Ganda Putra Fajar/Fikri Tersingkir Cepat di Indonesia Open 2026

27 Juni 2026, 04:31 WIB

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri, gagal melangkah jauh saat berlaga di rumah sendiri. Pasangan unggulan ketiga ini langsung tersingkir pada babak awal turnamen Indonesia Open 2026.

Seperti dikutip dari Papanskor, Fajar/Fikri menelan kekalahan saat menghadapi ganda putra non-unggulan asal China, Chen Bo Yang/Liu Yi. Laga tersebut berlangsung pada hari kedua babak 32 besar.

Bermain di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, ganda putra Indonesia yang memiliki ranking tertinggi BWF ini takluk dua game langsung. Mereka kalah dengan skor 13-21 dan 14-21.

Hasil ini terbilang mengejutkan karena Fajar/Fikri sebelumnya lebih diunggulkan untuk memenangi pertandingan. Mereka juga mengemban misi untuk mengakhiri paceklik gelar ganda putra Merah Putih di ajang ini.

Pada pekan sebelumnya, performa Fajar/Fikri sempat menjanjikan setelah berhasil menembus babak final Singapore Open 2026 Super 750. Namun, mereka harus puas menjadi runner-up usai kalah dari wakil India, Satwijksairaj Rankireddy/Chirag Shetty.

Ketika bertanding di Istora, Chen/Liu langsung memegang kendali permainan sejak awal game pertama. Pasangan China tersebut mendominasi perolehan angka berkat pertahanan yang rapat dan sulit ditembus.

Kondisi ini membuat Fajar/Fikri kerap melakukan kesalahan sendiri di lapangan. Pukulan serta cegatan mereka berulang kali menyangkut di net atau keluar dari garis lapangan akibat bermain terburu-buru.

"Terima kasih untuk yang sudah dukung kami, mohon maaf kami belum bisa maju ke babak selanjutnya. Lawan bermain sangat siap sekali, sangat baik sekali. Mereka bermain defense balik serang dan mempunyai defense yang sangat rapat," kata Fajar melalui siaran pers Humas PP PBSI dikutip dari djarumbadminton.com.

Fajar mengakui bila di pertandingan ini, dirinya dan Fikri kerapkali melakukan kesalahan sendiri sehingga menjadi keungungan bagi lawan.

"Serangan kami juga tidak bisa menembus pertahanan mereka. Kami mau cepat-cepat mematikan, malah jadi bumerang buat kami sendiri. Kami banyak melakukan kesalahan sendiri," tambahnya.

Upaya untuk mengubah strategi sempat dilakukan Fajar/Fikri pada game kedua setelah mendapat instruksi dari pelatih. Kendati demikian, pertahanan solid dari Chen/Liu membuat wakil tuan rumah tetap kesulitan keluar dari tekanan.

"Cuma memang di saat kami sedang berusaha, mereka juga bermain sangat solid, sangat kuat sekali defense-nya," kata Fikri.

"Pelatih tadi sudah kasih beberapa opsi untuk mengubah strategi dan kami sudah coba untuk terapkan, tapi memang permainan kami bukan main defense ya. Kami sudah mencoba, tapi serangan lawan juga bagus," ujar Fajar.

Fajar juga menyadari, permainan mereka sudah terbaca oleh lawan. Meski sudah mencoba untuk menghadang serangan-serangan Chen/Liu, tetapi Fajar/Rian tak dapat keluar dari tekanan.

"Tapi memang hari ini lawan bermain sangat baik dan mungkin bisa dibilang ini penampilan paling buruk sejak awal saya berpasangan dengan Fikri," ungkap Fajar.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang