Kunci Sukses Budidaya Rumput Gajah Hawai Agar Pakan Sapi Melimpah

26 Juni 2026, 21:07 WIB

Menjamin ketersediaan pakan hijauan berkualitas sering kali menjadi tantangan terbesar bagi para peternak sapi dan kambing di Indonesia. Cara tanam rumput gajah pakan ternak yang tepat menjadi solusi utama untuk mengatasi kelangkaan pakan, terutama saat memasuki musim kemarau panjang.

Tanaman dengan nama ilmiah Pennisetum purpereum ini dikenal juga dengan sebutan Elephant grass, Napier grass, atau Uganda Grass. Karakteristik utamanya adalah tumbuh tegak, lebat, memiliki perakaran cukup dalam, serta batang dan perisai daunnya yang berbulu.

Dari pengalaman saya mendampingi para peternak, rumput ini sangat disukai karena tumbuh mirip tanaman tebu dan mudah berkembang biak. Menanamnya dengan metode yang benar akan menghasilkan rimbunan hijauan yang tidak pernah habis dipanen sepanjang tahun.

Sebelum membuka lahan, Anda harus memilih varietas yang paling cocok dengan target produktivitas peternakan Anda. Varietas yang banyak dibudidayakan di Indonesia saat ini adalah Hawai, Afrika, dan Capricorn.

Berdasarkan data lapangan, varietas Hawai paling umum dibudidayakan oleh peternak karena memiliki produktivitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan varietas lainnya. Rumput gajah secara umum mampu membentuk rumpun sebanyak 20–50 batang dengan diameter rumpun mencapai 2–3 meter, sedangkan diameter batangnya berkisar antara 2–3 cm.

Tinggi tanaman ini dapat mencapai 2–5 meter dengan lebar daun 1,25–2,50 cm. Selain produksinya yang melimpah, kandungan gizi rumput ini sangat ideal untuk mendukung penggemukan maupun produksi susu satwa ternak.

Berikut adalah rincian kualitas nutrisi dari tanaman hijauan ini yang perlu Anda ketahui sebelum memulai penanaman:

Kandungan Nutrisi Rumput Gajah Pennisetum purpereum
Parameter Nutrisi Persentase (%)
Bahan Kering 19,9%
Protein Kasar (CP) 10,2%
Lemak Kasar 1,6%

Langkah Persiapan Lahan dan Pembibitan

Kesalahan umum yang saya lihat di lapangan adalah peternak langsung menancapkan bibit di tanah yang keras tanpa pengolahan yang baik. Hal ini membuat perakaran yang sebenarnya cukup dalam menjadi terhambat dan memicu pertumbuhan yang kerdil.

Pengolahan Tanah yang Ideal

Gemburkan tanah terlebih dahulu menggunakan cangkul atau traktor dengan kedalaman minimal 20 cm agar akar dapat mencengkeram kuat. Bersihkan lahan dari gulma dan sisa akar tanaman lain yang dapat berebut nutrisi dengan rumput gajah.

Buat bedengan atau guludan jika lahan Anda rawan tergenang air saat musim hujan deras. Jarak antar guludan sebaiknya diatur longgar karena diameter rumpun tanaman dewasa bisa melebar sangat pesat.

Pemilihan dan Pemotongan Bibit Stek

Perbanyakan rumput gajah paling efektif dilakukan menggunakan stek batang karena tingkat keberhasilan tumbuhnya sangat tinggi. Pilih batang yang sudah tua, sehat, dan berasal dari rumpun yang umurnya sudah di atas 6 bulan.

Potong batang tersebut menjadi beberapa bagian dengan panjang sekitar 20-30 cm, atau pastikan setiap stek memiliki minimal 2-3 mata tunas. Mata tunas inilah yang nantinya akan tumbuh menjadi batang-batang baru pembentuk rumpun lebat.

Metode Menanam Rumput Gajah Cepat Tumbuh

Proses penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan agar kebutuhan air awal bagi stek batang terpenuhi dengan baik tanpa biaya penyiraman ekstra. Jika menanam di musim kemarau, pastikan akses irigasi ke lahan tersedia secara memadai.

Dalam kasus yang sering saya temui, posisi menancapkan stek sangat memengaruhi kecepatan keluar tunas. Ikuti langkah-langkah penanaman yang instruksional berikut ini:

  1. Siapkan lubang tanam atau alur pada bedengan dengan jarak tanam ideal 60 x 90 cm agar pertumbuhan rumpun tidak saling berhimpitan.
  2. Tancapkan stek batang dengan posisi miring membentuk sudut sekitar 30 sampai 45 derajat guna merangsang pertumbuhan akar yang lebih luas.
  3. Benamkan stek ke dalam tanah sedalam dua pertiga dari panjang batang, dan pastikan minimal ada satu atau dua mata tunas yang tertimbun di dalam tanah.
  4. Padatkan tanah di sekitar pangkal stek secara perlahan agar posisi batang kokoh dan tidak mudah roboh saat terkena angin atau aliran air hujan.
Cara Benar Tanam Rumput Gajah 100% Tumbuh semua | Anasya Farm

Perawatan berkala untuk Hasil Panen Lebat

Meskipun rumput gajah terkenal bandel dan mudah beradaptasi, perawatan rutin tetap wajib dilakukan jika Anda mengincar produksi yang melimpah. Periode kritis tanaman ini ada pada satu hingga dua bulan pertama setelah masa tanam.

Penyulaman dan Penyiangan Gulma

Lakukan pemeriksaan lahan secara berkala pada minggu kedua setelah penanaman untuk melihat apakah ada stek yang kering atau gagal tumbuh. Segera lakukan penyulaman dengan sisa stok bibit baru agar populasi tanaman di lahan tetap optimal dan seragam.

Bersihkan rumput liar atau gulma di sekitar pangkal tanaman agar tidak merebut pupuk dan air. Penyiangan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan pembubunan, yaitu menimbun kembali pangkal rumpun dengan tanah sekitar agar batang baru tumbuh lebih banyak.

Manajemen Pengairan dan Pemupukan

Kondisi tanah yang lembap sangat disukai oleh tanaman ini, tetapi pastikan lahan tidak sampai digenangi air dalam waktu lama karena bisa memicu busuk akar. Lakukan penyiraman secara berkala jika kondisi cuaca sangat terik dan tanah mulai terlihat retak.

Berikan pupuk organik atau pupuk kandang setelah pemotongan atau pemanenan pertama untuk mengembalikan kesuburan tanah. Nutrisi yang tercukupi dengan baik akan merangsang tunas-tunas baru muncul lebih cepat dan berdiameter tebal.

Manajemen Panen Pertama dan Seterusnya

Waktu pemanenan pertama memiliki aturan tersendiri yang berbeda dengan pemanenan rutin berikutnya. Pada panen perdana, tanaman membutuhkan waktu lebih lama agar struktur perakaran dan dasaran rumpun terbentuk sempurna di dalam tanah.

Dilansir dari laman gdm.id, umur panen pertama rumput gajah biasanya berkisar pada umur hingga 90 hari setelah tanam. Penundaan panen pertama ini penting untuk memastikan kekuatan rumpun saat dipotong.

Sedangkan untuk pemanenan berikutnya, Anda bisa memotong rumput setiap 40 hari sekali pada musim hujan, atau 50-60 hari sekali pada musim kemarau. Potong rumput sejajar dengan permukaan tanah, atau sisakan sekitar 5-10 cm dari tanah agar tunas baru dapat tumbuh kembali dengan seragam dan cepat.

Mengatur siklus potong secara bergiliran pada beberapa petak lahan akan memastikan stok hijauan segar selalu tersedia setiap hari untuk ternak Anda tanpa putus.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang