Harga daging ayam di pasar tradisional wilayah Kalimantan Barat tercatat turun menjadi Rp38.000 per kilogram pada Senin (13/7/2026). Penurunan harga komoditas pangan hewani ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga sembako hari ini 13 Juli 2026.
Berdasarkan data pemantauan harga pangan massal dari Databoks Katadata, pergerakan harga ayam kalbar hari ini menunjukkan tren melandai dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini terjadi secara bertahap di sejumlah pasar induk regional.
Penurunan nominal komoditas ini memang tidak terlalu signifikan, namun tetap memberikan dampak langsung bagi pengeluaran harian rumah tangga. Struktur harga pangan di tingkat pengecer mulai menyesuaikan stok yang melimpah dari peternak setempat.
Sebelumnya, harga daging ayam di pasar tradisional Kalimantan Barat pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 16:44 WIB berada di angka Rp38.350 per kilogram. Dengan demikian, terdapat penurunan harian sebesar Rp350 per kilogram menuju awal pekan ini.
| Hari dan Tanggal | Harga per Kilogram | Perubahan Harga |
|---|---|---|
| Jumat, 10 Juli 2026 | Rp38.350 | – |
| Senin, 13 Juli 2026 | Rp38.000 | Turun Rp350 |
Faktor Penyebab Fluktuasi Harga Sembako Hari Ini
Pergeseran nilai jual bahan pokok di pasar tradisional Kalimantan Barat dipengaruhi oleh kelancaran jalur distribusi pasokan. Pasokan daging ayam dari sektor peternakan lokal dinilai sangat mencukupi kebutuhan konsumsi harian warga di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pergerakan bahan pokok lain seperti sayuran dan bumbu dapur di beberapa daerah juga dinilai dinamis. Beberapa komoditas strategis bahkan kerap memicu pertanyaan warga seperti "kenapa harga cabai rawit turun" ketika pasokan panen dari sentra produksi melimpah.
Selain pergerakan alami pasar, stabilitas harga pangan di berbagai daerah saat ini juga didorong oleh intervensi eksternal. Program bantuan seperti pasar murah sembako pertamina ikut membantu meredam potensi lonjakan harga pangan di tingkat konsumen secara nasional.
Kondisi Distribusi Pangan di Lapangan
Hingga Senin pagi, aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional di Kalimantan Barat terpantau berjalan normal dan kondusif. Para pedagang menggelar stok dagangan dengan harga eceran tertinggi yang masih sesuai dengan daya beli masyarakat setempat.
- Stok daging ayam segar di tingkat pengecer melimpah.
- Jalur distribusi dari peternak ke pasar induk berjalan tanpa hambatan cuaca.
- Permintaan konsumen berada pada grafik stabil cenderung normal.
Pemerintah daerah melalui dinas terkait terus melakukan pemantauan berkala terhadap fluktuasi harga pangan ini guna mengantisipasi penimbunan. Pengawasan ketat di pasar-pasar tradisional diharapkan mampu menjaga tren positif penurunan harga komoditas pokok dalam beberapa waktu ke depan.






