Menyendawakan bayi usia 1 bulan secara rutin setelah menyusu merupakan langkah krusial untuk mencegah penumpukan udara di dalam lambung. Banyak orang tua baru merasa khawatir ketika mendengar suara pencernaan si kecil yang berbunyi atau melihatnya tampak gelisah. Pada usia 1 bulan, bayi baru lahir sangat rentan menelan banyak udara saat menyusu, baik dari ASI maupun susu formula.
Memahami cara menyendawakan bayi dengan benar akan membantu menjaga kenyamanan pencernaan si kecil sepanjang hari. Sistem pencernaan bayi pada periode baru lahir hingga 3 bulan masih dalam tahap perkembangan. Akibat otot pendorong udara yang belum bekerja sempurna, gas yang terperangkap dapat memicu rasa tidak nyaman yang hebat.
Berdasarkan informasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi perlu disendawakan setiap selesai menyusu. Langkah ini juga sebaiknya dilakukan di tengah proses menyusu apabila si kecil mulai tampak tidak nyaman atau gelisah.
Udara yang ikut tertelan saat mengisap puting atau botol akan menciptakan gelembung gas di dalam lambung. Jika tidak dikeluarkan, gelembung ini akan mendorong susu kembali ke atas, yang menjelaskan kenapa bayi sering gumoh setelah menyusu. Organisasi La Leche League GB menjelaskan bahwa posisi kepala bayi yang ideal saat menyusui harus lebih tinggi dari perut. Hal tersebut bertujuan agar susu dapat mengalir lancar ke lambung tanpa membawa udara berlebih ke dalam saluran pencernaan.
Menyendawakan bayi secara berkala terbukti efektif mengurangi tekanan pada lambung mungilnya yang baru berkembang.
3 Posisi Sendawa Bayi Baru Lahir yang Aman dan Nyaman
Memilih posisi sendawa bayi baru lahir yang tepat sangat bergantung pada kenyamanan orang tua dan kondisi fisik bayi yang belum mampu menopang lehernya sendiri. Berikut adalah tiga metode utama yang direkomendasikan oleh para ahli medis.
1. Menggendong Tegak di Atas Bahu
Gendong bayi secara tegak dengan menempelkan dadanya di pundak Anda. Pastikan dagu si kecil bersandar dengan aman di bahu Anda, dan sangga bagian bokong serta punggung bawahnya menggunakan satu tangan penuh.
Gunakan tangan yang lain untuk menepuk punggung bayi secara lembut dan perlahan. Posisi ini memanfaatkan gaya gravitasi untuk membantu menaikkan udara dari dasar lambung menuju kerongkongan.
2. Menelungkupkan Bayi di Atas Pangkuan
Posisikan bayi secara tengkurap melintang di atas paha Anda. Sesuaikan posisi tubuhnya hingga membentuk sudut kemiringan 45°, dengan memastikan posisi dada dan kepala bayi sedikit lebih tinggi dari perutnya.
Sangga bagian dagu dan rahang bayi dengan satu tangan secara hati-hati agar jalan napasnya tidak tertutup. Gunakan tangan Anda yang bebas untuk memberikan tepukan atau usapan lembut pada punggungnya.
3. Mendudukkan Bayi di Pangkuan dengan Sanggaan
Metode ini bisa dicoba secara hati-hati dengan memegang dada dan leher bayi menggunakan telapak tangan Anda. Condongkan tubuh si kecil sedikit ke depan agar saluran pencernaannya berada dalam posisi lurus.
Perlu diingat bahwa rentang usia 2-4 bulan adalah fase di mana bayi mulai bisa menopang kepalanya sebagian. Oleh karena itu, untuk bayi yang masih berusia 1 bulan, pastikan sanggaan pada area leher dan kepala dilakukan dengan sangat kuat.
Panduan Waktu dan Durasi Ideal Menyendawakan Si Kecil
Waktu ideal untuk menyendawakan bayi adalah di tengah sesi menyusu, atau sekitar waktu 5-10 menit setelah mulai minum. Metode berkala ini sangat efektif dilakukan guna mencegah udara menumpuk terlalu lama di dalam perut.
Jika bayi memiliki kondisi tubuh yang mudah kembung, para ahli menyarankan untuk menyendawakannya setiap 5 menit sekali selama proses menyusu berlangsung. Langkah preventif ini dapat meminimalkan risiko kolik.
| Kondisi Bayi | Waktu Efektif | Durasi Maksimal |
|---|
Kondisi Normal5-10 menit setelah menyusu1-2 menitMudah KembungSetiap 5 menit sekali1-2 menit
Orang tua sering kali merasa cemas saat menghadapi situasi bayi susah sendawa meskipun sudah ditepuk lama. Batas waktu yang cukup untuk mencoba menyendawakan bayi sebenarnya berkisar antara durasi 1-2 menit saja.
Jika dalam waktu 2 menit bayi belum bersendawa, prosesnya tidak perlu dilanjutkan karena udara mungkin tidak terperangkap. Sebuah penelitian skala kecil menunjukkan bahwa kebiasaan menyendawakan bayi yang dipaksakan justru meningkatkan risiko bayi mengalami gumoh.
Penanganan Lanjutan Saat Udara Terperangkap di Perut
Ketika usaha menyendawakan tidak membuahkan hasil dan bayi menunjukkan gejala rewel, orang tua harus mencari cara mengatasi perut kembung pada bayi melalui stimulasi fisik lainnya yang aman bagi struktur tulang mereka. Gerakan memijat perut bayi secara melingkar searah jarum jam dapat membantu mengalirkan gas yang terjebak di usus. Melakukan gerakan kaki mengayuh sepeda secara perlahan saat bayi terlentang juga efektif mendorong udara keluar.
Apabila si kecil terus menangis histeris, perutnya teraba keras, atau menolak menyusu secara konstan, segera bawa ke dokter anak. Konsultasikan dengan profesional medis sebelum mengambil tindakan medis atau memberikan obat tetes darurat kepada bayi usia 1 bulan. Seiring bertambahnya usia, kapasitas lambung dan kekuatan otot pencernaan anak akan meningkat secara signifikan. Memasuki usia 6 bulan, umumnya bayi sudah bisa bersendawa sendiri tanpa perlu dibantu lagi oleh orang tua.






