Tim nasional Jepang saat ini memimpin perwakilan Asia dengan peluang besar menembus babak gugur 32 besar pada gelaran Piala Dunia 2026. Seperti dilansir dari Papanskor, Jepang menempati posisi yang sangat menguntungkan di antara sembilan wakil Asia lainnya setelah mengamankan 4 poin dari dua laga. Langkah impresif ini dipastikan setelah Samurai Biru menumbangkan Tunisia dengan skor mencolok 4-0 pada pertandingan kedua Grup F yang berlangsung Sabtu (20/6).
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi laga ke-1000 dalam sejarah Piala Dunia yang sukses mengangkat martabat sepak bola Asia di level internasional.
Kemenangan telak atas Tunisia ini juga melahirkan sejumlah rekor baru berdasarkan data resmi yang dilansir dari fifa.com. Jepang berhasil membukukan clean sheet pertama mereka di Piala Dunia setelah melewati 11 pertandingan tanpa gawang bersih.
Sebelumnya, tim berlambang matahari terbit ini terakhir kali menjaga gawang tidak kebobolan saat bermain imbang 0-0 melawan Yunani di Brasil 2014. Ayase Ueda turut mengukir sejarah lewat sumbangan dua golnya ke gawang Tunisia dalam laga tersebut.
Ueda menjadi pemain Jepang pertama yang mampu mencetak dua gol atau brace dalam satu pertandingan di sepanjang keikutsertaan negara tersebut pada Piala Dunia. Meskipun Jepang telah mengoleksi total 25 gol dari tujuh edisi Piala Dunia terdahulu, belum pernah ada pemain yang melesakkan lebih dari satu gol di laga yang sama.
Pencapaian Kamada dan Hajime Moriyasu
Catatan gemilang juga ditorehkan oleh Daichi Kamada yang mencetak gol pembuka ke gawang Tunisia setelah sebelumnya membobol gawang Belanda.
Kamada menjadi pemain Jepang kedua yang sukses mencetak gol dalam dua laga Piala Dunia secara berturut-turut setelah Junichi Inamoto pada edisi 2002. Gol dari Daichi Kamada tersebut tercipta hanya empat menit setelah kick-off dimulai dan menjadi gol tercepat Jepang di Piala Dunia. Catatan ini melampaui rekor penalti Shinji Kagawa pada menit keenam saat melawan Kolombia di Piala Dunia Rusia 2018.
Di kursi kepelatihan, Hajime Moriyasu mencatatkan kemenangan ketiganya di Piala Dunia setelah sebelumnya menumbangkan Jerman dan Spanyol pada edisi 2022.
Moriyasu kini resmi menjadi pelatih tersukses Jepang di Piala Dunia melampaui rekor Philippe Troussier dan Takeshi Okada.
Dominasi Mutlak Wakil Asia
Keberhasilan menyarangkan empat gol tanpa balas menjadi sejarah baru, bukan hanya bagi Jepang, tetapi juga untuk seluruh negara anggota AFC. Hasil ini menandai pertama kalinya perwakilan Asia mampu memenangkan pertandingan Piala Dunia dengan selisih mencapai empat gol.
Sebelum laga ini, selisih kemenangan terbesar tim Asia di Piala Dunia hanya mentok di angka dua gol saja. Jepang kini telah mengemas total enam gol di babak penyisihan grup turnamen ini setelah sebelumnya bermain imbang 2-2 melawan Belanda. Jumlah enam gol ini melampaui rekor lima gol di fase grup pada 2002 sekaligus menyamai total gol terbanyak mereka dalam satu edisi Piala Dunia pada Rusia 2018.
Kemenangan ini menjadi raihan tiga poin kedelapan Jepang dari total 27 laga yang sudah mereka mainkan di sepanjang sejarah Piala Dunia.
Angka tersebut menyamai rekor kemenangan terbanyak milik Korea Selatan yang juga meraih kemenangan kedelapan saat menundukkan Ceko di laga pembuka turnamen ini. Satu gol penutup dari Junya Ito pada menit ke-69 menempatkannya sebagai pencetak gol tertua Jepang di Piala Dunia dalam usia 33 tahun. Ito yang bermain penuh dalam pertandingan ini sukses melewati rekor Keisuke Honda yang mencetak gol di usia 32 tahun saat melawan Senegal di Rusia 2018.







