Induk organisasi renang Indonesia secara resmi menggunakan nama Akuatik Indonesia setelah sebelumnya dikenal sebagai Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI). Perubahan nama tersebut disahkan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munasus) PRSI 2023 yang berlangsung di Jakarta pada 5 Agustus 2023. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan transformasi tata kelola olahraga air di tingkat internasional.
Perubahan identitas ini tidak hanya mencakup pergantian nama, tetapi juga pembaruan logo organisasi. Logo baru Akuatik Indonesia dipilih melalui proses sayembara terbuka yang diikuti oleh 450 peserta dengan total 500 karya desain, sebelum akhirnya ditetapkan satu logo resmi yang mewakili semangat baru organisasi.
Pengubahan nama induk organisasi renang ini bertujuan untuk menaungi seluruh disiplin olahraga air secara komprehensif. Langkah ini sejalan dengan regulasi Federasi Akuatik Dunia (FINA) yang juga melakukan penyesuaian branding secara global.
Ketua Umum Akuatik Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa perubahan ini membawa tanggung jawab pembinaan yang lebih luas di Indonesia.
"Melalui Munasus 2023 namanya berubah dari PRSI menjadi Akuatik Indonesia… ada polo air, loncat indah, renang artistik, high diving, renang perairan terbuka dan renang master," kata Ketua Umum Akuatik Indonesia Anindya Bakrie.
Pertanyaan publik mengenai "apa nama baru induk organisasi renang Indonesia?" kini terjawab dengan cakupan olahraga yang dipimpin oleh federasi tersebut. Berikut adalah cabang olahraga yang berada di bawah naungan Akuatik Indonesia:
- Renang lintasan
- Polo air
- Loncat indah
- Renang artistik
- High diving
- Renang perairan terbuka
- Renang master
Sejarah Panjang Pengelolaan Renang di Indonesia
Sebelum berganti nama, sejarah renang terorganisir di Tanah Air dimulai sejak pertengahan abad ke-20. Organisasi PRSI didirikan pada 21 Maret 1951 dengan Prof. Dr.
Poerwo Soedarmo dipercaya sebagai ketua umum pertama. Kehadiran wadah ini menjadi tonggak penting pengembangan atlet akuatik nasional.
Dalam perjalanan administrasinya, Pengurus Besar PRSI (PB PRSI) didirikan secara resmi berdasarkan akte notaris pada 5 Maret 2012 di Jakarta Timur. PB PRSI menjalankan fungsi manajerial dengan struktur kepengurusan yang terdiri dari lima wakil ketua umum dan seorang sekretaris jenderal.
Perbandingan Era Organisasi Renang Indonesia
Perjalanan transformasi badan pengelola olahraga renang nasional dapat dilihat dalam rekam jejak sejarah berikut:
| Periode | Nama Organisasi | Ketua Umum / Tokoh Kunci | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 21 Maret 1951 | PRSI | Prof. Dr. Poerwo Soedarmo | Pendirian awal organisasi renang nasional |
| 5 Maret 2012 | PB PRSI | – | Pengesahan legalitas melalui akte notaris di Jakarta Timur |
| 5 Agustus 2023 | Akuatik Indonesia | Anindya Bakrie | Pergantian nama resmi melalui Munasus 2023 |
Sinergi dengan World Aquatics dan Pembinaan Atlet
Di tingkat global, Akuatik Indonesia terhubung langsung dengan FINA (Federation Internationale de Natation), induk organisasi renang seluruh dunia. FINA didirikan pada 19 Juli 1908 di London oleh delapan negara pendiri dan saat ini dipimpin oleh Husain Al Musallam sejak Juni 2021. Hingga kini, FINA memiliki 209 negara anggota dari lima benua, termasuk Indonesia.
Hubungan internasional ini krusial untuk memfasilitasi keikutsertaan atlet Indonesia dalam ajang multi-event regional maupun global. Sebelum transformasi nama dilakukan, federasi aktif menggelar berbagai ajang kualifikasi penting.
Salah satu agenda strategis yang pernah digelar adalah seleksi nasional (seleknas) tahap akhir untuk SEA Games 2023. Ajang seleksi tersebut berlangsung pada 21-24 Februari 2023 di Stadion Akuatik GBK, Jakarta. Seleknas tersebut melibatkan atlet yang masuk dalam posisi 24 besar database nasional untuk bersaing di 38 nomor pertandingan.
Langkah seleksi ketat tersebut menjadi bagian dari upaya mempertajam pencapaian prestasi. Pada gelaran SEA Games XXXI/2021 di Vietnam, tim renang Indonesia berhasil membawa pulang total 15 medali, yang terdiri dari 2 medali emas, 3 medali perak, dan 10 medali perunggu.
Penguatan struktur organisasi melalui nama Akuatik Indonesia diharapkan terus memacu tata kelola pembinaan atlet secara berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.







