Menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan selalu mendatangkan ketenangan spiritual, terutama saat kita mendirikan tata cara tarawih 11 rakaat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Banyak umat Islam yang masih bingung mengenai pembagian rakaat yang benar, apakah harus diselesaikan dengan skema dua rakaat atau langsung empat rakaat sekali salam. Artikel ini akan membedah secara mendalam langkah demi langkah teknis pelaksanaan ibadah malam ini agar Anda dapat mempraktikkannya dengan percaya diri, baik secara berjamaah maupun saat menerapkan cara sholat tarawih sendiri di rumah.
Ibadah tarawih memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam Islam. Rasulullah SAW memberikan motivasi besar kepada umatnya untuk menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan mendirikan shalat penuh keimanan.
"Barang siapa ibadah (Tarawih) di bulan Ramadan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau." (HR Bukhari, Muslim, dan lainnya)
Melalui landasan hadis riwayat Abu Hurairah RA tersebut, esensi utama dari ibadah ini adalah keikhlasan dan kekhusyukan, bukan sekadar kecepatan menyelesaikan rakaat. Dalam pandangan hukum fiqih, Imam Nawawi dalam Kitab Al-Majmu' Syarah Al-Muhadzdzab menegaskan bahwa sholat Tarawih hukumnya sunnah dan boleh dikerjakan secara berjamaah maupun sendiri. Penegasan ini memberikan fleksibilitas bagi Anda yang memiliki uzur syar'i untuk tidak ke masjid, sehingga tetap bisa meraih pahala penuh di rumah.
Dari segi jumlah rakaat, sejarah mencatat adanya variasi jumlah rakaat sholat Tarawih yang umum dilaksanakan oleh umat Islam, di antaranya adalah 8 rakaat, 20 rakaat, dan 36 rakaat. Khusus untuk format sholat 11 rakaat, struktur ibadahnya terdiri dari 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir sebagai penutup ibadah malam.
Pilihan Formasi Rakaat Shalat Tarawih 11 Rakaat
Berdasarkan praktik yang berkembang di kalangan ulama dan masyarakat, terdapat dua opsi utama dalam menyelesaikan delapan rakaat tarawih sebelum memasuki shalat witir.
Opsi Pertama: Formasi Tiap Dua Rakaat Salam
Opsi ini merupakan skema yang paling banyak dipraktikkan di berbagai masjid di Indonesia. Pada skema ini, 8 rakaat Tarawih dijalankan dengan 4 kali salam atau tiap 2 rakaat salam. Setelah melengkapinya, ibadah dilanjutkan dengan 3 rakaat Witir yang bisa dikerjakan dengan 2 kali salam (dua rakaat salam, lalu ditambah satu rakaat salam) atau langsung 1 kali salam.
Dari pengalaman saya mendampingi jamaah, formasi ini sangat ramah bagi lansia atau anak-anak karena memberikan jeda istirahat yang cukup sering di setiap selesai dua rakaat.
Opsi Kedua: Formasi Empat Rakaat Sekali Salam (4-4-3)
Opsi kedua adalah melaksanakan 8 rakaat Tarawih dengan 2 kali salam atau tiap 4 rakaat salam. Format ini kemudian ditutup dengan 3 rakaat Witir lewat 1 kali salam, atau yang dikenal luas di masyarakat dengan formasi 4-4-3.
Dasar dari formasi sholat tarawih 4 rakaat 1 salam ini merujuk pada hadis riwayat Aisyah yang menceritakan kebiasaan ibadah malam Nabi Muhammad SAW:
"Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam tidak pernah menambah bilangan pada bulan Ramadhan dan tidak pula pada bulan selain Ramadhan dari 11 rakaat. Beliau shalat empat rakaat sekali salam, maka jangan ditanya tentang kebagusan dan panjangnya, kemudian shalat empat rakaat lagi sekali salam maka jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian shalat witir tiga rakaat." (HR Muslim)
Panduan Niat Lengkap Shalat Tarawih dan Witir
Niat merupakan rukun qauli dan qalbi yang wajib dihadirkan saat takbiratul ihram. Berikut adalah redaksi niat yang dapat digunakan sesuai dengan posisi Anda dalam shalat.
- Niat Tarawih Sendiri: Ushalli sunnatat-tarawihi rak'ataini lillahi ta'ala (Jika mengambil opsi 2 rakaat).
- Niat Tarawih sebagai Makmum: Ushalli sunnatat-tarawihi rak'ataini ma'muman lillahi ta'ala.
- Niat Tarawih 4 Rakaat Sendiri: Ushalli sunnatat-tarawihi arba'a raka'atin lillahi ta'ala.
- Niat Witir 3 Rakaat Sekaligus: Ushalli sunnatal-witri thalatha raka'atin lillahi ta'ala.
Kesalahan umum yang saya lihat adalah terburu-buru melafalkan niat secara lisan hingga mengabaikan kemantapan hati saat takbiratul ihram dimulai.
Langkah demi Langkah Tata Cara Pelaksanaan
Berikut adalah urutan teknis yang jelas dan dapat langsung Anda eksekusi malam ini di rumah atau di mushala terdekat.
- Berdiri tegak menghadap kiblat dan membaca lafal niat sholat tarawih di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah, dilanjutkan dengan Surat Al-Fatihah, lalu membaca satu surat pendek dari Al-Qur'an.
- Melakukan ruku', iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan tumakninah.
- Bangkit berdiri untuk mengerjakan rakaat berikutnya hingga jumlah rakaat sesuai opsi yang Anda pilih (2 atau 4 rakaat).
- Melakukan duduk tahiyyat akhir pada rakaat terakhir dari sesi tersebut, membaca tasyahud, shalawat, lalu mengakhirinya dengan salam.
- Mengulangi proses di atas hingga total rakaat tarawih menggenapi jumlah 8 rakaat.
Terkait panjangnya bacaan ayat, Imam Ahmad memberikan nasihat berharga. Menurut beliau, dalam sholat Tarawih, seorang imam sebaiknya membaca ayat-ayat pendek atau ringan agar tidak memberatkan jamaah lain, tergantung kebiasaan di daerah tersebut. Prinsip ini juga sangat bagus diterapkan saat Anda mempraktikkan cara sholat tarawih sendiri di rumah agar ibadah tidak terasa melelahkan secara fisik.
Setelah merampungkan seluruh sesi tarawih, Anda wajib berpindah ke tata cara sholat witir 3 rakaat. Jika mengambil format langsung tiga rakaat satu kali salam, Anda tidak perlu duduk tahiyyat awal pada rakaat kedua, melainkan langsung bangkit ke rakaat ketiga dan melakukan tahiyyat akhir sebelum salam.
| Komponen Shalat | Skema Opsi 1 (Tradisional) | Skema Opsi 2 (Formasi 4-4-3) |
|---|---|---|
| Jumlah Rakaat Tarawih | 8 Rakaat | 8 Rakaat |
| Frekuensi Salam Tarawih | 4 Kali Salam | 2 Kali Salam |
| Rakaat Per Sesi Tarawih | 2 Rakaat | 4 Rakaat |
| Jumlah Rakaat Witir | 3 Rakaat | 3 Rakaat |
| Frekuensi Salam Witir | 1 atau 2 Kali Salam | 1 Kali Salam |
Bimbingan Melafalkan Doa Setelah Shalat Tarawih
Jangan terburu-buru beranjak setelah salam terakhir dari shalat witir diucapkan. Sesi ini adalah waktu yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa setelah sholat tarawih dan kamilin.
Biasanya, urutan zikir dimulai dengan membaca Subhanal malikil quddus sebanyak tiga kali secara bersama-sama jika berjamaah. Setelah itu, barulah membaca doa kamilin yang berisi permohonan agar iman kita disempurnakan, ibadah puasa kita diterima, dan dosa-dosa kita dihapuskan sepenuhnya oleh Allah SWT. Bagi yang shalat sendiri, bacalah dengan perlahan dan resapi setiap makna dari kalimat permohonan tersebut.
Untuk bacaan surat pendek sholat witir, Anda disunnahkan membaca Surat Al-A'la pada rakaat pertama, Surat Al-Kafirun pada rakaat kedua, serta Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas secara berurutan pada rakaat ketiga jika mengambil skema witir tiga rakaat sekaligus.
Memilih formasi 2 rakaat maupun 4 rakaat dalam shalat tarawih 11 rakaat merupakan wilayah ijtihad yang sama-sama memiliki sandaran dalil sahih yang kuat. Hal paling krusial yang menentukan kualitas ibadah malam Anda adalah tingkat kekhusyukan, kesempurnaan rukun gerakan, serta keikhlasan hati dalam menghidupkan malam Ramadhan demi menggapai ridha Allah SWT.







