Menghadapi ujian seleksi kerja atau beasiswa sering kali memicu pertanyaan besar di benak peserta tentang "cara menjawab soal deret angka" dengan cepat dan tepat. Banyak orang terjebak menghitung satu per satu angka tanpa menyadari adanya pola tersembunyi yang bisa diselesaikan dalam hitungan detik. Artikel ini akan membongkar strategi taktis memecahkan teka-teki logika numerik tersebut berdasarkan metode praktis para mentor berpengalaman.
Sebelum masuk ke teknik perhitungan, Anda harus memahami terlebih dahulu landasan dari ujian ini agar tidak salah dalam menyusun strategi belajar.
Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) menyatakan bahwa Tes Potensi Akademik (TPA) dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir seseorang dalam konteks akademik, serta menilai potensi intelektual dan kesiapan belajar dalam berbagai bidang studi.
Dari pengalaman saya mengamati peserta ujian, kesalahan terbesar mereka adalah menganggap remeh ujian ini dan memperlakukannya seperti matematika umum. Padahal, tes ini murni menguji ketajaman penalaran induktif Anda melalui angka.
Definisi Mengapa Tes Ini Selalu Muncul
Melansir dari Accurate.id, Tes Potensi Akademik (TPA) adalah salah satu bentuk psikotes yang digunakan secara luas untuk mengukur kecerdasan intelektual seseorang.
Oleh karena itu, deret angka dan huruf didefinisikan sebagai urutan huruf, angka, atau kombinasi keduanya yang disusun berdasarkan pola tertentu seperti operasi matematika atau urutan abjad. Deret ini berfungsi untuk melatih penalaran induktif peserta.
Langkah Taktis Menemukan Pola Deret Angka
Berdasarkan pengamatan nyata di lapangan, berikut adalah urutan langkah sistematis yang wajib Anda lakukan saat berhadapan dengan soal deret angka di lembar ujian.
- Amati Perubahan Dua Angka Pertama: Lihat apakah angka mengalami kenaikan atau penurunan, lalu cek selisihnya menggunakan operasi penjumlahan atau pengurangan sederhana.
- Cek Konsistensi Pola pada Suku Berikutnya: Jangan terburu-buru menyimpulkan pola hanya dari dua angka awal, uji pola tersebut ke angka ketiga dan keempat.
- Lompat Satu atau Dua Angka Jika Menemukan Kejanggalan: Jika angka naik-turun secara tidak teratur, kemungkinan besar deret tersebut memiliki pola larik ganda (lompat angka).
Baca Juga : Cara Menghapus Paket Indosat yang Sudah Habis Panduan Lengkap dan Efektif
Mengenal Karakteristik Pola Deret yang Sering Keluar
Dalam menyusun strategi pemecahan masalah, Anda harus familiar dengan variasi pola yang kerap dirancang oleh tim pembuat soal ujian.
Pola Penambahan Tetap
Ini adalah jenis pola yang paling mendasar namun sering mengecoh jika Anda terlalu berpikir rumit.
Sebagai contoh soal deret angka 1: deret angka 3, 6, 9, 12, 15 memiliki pola penambahan sebesar 3 pada setiap sukunya, sehingga angka berikutnya adalah 18.
Sering kali peserta mencari pola kuadrat atau perkalian yang rumit, padahal kuncinya hanya operasi tambah biasa.
Pola Angka Bertingkat
Ketika selisih antar-angka pertama tidak membentuk pola yang konsisten, Anda harus melihat selisih dari selisih tersebut. Pertanyaan yang sering muncul seperti "bagaimana cara mencari pola deret angka bertingkat?" dapat dijawab dengan melihat tingkat kedua dari operasi matematika tersebut.
Perhatikan contoh soal deret angka 2: deret angka 1, 2, 4, 7, 11, 16 menggunakan pola penambahan angka bertingkat secara berturut-turut (+1, +2, +3, +4, +5), sehingga angka selanjutnya adalah 22.
Dalam kasus yang sering saya temui, peserta sering menyerah di tingkat pertama karena melihat angka selisih yang acak, padahal mereka hanya perlu menurunkan satu tingkat lagi.
Pola Larik Ganda dengan Penyela
Tipe soal ini biasanya memiliki jumlah suku yang sangat panjang dalam satu baris. Jika Anda melihat barisan angka yang sangat panjang, trik utamanya adalah jangan melihatnya secara berurutan, melainkan melompat.
Lihat contoh soal deret angka 3: seri angka 18, 16, 0, 19, 17, 20 terdiri dari 2 seri angka yang disela oleh angka 0, yaitu seri pertama (18, 19, 20) dan seri kedua (16, 17, 18).
Baca Juga : Cara Membuat Mahkota Burung Dadali Panduan Lengkap untuk Pemula dan Ahli
Panduan Praktis Mengatur Waktu dan Strategi Belajar
Mengetahui rumus saja tidak cukup jika Anda gagal mengeksekusinya di ruang ujian akibat tekanan waktu yang sangat ketat.
- Beri batasan waktu maksimal 30 hingga 40 detik untuk satu soal deret. Jika buntu, segera lewati.
- Kerjakan latihan soal secara konsisten menggunakan stopwatch untuk membiasakan ritme berpikir cepat.
- Pelajari variasi soal lain seperti susunan pola 3 5 4 6 5 7 6 8… yang menuntut kejelian melihat operasi selang-seling (+2, -1, +2, -1).
Pendaftaran kursus persiapan tes bakat skolastik Beasiswa LPDP RI diselenggarakan pada tahun 2024 membuktikan bahwa minat terhadap penguasaan materi ini terus tinggi dari tahun ke tahun. Memiliki bank soal yang berkualitas akan sangat membantu mendongkrak kesiapan mental Anda.
| Jenis Pola Deret | Ciri Utama Barisan | Operasi Dasar |
|---|---|---|
| Penambahan Tetap | Selisih antar suku selalu sama | Penjumlahan |
| Angka Bertingkat | Selisih membentuk pola baru | Penjumlahan Berurutan |
| Larik Ganda | Barisan angka sangat panjang | Lompat Suku |
Terdapat lebih dari 45 contoh soal Tes Potensi Akademik (TPA) yang mencakup pembahasan dan tips yang bisa dijadikan rujukan otentik untuk memperkaya referensi belajar Anda. Menghadapi ujian TPA membutuhkan kombinasi antara ketenangan mental dan refleks logika yang tajam. Melatih diri dengan berbagai tipe kombinasi angka secara berulang merupakan satu-satunya cara terbaik untuk mengamankan nilai tinggi di atas rata-rata pesaing Anda.







