Bingung Hitung Poin Badminton? Ini Cara Hitung Skor Bulutangkis Resmi BWF

2 Juli 2026, 00:46 WIB

Menonton atau bermain bulutangkis sering kali memicu ketegangan luar biasa, terutama ketika kejar-kejaran angka terjadi di lapangan. Namun, bagi sebagian orang, memahami cara menghitung skor badminton dengan tepat sering kali membingungkan karena dinamika perpindahan servis yang cepat. Memahami regulasi resmi ini sangat penting agar Anda tidak salah menentukan siapa yang berhak memegang servis berikutnya.

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) telah menetapkan standardisasi global yang digunakan di semua turnamen resmi, mulai dari kejuaraan lokal hingga Olimpiade. Dengan memahami fondasi utama ini, Anda dapat menghitung poin secara presisi dan menikmati jalannya pertandingan dengan lebih maksimal.

Sistem perhitungan yang digunakan saat ini adalah sistem rally point. Dalam sistem ini, setiap kali reli selesai, pihak yang memenangi reli tersebut akan langsung mendapatkan satu poin, tidak peduli siapa yang melakukan servis terlebih dahulu.

Laman Resmi Olimpiade menegaskan bahwa format pertandingan bulutangkis menggunakan prinsip best of three atau maksimal tiga set pertandingan. Artinya, pemain atau pasangan yang berhasil mengamankan dua set terlebih dahulu akan keluar sebagai pemenang laga.

Menentukan Pemenang Satu Set Pertandingan

Pertanyaan yang paling sering muncul dari pencinta olahraga ini adalah mengenai "berapa poin game dalam bulutangkis" yang harus diraih untuk mengunci kemenangan. Dalam sistem modern yang berlaku, satu set atau gim dimenangi oleh pemain atau pasangan yang lebih dahulu mencapai 21 poin.

Ketika salah satu pihak berhasil menyentuh angka 21, gim dinyatakan selesai, kecuali jika terjadi situasi khusus di mana skor kedua belah pihak imbang di angka kritis. Berdasarkan regulasi resmi, perpindahan lapangan dilakukan setelah setiap set selesai dimainkan.

Aturan Interval dan Waktu Istirahat

Pertandingan badminton tidak berjalan tanpa henti, melainkan memiliki jeda waktu untuk memulihkan stamina atau menyusun strategi baru bersama pelatih. Ketika salah satu pihak mencapai 11 poin terlebih dahulu, pertandingan akan dihentikan sementara untuk fase interval selama 1 menit atau 60 detik.

Selain interval di tengah gim, pemain juga mendapatkan waktu istirahat yang lebih panjang setelah sebuah set berakhir. Istirahat atau jeda waktu perpindahan antarset diberikan oleh wasit maksimal selama 2 menit sebelum set berikutnya dimulai.

Memahami Aturan Deuce dan Batas Poin Maksimal

Dinamika pertandingan sering kali memuncak ketika kedua pihak menunjukkan kekuatan yang seimbang di akhir gim. Masalah nyata yang kerap memicu perdebatan di lapangan amatir adalah ketika skor menyentuh angka 20-20.

Dalam kondisi imbang 20-20, aturan deuce bulutangkis langsung diberlakukan secara otomatis. Untuk memenangi gim tersebut, salah satu pihak harus memimpin dengan selisih minimal 2 poin penuh, misalnya 22-20 atau 23-21.

Dalam kasus yang sering saya temui di lapangan, banyak pemain pemula yang mengira pertandingan akan terus berjalan tanpa batas ketika deuce terjadi secara beruntun. Namun, BWF telah menetapkan batas tegas demi menjaga durasi pertandingan dan fisik atlet.

Jika kedudukan poin terus imbang dan saling mengejar hingga mencapai skor 29-29, aturan selisih dua poin tidak berlaku lagi. Gim akan berakhir pada poin ke-30, sehingga siapa pun yang mencetak poin ke-30 terlebih dahulu akan langsung memenangi set tersebut dengan skor akhir 30-29.

Langkah demi Langkah Cara Hitung Poin Badminton Ganda

Menghitung skor untuk sektor tunggal relatif sederhana, namun situasinya menjadi lebih kompleks saat kita beralih ke sektor ganda putra, ganda putri, atau ganda campuran. Kesalahan umum yang saya lihat adalah kebingungan pemain dalam menentukan posisi berdiri dan siapa yang berhak melakukan servis setelah mendapatkan poin tambahan.

Untuk memastikan permainan berjalan lancar tanpa interupsi, berikut adalah panduan langkah demi langkah cara menentukan posisi servis dan penerimaan pada sektor ganda:

  1. Pahami aturan dasar posisi angka genap dan ganjil. Jika skor pihak yang melakukan servis adalah genap (termasuk 0), maka servis harus dilakukan dari bidang lapangan sebelah kanan. Jika skor berangka ganjil, servis dilakukan dari bidang sebelah kiri.
  2. Di awal gim, posisi ditentukan secara acak atau lewat undian. Pemain yang melakukan servis pertama kali akan berdiri di sebelah kanan karena skor masih 0-0.
  3. Jika kubu yang melakukan servis berhasil memenangi reli, mereka mendapat 1 poin. Pemain yang sama kemudian berpindah ke bidang lapangan sebelahnya (dari kanan ke kiri atau sebaliknya) untuk melakukan servis kembali. Mitra servisnya menyesuaikan posisi di bidang sebelahnya.
  4. Jika kubu penerima yang memenangi reli, mereka mendapat 1 poin. Posisi berdiri kedua pemain di kubu penerima tidak boleh berubah dari posisi reli sebelumnya. Hak servis berpindah ke kubu tersebut, dan pemain yang berhak melakukan servis ditentukan oleh apakah skor total mereka saat itu genap atau ganjil.
Aturan Bulu Tangkis Ganda Cara Mencetak Skor dan Berganti Posisi | CHANNEL RAHIM

Dari pengalaman saya menangani koordinasi pertandingan, kunci utama dalam sektor ganda adalah mengingat bahwa pemain penerima servis tidak pernah berganti posisi bidang lapangan sampai kubu mereka sendiri yang memenangi poin saat memegang servis. Dinamika ini memastikan putaran servis bergilir secara adil di antara keempat pemain di lapangan.

Skenario Penentuan di Set Ketiga

Apabila kedua pihak sama-sama memenangi satu set (skor set 1-1), maka pertandingan wajib dilanjutkan ke set ketiga sebagai babak penentu atau rubber game. Aturan dasar perolehan angka tetap sama, yaitu mencari 21 poin dengan sistem rally point.

Namun, terdapat prosedur khusus yang dinamakan aturan pindah lapangan bulutangkis set 3 demi memastikan keadilan kondisi lapangan bagi kedua pihak, seperti faktor embusan angin atau silau lampu stadion. Perpindahan tempat ini dilakukan secara langsung saat salah satu pihak telah mencapai 11 poin terlebih dahulu pada set ketiga tersebut. Setelah perpindahan posisi lapangan selesai, permainan langsung dilanjutkan tanpa adanya jeda istirahat tambahan.

Sejarah Transformasi dan Evolusi Perhitungan Skor BWF

Sistem perhitungan yang kita gunakan hari ini tidak muncul begitu saja, melainkan hasil dari evaluasi panjang. BWF tercatat pernah melakukan tiga kali perubahan sistem perhitungan skor secara masif sepanjang sejarah, yaitu sistem 11 x 5, 5 x 7, dan format modern saat ini yaitu 3 x 21.

Sebelum era modern, dunia bulutangkis menggunakan sistem klasik pindah bola yang berlaku hingga tahun 2002. Pada sistem klasik ini, hanya pemain yang melakukan servis yang bisa mendapatkan poin tambahan jika memenangi reli. Sektor tunggal putra dan semua nomor ganda bermain hingga 15 poin, sementara nomor tunggal putri bermain hingga 11 poin saja.

BWF kemudian sempat menguji coba sistem skor 5×7 poin yang berlangsung singkat dari bulan Januari hingga Agustus tahun 2002. Format ini menerapkan sistem pindah bola dengan format best of five atau mencari kemenangan 3 set terlebih dahulu, di mana satu set hanya terdiri dari 7 poin dengan sistem penentuan jus maksimal di poin ke-8 jika skor imbang 6-6.

Karena format 5×7 dirasa kurang ideal, pasca-Agustus 2002 aturan diubah kembali ke format klasik pindah bola namun dengan modifikasi pada aturan jus untuk memperpanjang napas pertandingan. Hingga akhirnya, pada akhir tahun 2005, BWF resmi memperkenalkan sistem 3×21 rally point yang memangkas durasi pertandingan secara signifikan dan membuatnya jauh lebih menarik untuk disiarkan di televisi.

Mengenal Perbedaan Format Skor 5×11 dan 3×21

Meskipun format 3×21 menjadi standar utama di turnamen sirkuit dunia terbuka, BWF juga menguji format alternatif untuk mempercepat durasi laga. Pemahaman mengenai perbedaan skor bulutangkis 5×11 dan 3×21 sangat penting bagi para pemain yang bertanding di turnamen kelompok umur atau kompetisi dengan format khusus.

Struktur komparasi berikut menjabarkan perbedaan teknis yang mencolok di antara kedua sistem perhitungan skor tersebut secara mendetail:

Perbandingan Aturan Sistem Skor Badminton Modern dan Alternatif
Parameter Peraturan Sistem Standar 3×21 Sistem Alternatif 5×11
Jumlah Set Maksimal 3 gim (Best of Three) 5 gim (Best of Five)
Syarat Mengunci Kemenangan Memenangi 2 gim Memenangi 3 gim
Poin Normal Per Gim 21 Poin 11 Poin
Jeda Interval Internal Poin 11 (Durasi 1 Menit) Poin 6 pada Gim Ke-5
Batas Maksimal Deuce Poin 30
Waktu Istirahat Antargim Maksimal 2 Menit Setelah Gim 2, 3, dan 4

Format 5×11 ini menuntut fokus yang luar biasa sejak detik pertama pertandingan dimulai. Karena jumlah poin yang relatif sangat sedikit, pemain tidak memiliki kemewahan waktu untuk melakukan adaptasi lambat atau melakukan kesalahan sendiri di awal laga.

Menerapkan sistem perhitungan poin badminton secara disiplin dan tepat akan meminimalkan potensi konflik di lapangan. Baik Anda bermain di turnamen kompetitif maupun sekadar mencari keringat di akhir pekan, penguasaan regulasi resmi ini menjadi fondasi utama bagi setiap insan bulutangkis.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang