Pemerintah Kota Surabaya bersama PT Surabaya Industrial Estate Rungkut menggelar ajang lari SIER Mangrove Eco Run 3.0 di Kebun Raya Mangrove Surabaya dengan diikuti sebanyak 2.000 peserta. Kegiatan kolaborasi yang didukung Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia dan HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, sebagaimana dilansir dari Papanskor.
Penyelenggaraan tahun ini mencatatkan peningkatan jumlah peserta dari 1.500 orang pada tahun sebelumnya menjadi 2.000 orang. Selain ajang lari, kegiatan ini juga menyajikan inovasi berupa kategori Trail Run 5K yang melintasi pematang tambak dan hutan mangrove, serta menggelar festival riset yang melibatkan 78 periset dari perguruan tinggi dan sekolah.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, memberikan penjelasan mengenai respons masyarakat terhadap kategori baru yang dihadirkan dalam acara tersebut.
"Alhamdulillah, sekitar 2.000 peserta hadir mengikuti kegiatan ini. Untuk kategori Trail Run yang baru pertama kali digelar, respons masyarakat sangat positif. Lebih dari 500 peserta langsung berpartisipasi di kategori tersebut. Ini menunjukkan masyarakat Surabaya antusias mencoba pengalaman berlari dengan konsep yang berbeda," kata Agus.
Jalur lintasan baru ini dinilai memberikan sensasi berbeda bagi para pelari yang terbiasa berlari di jalan raya Kota Surabaya.
"Dari beberapa peserta yang saya ajak berbincang, banyak yang mengaku penasaran ingin mencoba lintasan Trail Run yang baru ini. Setelah mencobanya, respons mereka sangat positif karena selama ini event lari di Surabaya hampir semuanya menggunakan jalan raya," ujar Agus.
Peningkatan partisipasi masyarakat mendorong pihak penyelenggara untuk melakukan evaluasi demi kenyamanan mobilitas peserta di masa mendatang.
"Harapan kami, semakin banyak masyarakat mengenal kawasan mangrove ini. Tidak hanya sebagai lokasi penyelenggaraan event, tetapi juga menjadi destinasi untuk berolahraga, berekreasi, menikmati alam, sekaligus mendapatkan edukasi mengenai lingkungan," ujar Agus.
Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengungkapkan bahwa keterlibatan perusahaan dalam acara ini bertepatan dengan rangkaian peringatan HUT ke-52 PT SIER sekaligus bentuk dukungan pelestarian lingkungan.
"Karena itu, kami melihat kegiatan ini sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan," ujar Rizka.
Perusahaan menegaskan pentingnya keterkaitan antara aktivitas industri, pelestarian ekosistem lingkungan, serta dukungan terhadap riset dan teknologi di Kota Surabaya.
"Kolaborasi antara pelestarian lingkungan dengan riset dan inovasi akan menjadi daya dorong penting dalam mewujudkan sustainability. Kami percaya sinergi ini akan semakin memperkuat upaya menjaga lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan," kata Rizka.







