Harga emas dunia bergerak melemah ke level US$4.069,26 per troy ons atau mengalami penurunan sebesar 1,23 persen pada perdagangan Senin (13/7/2026) pukul 06.37 WIB. Penurunan ini memperpanjang tren koreksi komoditas logam mulia setelah sempat menembus level tertinggi di atas US$4.200 per troy ons pada awal pekan sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan sesi Asia pada hari yang sama pukul 09.44 WIB, komoditas ini ditransaksikan pada level US$4.072,75 per troy ons atau turun 1,18 persen. Koreksi ini terjadi setelah emas ditutup melemah tipis 0,03 persen ke posisi US$4.120,08 per troy ons pada akhir pekan, Jumat (10/7/2026).
Secara akumulatif, performa harga emas dunia mencatatkan pelemahan sebesar 1,31 persen sepanjang pekan sebelum 13 Juli 2026. Nilai tersebut berbalik arah dari pencapaian pekan sebelumnya lagi yang sempat membukukan penguatan sebesar 2,12 persen.
Faktor Penyebab Penurunan Harga Emas
Penurunan harga emas dunia dipicu oleh sejumlah indikator keuangan dari Amerika Serikat. Salah satu pendorong utama koreksi ini adalah pergerakan imbal hasil obligasi negara tersebut yang menekan daya tarik emas sebagai aset aman.
Lonjakan Imbal Hasil Obligasi AS
Imbal hasil riil (real yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun melonjak signifikan pada pekan sebelum 13 Juli 2026. Lonjakan tersebut membawa tingkat imbal hasil surat utang AS ke level tertinggi sejak April 2025.
Kenaikan imbal hasil obligasi ini menyebabkan biaya peluang (opportunity cost) memegang emas menjadi lebih tinggi bagi para investor. Alhasil, sebagian pelaku pasar memilih mengalihkan dana mereka ke instrumen investasi yang menghasilkan imbal hasil langsung.
Dinamika Fluktuasi Harga Mingguan
Tekanan jual di pasar komoditas membuat harga emas sempat merosot hingga 1,4 persen sepanjang pekan lalu. Komoditas perlindungan nilai ini bahkan sempat tertekan hingga ke bawah level US$4.070 per ons sebelum mendekati area US$4.020 per troy ons.
Kendati tengah mengalami tekanan jangka pendek, laporan dari beberapa lembaga keuangan internasional menunjukkan prospek jangka panjang yang bervariasi bagi komoditas emas dunia.
Riset World Gold Council
World Gold Council (WGC) mencatat bahwa aktivitas institusional terhadap komoditas emas tetap tinggi. Bank-bank sentral di berbagai negara terpantau masih melakukan aksi beli bersih secara masif di pasar fisik.
- Pembelian bersih oleh bank sentral mencapai total 41 ton emas pada Mei 2026.
- Sebanyak 45 persen bank sentral yang disurvei berencana menambah cadangan emas mereka dalam 12 bulan ke depan.
- Angka persentase rencana penambahan cadangan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah survei WGC.
Prediksi Bank of America
Di sisi lain, institusi perbankan global melakukan penyesuaian terhadap estimasi nilai komoditas ini. Bank of America (BofA) secara resmi memangkas proyeksi rata-rata harga emas untuk tahun 2026 sebesar 14 persen menjadi US$4.360 per ons.
Kendati menurunkan target rata-rata tahunan, Bank of America memprediksi bahwa emas tetap memiliki peluang besar untuk mencapai level target US$5.000 per ons. Momentum penguatan tersebut diperkirakan terjadi setelah siklus pengetatan suku bunga The Fed berakhir.
Rangkuman Data Pergerakan Emas
Berikut adalah rincian data pergerakan nilai emas dunia berdasarkan perkembangan pasar komoditas global terkini.
| Waktu Perdagangan | Nilai Emas (per Troy Ons) | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Jumat, 10 Juli 2026 (Penutupan) | US$4.120,08 | -0,03% |
| Senin, 13 Juli 2026 (06.37 WIB) | US$4.069,26 | -1,23% |
| Senin, 13 Juli 2026 (09.44 WIB) | US$4.072,75 | -1,18% |
Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan.
Perkembangan nilai komoditas global ini terus dipantau oleh para pelaku pasar di dalam negeri mengingat pergerakan harga emas dunia secara langsung memengaruhi nilai instrumen investasi berbasis logam mulia domestik.






