Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.921 per Dolar AS Hari Ini

20 Juli 2026, 09:01 WIB

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah tipis 0,36 persen ke level Rp17.921 per dolar AS pada perdagangan Senin (20/7/2026). Pergerakan mata uang Garuda ini terjadi di tengah melandainya Indeks Dolar AS (DXY) ke posisi 100,765 berdasarkan data Trading Economics.

Meskipun ditutup melemah pada awal pekan ini, pergerakan rupiah dalam jangka menengah menunjukkan tren apresiasi. Kurs rupiah di pasar spot dalam sepekan terakhir tercatat menguat 0,80 persen dibandingkan posisi Rp18.065 pada Jumat (10/7/2026). Secara keseluruhan, rupiah mengalami penguatan sebesar 188 poin atau 1,03 persen pada periode 13 Juli hingga 17 Juli 2026 dengan pergerakan dari Rp18.109 menuju Rp17.921 per dolar AS.

Kinerja Kurs Referensi JISDOR

Sejalan dengan pasar spot, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang dirilis Bank Indonesia menunjukkan penguatan 0,54 persen menjadi Rp17.944 pada Jumat (17/7/2026). Jika dihitung dalam kurun waktu sepekan, kurs Jisdor melesat 0,69 persen dari posisi Rp18.069 pada akhir pekan sebelumnya. Pada perdagangan hari ini, transaksi rupiah bergerak pada kisaran Rp17.890 dan hanya melemah tipis 4,5 poin dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Melihat Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini | METRO TV

Perbandingan Mata Uang Regional

Di kawasan Asia, pergerakan mata uang terhadap dolar AS bervariasi pada awal pekan ini. Mayoritas mata uang mengalami koreksi, namun sebagian kecil lainnya berhasil mencatatkan penguatan tipis.

Mata Uang Pergerakan vs USD
Peso Filipina +0,06%
Yen Jepang +0,01%
Rupee India +0,01%
Dolar Hong Kong -0,01%
Dolar Singapura -0,02%
Yuan China -0,07%
Baht Thailand -0,09%
Ringgit Malaysia -0,23%
Won Korea -0,35%
Rupiah Indonesia -0,36%

Indikator Ekonomi Domestik Pendukung Stabilitas

Penguatan rupiah dalam sepekan terakhir didukung oleh fundamental ekonomi dalam negeri yang tetap solid. Berdasarkan Hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) kuartal II-2026 yang dirilis Bank Indonesia, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) tercatat sebesar 12,97 persen. Angka ini mengalami kenaikan bermakna dari posisi 10,11 persen pada kuartal sebelumnya.

Kenaikan aktivitas dunia usaha tersebut juga tecermin dari tingkat kapasitas produksi terpakai. Bank Indonesia mencatat kapasitas produksi terpakai dunia usaha meningkat menjadi 73,8 persen dari periode sebelumnya yang sebesar 73,33 persen. Peningkatan ini memberi sinyal positif terhadap pemulihan dan ekspresi sektor riil di dalam negeri.

Informasi ini bukan saran investasi. Transaksi valuta asing memiliki risiko tinggi akibat fluktuasi harga. Konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan transaksi.

Analisis Pergerakan Pasar Valuta Asing

Data Trading Economics mengonfirmasi bahwa secara akumulatif rupiah terapresiasi sekitar 0,74 persen dalam sepekan terakhir. Melandainya indeks Dolar AS memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang untuk bernapas, meski dinamika harian masih dibayangi koreksi tipis akibat sentimen jangka pendek pelaku pasar.

Kombinasi antara melandainya DXY dan meningkatnya kapasitas produksi terpakai dalam negeri menjadi penopang utama daya tahan mata uang domestik. Pasar terus memantau perkembangan indikator makroekonomi domestik serta kebijakan moneter global untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang