Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka menguat hingga menyentuh posisi Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan Rabu pagi, 15 Juli 2026 pukul 09.05 WIB. Penguatan mata uang Garuda ini terjadi seiring dengan tertekannya indeks dolar AS (DXY) di pasar global sejak penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan teranyar, penguatan rupiah pada pagi hari ini bervariasi di beberapa platform perdagangan. Data Refinitiv mencatat rupiah terapresiasi sebesar 0,17 persen ke level Rp18.050 per dolar AS tidak lama setelah pasar dibuka.
Sementara itu, data Bloomberg menunjukkan rupiah dibuka pada level Rp18.067 per dolar AS atau menguat sebesar 24 poin (0,13 persen). Pada pukul 09.01 WIB, transaksi di pasar spot terpantau berada di posisi Rp18.070 per dolar AS yang mencerminkan penguatan 21 poin atau sebesar 0,12 persen.
Daftar Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Terkini
Meskipun menunjukkan tren penguatan dalam dua hari terakhir, posisi rupiah saat ini terpantau masih tertahan di kisaran level Rp18.000-an sejak 8 Juli 2026 setelah sebelumnya sempat bergerak di zona Rp17.000-an per dolar AS.
Berikut adalah perbandingan data nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berdasarkan acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia serta penutupan pasar spot dalam beberapa hari perdagangan terakhir:
| Hari, Tanggal Referensi | Kurs Jisdor Bank Indonesia (BI) | Penutupan Pasar Spot Sore Hari |
|---|---|---|
| Senin, 13 Juli 2026 | Rp18.131 per dolar AS | – |
| Selasa, 14 Juli 2026 | Rp18.099 per dolar AS | Rp18.091 per dolar AS (Menguat 18 poin) |
| Rabu, 15 Juli 2026 (Pagi) | – | Rp18.050 s.d Rp18.070 per dolar AS (Berjalan) |
Faktor Pemicu Penguatan Rupiah
Apresiasi nilai tukar rupiah pada pertengahan pekan ini didorong oleh sejumlah sentimen eksternal dan internal yang mempengaruhi pergerakan pasar valuta asing secara keseluruhan.
1. Kejatuhan Indeks DXY di Pasar Global
Faktor utama yang menyokong penguatan rupiah adalah pelemahan indeks dolar AS (DXY) secara beruntun. Pada perdagangan Selasa, 14 Juli 2026, indeks DXY ditutup merosot ke posisi 101,15 atau turun berkisar antara 0,08 persen hingga 0,35 persen ke level 100,91.
Tren penurunan ini berlanjut pada perdagangan Rabu pagi, 15 Juli 2026 pukul 09.00 WIB. Indeks DXY terpantau kembali melemah sebesar 0,10 persen hingga 0,12 persen ke kisaran level 100,797 sampai dengan 100,82.
2. Performa Mata Uang Global Lainnya
Pelemahan greenback tidak hanya memberikan ruang bagi rupiah untuk bernapas, melainkan juga memicu penguatan pada mata uang utama global lainnya pada penutupan perdagangan Selasa kemarin:
- Mata uang Euro tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,38 persen menjadi US$1,1424 per dolar AS.
- Mata uang Poundsterling Inggris ikut terkerek naik sebesar 0,27 persen menuju level US$1,3382 per dolar AS.
- Apresiasi mata uang regional ini menegaskan bahwa tekanan terhadap indeks dolar AS terjadi secara merata di pasar global.
Informasi perkembangan nilai tukar ini bukan merupakan saran investasi atau rekomendasi transaksi finansial. Nilai tukar mata uang bersifat sangat volatil dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan dinamika pasar global dan domestik.
Hingga saat ini, pelaku pasar terus mengamati pergerakan nilai tukar rupiah seiring volatilitas indeks dolar AS serta dampaknya terhadap stabilitas moneter dalam negeri hingga penutupan perdagangan sore nanti.






