Harga Emas Dunia Turun ke US$4.140 per Ons Akibat Penguatan Dolar AS

7 Juli 2026, 05:14 WIB

Harga emas dunia bergerak melemah ke level US$ 4.140 per ons pada perdagangan Selasa (7/7/2026) akibat tertekan oleh penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Penurunan ini memangkas keuntungan komoditas logam mulia tersebut setelah sempat mendekati level tertingginya dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru, pergerakan ini melanjutkan tren koreksi tipis yang terjadi sejak awal pekan. Sentimen negatif eksternal memicu aksi ambil untung oleh sebagian pelaku pasar global.

Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.

Detail Pergerakan Harga Emas Global

Menurut data dari Trading Economics, harga emas spot pada penutupan perdagangan Senin sebelumnya berakhir di angka US$ 4.167,06 per ons troi, atau mencatatkan penurunan tipis sebesar 0,08 persen. Nilai tersebut menunjukkan penyusutan sekitar 3,47 persen dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Meski demikian, jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, harga emas dunia masih mencatatkan pertumbuhan positif yang signifikan sebesar 24,87 persen. Sehari sebelumnya, tepatnya pada Minggu (5/7/2026), harga komoditas ini sempat menguat ke posisi US$ 4.197,92 per ons troi sebelum berbalik arah.

Kontrak Berjangka dan Harga Spot

Sementara itu, bursa berjangka menunjukkan dinamika yang sedikit berbeda pada penutupan sesi sebelumnya. Dilansir dari laporan Investor ID, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus justru ditutup melonjak sebesar 1,22 persen menuju level US$ 4.176,05 per ons troi.

Namun, harga emas spot kemudian ditutup turun 0,25 persen ke level US$ 4.165,13 per ons troi setelah menyentuh level tertinggi barunya sejak tanggal 22 Juni. Pergerakan harian terpantau bergerak sangat volatil.

Dampak Rilis Data Ketenagakerjaan AS

Berdasarkan data performa dari TradingView, fluktuasi harian emas sempat menyentuh area tertinggi di level US$ 4.144,33 per ons troi. Namun, posisi tersebut langsung merosot hingga menyentuh area terendah harian di level US$ 4.030,34 per ons troi.

Penurunan tajam ke area terendah tersebut terjadi sesaat setelah pemerintah Amerika Serikat merilis laporan data ketenagakerjaan terbaru. Data ekonomi yang solid ini langsung memicu penguatan dolar AS dan menekan daya tarik emas sebagai aset aman.

Bangkit Setelah Terjun Bebas Harga Emas Kembali Meroket Naik Berapa | IDX CHANNEL

Kinerja Historis dan Proyeksi Pasar

Meskipun saat ini sedang mengalami tekanan jangka pendek, instrumen investasi emas dinilai tetap memiliki rekam jejak yang solid dalam jangka panjang. Pluang mencatat bahwa imbal hasil investasi emas dalam 25 tahun terakhir mampu mencapai rata-rata 15 persen per tahun terhadap mata uang Rupiah.

Sebagai informasi tambahan, emas pernah mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa di level US$ 5.608,35 per ons troi pada Januari 2026 yang lalu. Tren performa jangka panjang komoditas ini dapat dilihat secara terperinci dalam rangkuman data historis berikut.

Berikut adalah tabel ringkasan performa harga emas terhadap dolar AS dalam berbagai rentang waktu historis:

Tabel Kinerja Historis Emas terhadap Dolar AS
Periode Waktu Persentase Performa
1 Hari -0,63%
5 Hari 3,37%
1 Bulan -7,26%
6 Bulan -7,76%
Year to Date (YTD) -4,09%
1 Tahun 24,83%
5 Tahun 131,56%
10 Tahun 204,81%
Sepanjang Waktu 19,99 K%

Para analis pasar komoditas memperkirakan bahwa pergerakan harga emas berpotensi untuk pulih kembali dalam beberapa waktu ke depan. Trading Economics memproyeksikan harga emas dunia akan diperdagangkan di kisaran US$ 4.260,77 per ons troi pada akhir kuartal ini, serta diperkirakan mampu mencapai level US$ 4.553,08 per ons troi dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang