Biaya Pakan Ayam Bangkok Melonjak Ini Cara Membuat Fermentasi Dedak Sendiri

7 Juli 2026, 20:31 WIB

Biaya pakan ayam bangkok yang terus melonjak tinggi sering kali membuat para peternak memutar otak demi menjaga kelangsungan usaha mereka. Langkah taktis yang bisa diambil saat ini adalah dengan menerapkan cara membuat pakan ayam fermentasi sendiri menggunakan bahan baku lokal yang mudah didapat. Teknik pengolahan ini menjadi jawaban nyata atas tingginya beban operasional harian yang menjepit profitabilitas peternak di lapangan.

Berdasarkan data di lapangan, biaya pakan menyumbang sekitar 70% – 80% dari total biaya produksi peternakan ayam pedaging dan ayam petelur.

Angka yang sangat besar ini tentu memangkas margin keuntungan jika Anda hanya mengandalkan pakan pabrikan secara terus-menerus. Oleh karena itu, pakan fermentasi hadir sebagai pakan cadangan saat sumber pakan habis atau harga pakan melonjak naik.

Fermentasi pakan ayam adalah teknik pengawetan makanan alami menggunakan bantuan mikroorganisme untuk mengembangkan bakteri baik (probiotik) agar pakan bertahan lama. Langkah ini terbukti efektif.

Selain memperpanjang masa simpan, pakan fermentasi dapat membantu pertumbuhan ayam serta meningkatkan efisiensi pakan, asalkan bahan baku memenuhi standar kebutuhan nutrisi ayam.

Melalui pemanfaatan mikroorganisme pengurai, struktur serat kasar pada bahan pakan alternatif akan dipecah menjadi senyawa yang lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan ayam bangkok.

Mengatasi Keterbatasan Nutrisi Bahan Baku Lokal

Bahan pakan alternatif yang paling sering digunakan oleh peternak lokal adalah bekatul atau dedak padi.

Namun, Anda harus memahami batasannya. Kandungan protein pada bekatul atau dedak hanya sebesar 12%. Nilai ini tentu belum mencukupi kebutuhan harian ayam bangkok aduan yang memerlukan asupan protein tinggi untuk pembentukan otot dan tulang yang optimal.

Di sinilah proses fermentasi mengambil peran penting untuk meningkatkan kualitas nutrisi tersebut.

Melalui proses biologis ini, aktivitas mikroorganisme pengurai mampu meningkatkan nilai cerna dan mengoptimalkan penyerapan protein dalam tubuh ayam.

Panduan Teknis Pembuatan Pakan Fermentasi Skala Kecil

Bagi Anda yang ingin mencoba metode ini di rumah, pembuatan berskala kecil sangat disarankan untuk memahami mekanismenya terlebih dahulu. Dari pengalaman saya menangani berbagai jenis pakan alternatif, kunci keberhasilan fermentasi terletak pada sterilitas wadah dan ketepatan dosis cairan pengurai.

Jangan pernah berspekulasi dengan takaran jika tidak ingin pakan Anda membusuk dan berjamur. Berikut adalah takaran pembuatan fermentasi dedak alternatif berskala kecil yang wajib Anda penuhi:

  • 1 kg dedak atau bekatul murni berkualitas baik.
  • 2 tutup botol cairan mikroorganisme pengurai.
  • Air bersih secukupnya (jangan terlalu basah atau encer).
  • Wadah kedap udara atau kantong plastik tebal.

Langkah demi Langkah Proses Fermentasi Dedak

Setelah seluruh komponen di atas siap, Anda bisa langsung memulai proses pencampuran secara terstruktur.

Ikuti urutan langkah di bawah ini untuk memastikan bakteri pengurai bekerja secara optimal:

  1. Siapkan wadah plastik atau ember bersih untuk mencampur bahan baku utama.
  2. Larutkan 2 tutup botol cairan mikroorganisme pengurai ke dalam air bersih, lalu aduk hingga rata.
  3. Tuangkan larutan tersebut secara perlahan ke dalam 1 kg dedak sambil diaduk menggunakan tangan.
  4. Pastikan kadar air mencapai tingkat mampat (artinya, ketika adonan dedak digenggam, bahan menyatu tetapi tidak mengeluarkan air).
  5. Masukkan campuran dedak tersebut ke dalam wadah kedap udara, lalu tutup rapat tanpa ada celah udara sedikit pun.
  6. Simpan wadah di tempat yang teduh dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.

Ingat, proses fermentasi dedak alternatif berskala kecil memerlukan waktu penyimpanan selama 3 hari di tempat yang teduh.

Setelah tiga hari, Anda bisa membuka wadah tersebut.

Pakan fermentasi yang berhasil akan mengeluarkan aroma asam manis yang khas mirip seperti bau tape, bukan bau busuk yang menyengat.

Aturan Pembuatan Pakan Fermentasi Skala Besar

Bila Anda mengelola populasi ayam bangkok dalam jumlah banyak, metode pembuatan berskala kecil tentu tidak akan efisien lagi dari segi waktu.

Anda memerlukan sistem penyimpanan yang lebih masif menggunakan drum plastik. Proses fermentasi pakan ayam memerlukan waktu kurang lebih 2 minggu di dalam drum. Waktu yang lebih lama ini dibutuhkan karena volume bahan baku yang padat memerlukan masa inkubasi ekstra agar bakteri pengurai menjangkau seluruh bagian terdalam drum.

Kesalahan umum yang saya lihat adalah peternak sering membuka tutup drum sebelum waktunya karena penasaran.

Tindakan ini memicu masuknya oksigen yang dapat merusak proses anaerob. Akibatnya, jamur patogen akan tumbuh dan membuat pakan menjadi beracun untuk ayam bangkok Anda.

Perbandingan Parameter Pembuatan Pakan Fermentasi Berdasarkan Skala Produksi
Parameter Produksi Skala Kecil Skala Besar
Bahan Baku Dedak 1 kg
Cairan Pengurai 2 tutup botol
Waktu Inkubasi 3 hari 14 hari
Tempat Penyimpanan Wadah kecil teduh Drum plastik

Dampak Positif terhadap Manajemen Kandang

Penerapan cara membuat pakan ayam fermentasi sendiri ternyata membawa dampak instan terhadap kebersihan lingkungan sekitar peternakan Anda. Banyak peternak pemula mengeluhkan keluhan warga sekitar akibat bau kotoran yang menyengat.

Pertanyaan seperti "bagaimana cara agar kotoran ayam tidak bau" kini bisa dijawab langsung melalui perbaikan kualitas pakan fermentasi ini. Ketika ayam bangkok mengonsumsi pakan yang kaya akan bakteri probiotik, sistem pencernaan mereka akan bekerja jauh lebih sempurna. Sisa pakan terurai dengan baik di dalam usus.

Hasilnya, feses atau kotoran yang dikeluarkan oleh ayam menjadi lebih kering dan tidak mengeluarkan bau amonia yang tajam.

Hal ini tentu menghemat tenaga Anda dalam membersihkan kandang harian.

Strategi Pemberian Pakan pada Ayam Bangkok

Meskipun pakan alternatif murah ini memiliki segudang keunggulan, Anda tidak boleh memberikannya secara berlebihan tanpa kontrol.

Ayam bangkok tetap membutuhkan variasi nutrisi lain seperti jagung giling dan grit untuk menjaga kepadatan tulang mereka. Pemberian pakan fermentasi sebaiknya dikombinasikan secara berkala dengan pakan kering komersial.

Sistem pencernaan ayam bangkok aduan memerlukan adaptasi bertahap saat pertama kali beralih ke pakan basah hasil fermentasi ini. Lakukan pencampuran dengan pakan biasa dengan rasio kecil terlebih dahulu pada minggu pertama pemberian.

Langkah ini penting untuk mencegah terjadinya gangguan pencernaan atau diare pada ternak kesayangan Anda. Menurut penjelasan dari Made Gunung, SP selaku praktisi dari BPP Kubutambahan, standardisasi bahan baku sangat krusial dalam menentukan keberhasilan pertumbuhan ternak. Jangan pernah menggunakan bahan baku yang sudah berjamur atau busuk sejak awal proses pembuatan.

Kualitas bahan baku awal akan menentukan kualitas akhir dari pakan alternatif yang Anda hasilkan.

Gunakan dedak padi yang benar-benar segar dan bebas dari campuran sekam kasar yang dapat melukai tembolok ayam bangkok. Penerapan metode fermentasi yang disiplin dan higienis menjadi kunci utama untuk menekan biaya produksi tanpa harus mengorbankan performa dan kesehatan fisik ayam bangkok jagoan Anda di kandang.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang