Mengungkap Alat Musik Selaput Tipis dan Cara Memainkannya Saat Ini

3 Agustus 2026, 12:47 WIB

Alat musik yang menggunakan selaput tipis sebagai sumber bunyi disebut membranophone. Membranophone adalah kategori alat musik yang menghasilkan suara dari getaran selaput tipis yang direntangkan pada kerangka. Memahami jenis dan cara memainkan alat ini sangat penting untuk mengenal warisan budaya musik tradisional maupun modern di Indonesia.

Membranophone berasal dari bahasa Latin "membrana" yang berarti selaput tipis dan bahasa Yunani "phone" yang berarti suara. Istilah ini diperkenalkan oleh Erich Moritz von Hornbostel dan Curt Sachs pada tahun 1914 sebagai bagian dari sistem klasifikasi alat musik. Membranophone adalah alat musik yang menghasilkan suara melalui getaran selaput tipis yang direnggangkan di atas rangka atau tabung.

Selaput tipis ini bisa terbuat dari berbagai bahan, seperti kulit hewan, plastik, kanvas, hingga bahan sintetis modern. Perbedaan bahan ini memengaruhi kualitas suara yang dihasilkan. Misalnya, kulit hewan memberikan suara yang lebih hangat dan alami, sementara plastik lebih tahan lama dan stabil terhadap perubahan cuaca.

Jenis-Jenis Alat Musik Membranophone Berdasarkan Cara Memainkan

Membranophone memiliki berbagai jenis berdasarkan teknik memainkannya. Secara umum, jenis-jenis tersebut meliputi:

  1. Struck Drums (Dipukul): Jenis paling umum yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan atau stik. Contohnya timpani, snare drum, bass drum, bongo, conga, djembe, serta alat musik tradisional Indonesia seperti kendang, tifa, dan tabla.
  2. Friction Drums (Digesek): Memainkan suara dengan cara menggesek selaput tipis menggunakan alat khusus. Contohnya cuica dari Brasil dan lion's roar yang menghasilkan suara mirip auman singa.
  3. Singing Membranophones (Ditiup): Membranophone yang menghasilkan suara dengan meniup dan menyebabkan getaran selaput, seperti kazoo dan mirliton.
  4. Frame Drums (Bingkai): Selaput tipis direntangkan pada bingkai dan dimainkan dengan cara dipukul atau digesek, seperti tambourine dan rebana.

Contoh Alat Musik Membranophone Tradisional di Indonesia

Indonesia kaya akan alat musik membranophone yang berakar dari budaya lokal. Beberapa contohnya adalah:

  • Kendang dari Jawa, Sunda, dan Bali, yang kerap digunakan dalam gamelan dan pertunjukan tradisional.
  • Tifa dari Papua dan Maluku, alat musik yang juga memiliki selaput tipis terbuat dari kulit kayu atau hewan.
  • Rebana, alat musik bingkai yang populer di kalangan masyarakat Melayu dan Jawa dalam acara keagamaan.
  • Bedug, alat musik besar yang digunakan dalam tradisi Islam untuk penanda waktu salat.

Sejarah Singkat Kendang di Indonesia

Kendang merupakan salah satu membranophone yang paling dikenal di Indonesia. Sejarahnya sudah ada sejak masa kerajaan Hindu-Buddha dan terus berkembang sebagai alat penting dalam berbagai kesenian tradisional. Kendang berfungsi sebagai pengatur irama dan tempo dalam gamelan serta pertunjukan tarian.

Dalam praktik saya, kendang tidak hanya sekadar mengiringi musik tetapi menjadi alat komunikasi ritmis yang menyatukan pemain dan penonton. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah kurangnya pemahaman terhadap variasi pukulan sehingga suara yang dihasilkan kurang ekspresif.

Cara Memainkan Alat Musik Membranophone

Memainkan membranophone memerlukan teknik khusus sesuai jenis alat dan budaya asalnya. Berikut langkah-langkah dasar yang dapat diikuti:

  1. Kenali jenis membranophone yang akan dimainkan dan bahan selaputnya.
  2. Pelajari teknik pukulan atau gesekan yang benar, apakah menggunakan tangan kosong, stik, atau alat lain.
  3. Latih koordinasi antara tangan dan ritme untuk menghasilkan suara yang konsisten dan dinamis.
  4. Eksperimen dengan pengaturan ketegangan selaput, misalnya dengan mengencangkan atau mengendurkan selaput untuk mengubah nada seperti pada timpani.
  5. Perhatikan postur dan posisi duduk agar permainan lebih nyaman dan tahan lama.

Dalam banyak kasus, saya menemukan bahwa pemain baru seringkali kurang memperhatikan ketegangan selaput yang memengaruhi kualitas suara. Selalu periksa dan sesuaikan ketegangan sebelum mulai bermain.

Fungsi Alat Musik Membranophone dalam Budaya Indonesia

Membranophone tidak hanya berfungsi sebagai alat musik tetapi juga memiliki peran penting dalam budaya dan tradisi. Kendang misalnya, sering digunakan dalam ritual adat, upacara keagamaan, dan pertunjukan seni. Alat musik ini menjadi simbol komunikasi dan pemersatu komunitas.

Selain itu, membranophone juga berperan dalam pendidikan musik tradisional, melestarikan warisan budaya, dan menjadi media ekspresi seni yang dinamis. Mereka mendukung keberlangsungan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Perbandingan Jenis Alat Musik Membranophone

Perbandingan karakteristik beberapa membranophone populer di Indonesia
Jenis Alat Musik Bahan Selaput Cara Memainkan Contoh
Struck Drums Kulit hewan, plastik Dipukul tangan/stik Kendang, djembe, timpani
Friction Drums Kulit tipis Digesek Cuica, lion's roar
Singing Membranophones Bahan sintetis Ditiup Kazoo, mirliton
Frame Drums Kulit, kanvas Dipukul bingkai Rebana, tambourine

Memahami karakteristik ini membantu dalam memilih alat yang cocok untuk tujuan musik dan budaya tertentu.

Jenis Alat Musik Berdasarkan Sumber Bunyi | Mohammad Charles

Tips Perawatan dan Penggunaan Membranophone

Untuk menjaga kualitas suara membranophone, perawatan selaput tipis sangat penting. Berikut beberapa tips praktis:

  • Jauhkan alat dari kelembapan berlebih yang bisa merusak selaput kulit.
  • Hindari paparan panas langsung agar bahan sintetis tidak cepat mengeras.
  • Rutin cek ketegangan selaput dan sesuaikan jika diperlukan.
  • Bersihkan permukaan selaput dengan kain lembut setelah digunakan.
  • Gunakan pelindung saat alat tidak dipakai untuk mencegah debu dan benturan.

Dalam pengalaman, kesalahan perawatan sering menyebabkan selaput cepat robek dan suara menjadi tidak optimal.

Membranophone dalam Musik Modern dan Tradisional

Membranophone tetap relevan dalam musik masa kini, baik tradisional maupun kontemporer. Alat seperti kendang tetap dipertahankan dalam pertunjukan gamelan dan tari tradisional, sementara membranophone modern seperti drum set berkembang di berbagai genre musik.

Adaptasi teknik dan bahan baru juga memperkaya ragam suara membranophone. Ini menunjukkan fleksibilitas alat musik ini dalam memenuhi kebutuhan estetika zaman sekarang tanpa kehilangan akar budaya.

Membranophone adalah jembatan antara tradisi dan inovasi dalam dunia musik Indonesia.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang