petugas setelah melakukan pemadaman.

"Di dalam mobil pemadam Hazmat itu sudah dilengkapi fasilitas Hyperbaric. Jadi, setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen. Saya sangat memikirkan nasib teman-teman pemadam. Ketika mereka rela mengorbankan diri demi orang lain, maka tugas kita adalah menjaga mereka agar tetap sehat dan bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat," jelas Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani memaparkan fungsi strategis teknologi robotik jarak jauh tersebut untuk menembus lokasi ekstrem seperti gedung tinggi dan kilang minyak.

"Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter," jelas Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya.

Perangkat penunjang pada robot tersebut juga mencakup sistem sensor gas, kamera pendeteksi panas, serta daya pancar air yang mencapai puluhan meter.

"Dengan jangkauan kendali hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam, robot ini menjadi garda terdepan dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dari sisi petugas pemadam," imbuh Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya.

Lebih lanjut, unit Mobil Hazmat didesain untuk bertindak sebagai pusat komando yang dapat mendeteksi jenis zat kimia secara akurat sebelum tindakan pemadaman dimulai.

"Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi untuk korban maupun petugas, serta alat pelindung diri (APD) lengkap dari level A hingga D," ujar Laksita Rini Sevriani, Kepala DPKP Kota Surabaya.

Fasilitas pendukung lain di dalam mobil Hazmat meliputi pengisian tabung SCBA portabel dan perangkat komunikasi evakuasi mutakhir untuk mendukung operasional jangka panjang di area terpapar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang