Persaingan perebutan takhta tertinggi Liga Inggris musim 2025/2026 kini menyisakan delapan pertandingan krusial bagi pemuncak klasemen sementara. Perburuan gelar juara semakin sengit selepas pertandingan antara Brighton melawan Arsenal pada pekan ke-29. Arsenal yang berada di bawah asuhan manajer Mikel Arteta kini menempati peringkat pertama dengan raihan 67 poin dari 30 laga, seperti dilansir dari Papanskor.
Tim asal London Utara ini memegang keunggulan 7 angka dari kompetitor terdekatnya, Manchester City, yang baru menyelesaikan 29 pertandingan. delapan laga sisa akan menjadi penentu bagi Bukayo Saka dan rekan-rekannya untuk mengakhiri musim. Momentum ini menjadi pembuktian apakah mereka mampu mengangkat trofi Premier League atau kembali menelan kegagalan untuk keempat kalinya secara beruntun.
Rangkaian jadwal sisa The Gunners bakal dimulai dengan menjamu Everton di Emirates Stadium, London pada Minggu (15/3) dini hari pukul 00.30 WIB. Setelah itu, mereka dijadwalkan menghadapi Bournemouth pada 11 April sebelum melakoni laga tandang ke markas Manchester City pada 19 April.
Perjuangan berlanjut saat Arsenal kembali ke kandang untuk melawan Newcastle United pada 25 April. Empat laga penutup lainnya mempertemukan Arsenal dengan Fulham pada 2 May, bertandang ke West Ham pada 9 Mei, menjamu Burnley pada 17 Mei, dan ditutup laga tandang kontra Crystal Palace di Selhurst Park pada 24 Mei. Pertandingan melawan Everton, Manchester City, dan Newcastle United dinilai menjadi kunci krusial untuk mendekatkan tim pada gelar juara. Jika armada Mikel Arteta mampu mengamankan minimal dua kemenangan dan satu hasil imbang dari tiga laga tersebut, keunggulan poin dari City diprediksi tetap aman.
Kalaupun margin poin menyusut, selisihnya diperkirakan hanya menyisakan 4 poin dengan catatan The Citizens memenangi laga pekan ke-31 kontra Crystal Palace. Jika performa konsisten berlanjut dengan menyapu bersih kemenangan atas Bournemouth, Fulham, West Ham United, dan Burnley, Martin Odegaard dan kolega berpeluang mengunci gelar sebelum pekan pemungkas. Apabila skenario terburuk terjadi, seperti kalah dari Crystal Palace sementara Manchester City memenangi seluruh sisa laga, Meriam London masih bisa unggul 1 poin di atas anak asuh Pep Guardiola. Di luar perhitungan tersebut, terdapat tiga skenario matematis yang berpotensi membawa Arsenal mengamankan trofi Premier League musim ini.
Skenario pertama adalah menyapu bersih seluruh kemenangan melawan Everton, Bournemouth, Manchester City, Newcastle, Fulham, West Ham, Burnley, dan Crystal Palace. Hasil ini membuat Arsenal mengoleksi 91 poin dan dipastikan juara pada pekan ke-36, meski City memenangi laga sisa lainnya dengan maksimal 84 poin. Skenario kedua terjadi jika Arsenal memenangi seluruh pertandingan kecuali hasil imbang saat bersua Manchester City.
Skenario ini menghasilkan total 89 poin bagi Arsenal, yang membuat mereka mengunci gelar pada pekan ke-37 walau City meraih poin maksimal 85 dari sisa laga mereka. Skenario ketiga memproyeksikan Arsenal meraih kemenangan di 5 laga kandang dan memetik hasil seri pada 3 laga tandang. Dengan hasil akhir 85 poin, Arsenal tetap bisa juara di pekan terakhir seandainya City memiliki poin sama namun kalah dalam produktivitas gol.
Jika skenario ketiga yang berjalan, Arsenal akan mengulang memori musim 2011/2012 saat Manchester City pertama kali menjuarai Premier League lewat keunggulan selisih gol atas Manchester United. Kala itu, gol Sergio Aguero di menit akhir memastikan poin kedua tim sama di angka 89, namun City unggul surplus gol 64 berbanding 56.
Saat ini, Arsenal memegang keunggulan selisih gol atas City dengan surplus 37 gol berbanding 32 gol milik rivalnya. Jika David Raya dan lini pertahanan mampu menjaga margin 5 gol tersebut, gelar juara tetap menjadi milik Arsenal meski poin akhir mereka disamai oleh Erling Haaland dkk. Keberhasilan ini juga akan mencatatkan Arsenal sebagai tim kedua dalam sejarah Premier League yang memenangi kompetisi lewat keunggulan selisih gol setelah Manchester City.
Gelar ini sekaligus menjadi trofi Liga Utama Inggris ke-14 bagi klub, atau yang keempat sejak memasuki era Premier League. Terakhir kali klub asal London Utara ini merasakan gelar juara adalah pada musim 1997/1998, 2001/02, dan musim bersejarah 2003/2004. Keberhasilan musim ini sekaligus akan menyudahi puasa gelar liga selama 22 tahun sejak era legendaris Arsene Wenger bersama Thierry Henry yang meraih predikat invincible.







