Jafar dan Felisha Hadapi Unggulan Tuan Rumah di Malaysia Open 2026

25 Juni 2026, 09:01 WIB

Ganda campuran Indonesia Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu langsung berhadapan dengan wakil tuan rumah Chen Tang Jie/Toh Ee Wei pada hari pertama turnamen Malaysia Open 2026 di Stadium Axiata Arena, Bukit Jalil, Selasa (6/1/2026).

Dilansir dari Papanskor, sebanyak sembilan wakil Indonesia siap bertanding dalam turnamen BWF World Tour level Super 1000 tersebut. Namun, berdasarkan jadwal rilisan bwfbadminton.com, hanya Jafar/Felisha yang tampil di hari pembuka yang memainkan babak 32 besar mulai pukul 09.00 waktu Malaysia.

Tantangan besar menghadang Jafar/Felisha karena mereka belum pernah menang dalam enam pertemuan terakhir melawan Chen/Toh. Catatan dari New Straits Times pada Senin (5/1) menyebutkan bahwa empat dari enam laga tersebut selalu berlangsung ketat hingga tiga gim.

Pihak lawan mengantisipasi pertandingan ini akan berjalan sengit di hadapan publik tuan rumah. Persiapan matang telah dilakukan oleh ganda campuran Malaysia itu untuk mengamankan kemenangan di babak awal.

"Selalu sulit menghadapi mereka. Yang terpenting bagi kami adalah mempersiapkan diri dengan baik, menerapkan pola permainan sendiri, dan memberikan upaya maksimal. Kami akan fokus pada hal-hal yang bisa kami kendalikan, lalu melihat bagaimana performa kami saat hari pertandingan," papar Chen Tang Jie, Pemain Malaysia.

Pemain pendampingnya, Toh Ee Wei, mengonfirmasi kesiapan mereka untuk tampil maksimal di Axiata Arena. Mereka bertekad memberikan hasil terbaik tanpa menjadikan atmosfer pertandingan sebagai beban.

"Karena itu, kami ingin tampil sebaik mungkin untuk mereka, tetapi tetap menikmati permainan dan tidak membebani diri dengan tekanan berlebihan," kata Toh Ee Wei, Pemain Malaysia.

Pertemuan paling akhir kedua pasangan tersebut terjadi pada fase penyisihan grup BWF World Tour Finals 2025 bulan Desember lalu. Jafar/Felisha harus mengakui keunggulan lawan setelah melewati laga rubber game dan gagal melaju ke babak gugur.

Meskipun demikian, partisipasi dalam turnamen penutup tahun yang diikuti delapan pasangan terbaik tersebut dinilai memberikan pengalaman berharga.

"Semoga ke depannya kami bisa lebih kuat lagi," kata Jafar Hidayatullah, Pemain Indonesia.

Evaluasi menyeluruh dilakukan oleh pasangan Indonesia setelah kompetisi tersebut berakhir. Felisha menyoroti aspek ketahanan performa di lapangan yang menjadi kendala utama mereka saat bertanding melawan pemain-pemain elite dunia.

Menurut Felisha, penurunan fokus di saat-saat penentu sering kali menguntungkan lawan dan membuat mereka kehilangan momentum kemenangan.

"Itu yang sejak awal tahun sering terjadi setiap kali bertemu pasangan top four. Jadi, bagi saya, konsistensi di momen-momen krusial itu yang harus jadi fokus evaluasi utama," kata Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Pemain Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang