Dewa United mengusung misi besar untuk memulai tahun 2026 dengan hasil maksimal. Dikutip dari Papanskor, tim berjuluk Banten Warriors ini dijadwalkan bersua tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/26 atau Liga 1.
Pertandingan krusial antara Bhayangkara FC kontra Dewa United bakal diselenggarakan di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Laga ini akan berlangsung pada Senin (5/1) sore dengan waktu kick off tepat pukul 15.30 WIB.
Sepanjang tahun 2025, performa Dewa United di kompetisi BRI Super League 2025/26 tergolong mengecewakan. Tim yang menyandang status runner-up Liga 1 musim 2024/25 tersebut tercatat baru mengamankan 5 kemenangan dari 15 pertandingan yang telah dilakoni.
Skuat Dewa United yang diperkuat banyak pemain bintang justru telah menelan 8 kali kekalahan dan 2 hasil imbang. Rentetan hasil minor ini menempatkan mereka di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan torehan 17 poin.
Posisi Ricky Kambuaya dan rekan-rekannya kini berada dalam situasi berbahaya jika tidak segera bangkit pada tahun 2026. Jarak poin mereka relatif dekat dengan zona degradasi, yaitu hanya terpaut 7 angka dari Semen Padang yang menempati posisi ke-16.
Pertemuan melawan Bhayangkara FC akan menjadi indikator awal bagi evaluasi performa Dewa United pada pergantian tahun ini. Menjelang laga tersebut, Jan Olde Riekerink selaku pelatih kepala memberikan analisisnya dalam sesi konferensi pers di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Minggu (4/1) siang.
Arsitek taktik asal Belanda tersebut menyatakan bahwa pasukannya tengah berada dalam momentum positif untuk bangkit. Jan Olde Riekerink tidak menampik adanya masa-masa sulit yang sempat mendera timnya dalam kompetisi domestik belakangan ini.
“Saya pikir kami sempat memiliki periode yang buruk di Liga. Namun di AFC Challenge League, kami melakukan hal yang bagus hingga melaju ke perempat final. Selain itu, dalam tiga laga terakhir kami meraih dua kemenangan dan satu hasil imbang. Saya rasa kami kembali ke bentuk yang seharusnya,” ujarnya dikutip dari ileague.id.
Juru taktik berusia 62 tahun itu juga memaparkan kendala awal musim yang kerap dialami tim. Selama tiga musim berturut-turut, Dewa United dinilai sering terlambat panas akibat proses adaptasi skuat yang belum berjalan maksimal.
Faktor kehadiran sejumlah pilar baru di sektor pertahanan menjadi salah satu alasan proses transisi membutuhkan waktu. Pada musim ini, manajemen klub diketahui mendatangkan bek anyar seperti Nick Kuipers dari Belanda dan Cassio Scheid asal Brasil.
“Kami kembali tidak memulai musim dengan baik selama tiga tahun berturut-turut. Itu juga harus dijalani oleh para pemain baru, karena kami bermain dengan seluruh lini pertahanan yang baru. Mereka butuh waktu untuk beradaptasi dengan cara kami bermain,” jelasnya.
Jan Olde Riekerink kemudian memberikan komparasi dengan perjalanan kompetisi musim 2024/25 lalu. Walaupun sukses mengakhiri musim di peringkat kedua, publik dinilai melupakan fase awal kompetisi yang berjalan sangat berat bagi timnya.
“Tahun lalu kami berada di posisi kedua, tetapi orang-orang lupa bahwa kami memulai musim dengan kondisi yang berat. Bagi saya, banyak hal berkaitan dengan kehadiran pemain baru,” tuturnya.
Dalam lawatan ke markas lawan, Dewa United mengantongi modal berharga berupa catatan tidak terkalahkan pada tiga pertandingan terakhir melalui hasil dua kemenangan dan satu kali imbang.
Kondisi sebaliknya dialami Bhayangkara FC yang saat ini bertengger di urutan ke-10 dengan raihan 19 poin. Tim berjuluk The Guardians tersebut belum berhasil memetik kemenangan dalam empat laga pamungkas mereka.
Bhayangkara FC menelan tiga kekalahan dan satu hasil imbang, termasuk kekalahan beruntun pada dua pertandingan terakhir saat menghadapi Persib Bandung serta Persija Jakarta.






