Trik Las Plat Tipis Agar Tidak Melengkung dan Bolong Bagi Pemula

26 Juni 2026, 03:04 WIB

Mengetahui cara welding besi tipis dengan rapi merupakan keterampilan yang menantang sekaligus paling dicari dalam dunia fabrikasi logam saat ini. Bagi seorang pemula, menghadapi material tipis sering kali memicu rasa frustrasi karena logam mudah sekali rusak akibat panas berlebih. Artikel ini akan membedah seluruh aspek teknis dan langkah nyata agar hasil pengelasan Anda kokoh tanpa merusak estetika material.

Pertanyaan seperti "kenapa kalau ngelas besi tipis sering bolong?" menjadi keluhan yang paling sering dilontarkan di bengkel kerja.

Penyebab utamanya adalah konsentrasi panas yang terlalu tinggi pada satu titik, sementara material tidak mampu menyerap energi tersebut. Dalam industri manufaktur, material dikategorikan sebagai besi tipis apabila memiliki ketebalan kurang dari 2 mm.

Logam dengan ketebalan ini memiliki ambang toleransi yang sangat rendah terhadap penetrasi busur las yang terlalu dalam. Ketika Anda menahan ujung elektroda terlalu lama, suhu logam akan melewati titik lelehnya dalam sekejap.

Akibatnya, besi bukan menyatu, melainkan lumer dan menciptakan lubang yang merusak seluruh struktur benda kerja Anda. Selain masalah bolong, distorsi atau perubahan bentuk menjadi musuh utama berikutnya bagi para welder. Sifat dasar logam akan memuai saat panas dan menyusut ketika mendingin.

Pada plat yang tipis, gaya penyusutan ini dengan mudah menarik permukaan logam hingga meliuk.

Tanpa metode pencegahan yang benar, Anda akan mendapati proyek pagar atau rak Anda menjadi baling dan tidak presisi setelah selesai dilas.

Persiapan Krusial Sebelum Memulai Pengelasan

Keberhasilan mengelas material tipis ditentukan sejak tahap persiapan, bukan hanya saat busur las menyala.

Langkah pertama yang wajib Anda lakukan adalah menentukan ukuran kawat las untuk besi tipis secara akurat. Berdasarkan panduan teknis dari juraganlas.id, diameter elektroda jenis Shielded Metal Arc Welding (SMAW) yang ideal untuk material tipis adalah 2-3 mm.

Elektroda dengan ukuran ini, khususnya seri E6013, dirancang khusus karena menghasilkan karakteristik penetrasi yang dangkal. Jika Anda menggunakan sistem Gas Metal Arc Welding (MIG/MAG), pilih kawat las berdiameter 0.8 mm.

Untuk sistem MIG ini, pastikan Anda menggunakan kombinasi campuran gas argon-CO₂ sebagai gas pelindung untuk menjaga kestabilan busur las. Langkah kedua adalah mengatur kekuatan arus pada mesin las Anda. Lantas, sebenarnya berapa ampere untuk las besi tipis yang paling aman digunakan?

Secara umum, kisaran besaran ampere yang direkomendasikan untuk mengelas besi tipis adalah antara 40A – 60A.

Namun, Anda harus menyesuaikannya kembali dengan ketebalan spesifik dari plat yang sedang dikerjakan. Sebagai contoh nyata, plat besi dengan ketebalan 1 mm membutuhkan pengaturan arus sebesar 30-50 ampere. Jangan pernah menaikkan arus melebihi batas tersebut jika Anda tidak ingin melihat benda kerja Anda langsung bolong.

Panduan Pengaturan Ampere dan Ukuran Elektroda Besi Tipis
Ketebalan Besi (mm) Jenis Kawat / Elektroda Ukuran Diameter (mm) Rekomendasi Arus (Ampere)
1,0 SMAW E6013 2,0 30–50
1,2 SMAW E6013 2,0 40–55
1,5 SMAW E6013 2,6 45–60
0,8–1,5 MIG / MAG 0,8 40–60

Baca Juga: Cara Menghapus Paket Indosat yang Sudah Habis Panduan Lengkap dan Efektif

Panduan Langkah demi Langkah Cara Welding Besi Tipis

Setelah seluruh peralatan siap dan setelan ampere sudah sesuai, saatnya mengeksekusi pengelasan dengan teknik yang benar.

Ikuti urutan langkah terstruktur berikut ini untuk mendapatkan hasil sambungan yang optimal:

  1. Bersihkan Permukaan Logam: Gunakan sikat kawat atau gerinda untuk menghilangkan lapisan cat, karat, dan minyak pada area yang akan disambung. Permukaan yang kotor akan mengganggu stabilitas busur listrik.
  2. Gunakan Plat Penahan Panas: Selipkan batang tembaga penahan (backing bar) di bagian bawah sambungan plat. Batang tembaga dengan ketebalan 10 mm sangat efektif digunakan untuk membantu pengelasan plat dengan ketebalan 0.5-3 mm karena berfungsi menyerap panas berlebih.
  3. Lakukan Tack Welding (Las Titik): Terapkan teknik cara las plat tipis dengan membuat titik-titik las kecil di sepanjang sambungan. Teknik tack welding pada plat tipis dilakukan secara bertahap dengan membuat titik-titik las berjarak 2-3 cm untuk mengunci posisi plat.
  4. Gunakan Metode Jeda (Intermittent Welding): Jangan pernah menarik jalur las secara terus-menerus tanpa henti. Pengelasan plat tipis disarankan dijeda dan diistirahatkan setiap 3-5 detik sekali untuk melepas panas dari material.
  5. Atur Sudut Pergerakan Elektroda: Pertahankan sudut kemiringan elektroda sekitar 60 hingga 70 derajat. Gerakkan elektroda dengan kecepatan konsisten, sedikit lebih cepat daripada saat mengelas besi tebal.
Cara Las Besi Tipis, 5 teknik Dasar Las Besi Tipis bagi Pemula | RD KARYA

Berdasarkan pengalaman saya di workshop, kesalahan fatal pemula adalah terburu-buru menyelesaikan jalur las panjang tanpa memberi waktu logam untuk dingin.

Kesabaran dalam menerapkan metode jeda ini adalah kunci utama las besi tipis biar tidak bolong.

Baca Juga: Cara Membuat Mahkota Burung Dadali Panduan Lengkap untuk Pemula dan Ahli

Trik Las Plat Tipis Agar Tidak Melengkung Saat Proses Pendinginan

Masalah distorsi sering kali baru terlihat jelas justru setelah proses pengelasan selesai dilakukan.

Pertanyaan mengenai "cara mengatasi plat melengkung saat dilas" sebenarnya dapat dijawab dengan manajemen panas yang ketat. Selain menggunakan klem penjepit yang kuat pada meja kerja, Anda harus pintar mengatur urutan titik pengelasan.

Jangan mengelas secara berurutan dari ujung kiri langsung ke ujung kanan.

Terapkan trik las plat tipis agar tidak melengkung dengan metode pengelasan lompat, yaitu buat titik las di ujung kiri, lalu pindah ke ujung kanan, kemudian ke bagian tengah.

Cara ini membagi distribusi panas secara merata ke seluruh permukaan logam sehingga gaya tarik saat penyusutan saling meniadakan. Jika plat telanjur mengalami sedikit distorsi, biarkan dingin sepenuhnya terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan ringan menggunakan palu karet di atas permukaan yang rata. Menurut ulasan teknis dari Indosteger, penggunaan backing bar tembaga tebal terbukti mengurangi risiko melengkung hingga 80 persen karena fluktuasi suhu ekstrem pada besi dapat diredam dengan sangat baik.

Kombinasi antara pembatasan arus ampere, pemilihan diameter kawat las yang tepat, serta teknik las titik yang melompat merupakan satu kesatuan sistem yang tidak boleh dipisahkan jika Anda menginginkan hasil akhir bertaraf profesional.

Baca Juga: Cara Membuat Halaman di Word Otomatis Panduan Lengkap untuk Dokumen Profesional

Langkah Akhir Pembersihan dan Evaluasi Hasil Las

Setelah seluruh sambungan selesai dikerjakan, biarkan besi dingin secara alami tanpa perlu mencelupkannya ke dalam air. Mendinginkan besi tipis secara mendadak menggunakan air justru akan membuat struktur logam menjadi getas dan mudah retak. Gunakan palu terak untuk mengupas lapisan slag yang melindungi hasil lasan, lalu bersihkan sisa-sisa karbon menggunakan sikat kawat.

Periksa kembali setiap titik sambungan untuk memastikan tidak ada cacat undercut atau lubang-lubang kecil tersembunyi.

Apabila masih ditemukan area yang kurang sempurna, lakukan pengerjaan ulang secara hati-hati menggunakan prosedur ampere rendah yang sama. Langkah terakhir adalah melakukan perataan permukaan sambungan menggunakan gerinda fleksibel dengan mata batu grit halus agar permukaan plat kembali mulus dan siap untuk proses pengecatan dasar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang