Sering Salah Susun Kalimat? Ini Cara Tepat Menggunakan Konjungsi Temporal

4 Agustus 2026, 04:47 WIB

Kalimat yang menggunakan konjungsi temporal adalah susunan kalimat yang memanfaatkan kata hubung penanda waktu untuk menghubungkan dua peristiwa, aksi, atau klausa secara kronologis. Dalam berbagai penyusunan teks, seperti teks berita, kegagalan memilih kata sambung waktu yang tepat sering kali membuat alur cerita menjadi membingungkan dan tidak logis bagi pembaca.

Ketika saya mendampingi para penulis pemula dan pelajar merancang naskah, kesalahan paling umum yang sering saya temui adalah penempatan kata hubung waktu yang acak-acakan. Banyak pembaca merasa alur naskah terasa melompat-lompat akibat pemilihan kata sambung yang tidak sesuai dengan konteks hubungan antarperistiwa.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda perlu memahami aturan teknis penggunaan kata hubung waktu secara sistematis. Pembahasan berikut akan membimbing Anda langkah demi langkah dalam merangkai kalimat berurutan waktu yang efektif, akurat, dan sesuai kaidah tata bahasa Indonesia.

Macam-Macam Konjungsi dan Contohnya | Kalimat Konjungsi

Langkah Memahami dan Menggunakan Konjungsi Temporal

Membuat struktur narasi yang mengalir membutuhkan ketelitian dalam menghubungkan setiap klausa. Ikuti tata cara praktis berikut untuk memastikan setiap bagian kalimat terhubung secara rinci dan logis.

  1. Identifikasi Hubungan Kronologis Antarperistiwa

    Tentukan dua atau lebih kejadian yang memiliki keterkaitan waktu secara eksplisit. Pastikan Anda tahu pasti mana peristiwa yang terjadi lebih awal dan mana yang menyusul kemudian.

  2. Pilih Jenis Kata Hubung Waktu yang Tepat

    Sesuaikan pilihan kata sambung dengan posisi klausa, apakah berada di dalam satu kalimat tunggal/majemuk (intrakalimat) atau berfungsi menjembatani dua kalimat yang berbeda (antarkalimat).

  3. Terapkan Aturan Tanda Baca dengan Benar

    Perhatikan penggunaan tanda koma. Berdasarkan kaidah kebahasaan, konjungsi intrakalimat tertentu tidak membutuhkan tanda koma sebelum kata hubung tersebut.

  4. Evaluasi Keselarasan Makna Kalimat

    Lakukan pembacaan ulang untuk memastikan bahwa alur kronologi yang disampaikan tidak menimbulkan ambigu atau kerancuan makna bagi pembaca.

Membedakan Kelompok Kata Hubung Waktu

Dalam praktik penyusunan naskah, kata hubung penanda waktu terbagi menjadi dua kelompok besar. Pemahaman mendalam mengenai kedua jenis ini akan mencegah kesalahan struktur yang fatal.

  • Konjungsi Temporal Intrakalimat: Kata hubung yang menyambungkan antarfrasa, antarkata, atau antarklausa dalam satu kalimat induk. Contoh kata yang sering digunakan meliputi sebelum, sesudah, sejak, ketika, dan setelah.
  • Konjungsi Temporal Antarkalimat: Kata sambung yang diletakkan di awal kalimat baru untuk menghubungkan kalimat tersebut dengan kalimat sebelumnya. Contoh bentuknya adalah setelah itu, kemudian, sebelum itu, dan selanjutnya.

Penggunaan kata sambung waktu yang presisi adalah kunci utama dalam membangun narasi yang faktual, obyektif, dan memiliki kredibilitas tinggi.

Aturan Tanda Baca pada Kata Sambung Intrakalimat

Kesalahan umum yang saya lihat adalah kebiasaan membubuhkan tanda koma secara sembarangan di depan kata hubung. Padahal, tata bahasa baku Bahasa Indonesia telah menetapkan aturan tegas mengenai hal ini.

Konjungsi intrakalimat adalah kata hubung yang berfungsi menyambungkan satuan kata dengan kata, antarfrasa, maupun antarklausa. Dalam struktur kalimat majemuk terikat atau setara tertentu, terdapat daftar kata sambung yang sama sekali tidak memerlukan tanda koma di depannya.

Aturan Penggunaan Tanda Koma pada Konjungsi Intrakalimat
Jenis Konjungsi Intrakalimat Contoh Kata Hubung Aturan Tanda Koma Sebelum Kata
Koordinatif & Subordinatif dan Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif atau Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif bahwa Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif karena Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif sehingga Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif agar Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif apabila Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif maka Tidak Perlu
Koordinatif & Subordinatif jika Tidak Perlu

Berdasarkan tabel aturan di atas, konjungsi intrakalimat terbagi menjadi dua jenis utama, yakni konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Memahami tabel ini membantu Anda menulis naskah yang rapi tanpa diwarnai kesalahan tanda baca yang tidak perlu.

Penggunaan ungkapan penanda waktu sangat terasa perannya saat Anda menyusun teks berita. Teks berita berisi informasi aktual dan faktual yang menuntut ketepatan kronologi kejadian agar pembaca tidak menerima informasi yang simpang siur.

Ciri khas teks berita meliputi sifat aktual, faktual, unik dan menarik, serta berpengaruh luas bagi masyarakat. Teks berita umumnya memuat waktu dan tempat kronologi kejadian secara rinci serta wajib menggunakan bahasa baku sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) untuk memastikan informasi mudah dipahami dan akurat.

Integrasi Keterangan Waktu dan Tempat Spesifik

Dalam penyampaian berita, keterangan waktu dan tempat harus disajikan secara jelas dan terukur. Informasi waktu dapat berupa tanggal dan jam, sedangkan informasi tempat mencakup nama kota, negara, atau alamat lokasi kejadian.

Sebagai gambaran konkret penyusunan berita yang faktual, perhatikan contoh pencatatan kejadian spesifik berikut:

  • Keterangan Waktu Spesifik: Peristiwa gempa bumi yang terjadi pada Senin, 16 April 2024, pukul 15.30 WIB.
  • Keterangan Tempat Spesifik: Insiden kecelakaan maut yang berlangsung di Jalan Tol Jagorawi KM 27.
  • Penerapan Bahasa Baku: Penggunaan penulisan baku seperti "ibu kota" dan bukan digabung menjadi "ibukota".

Penerapan kata sambung kronologis bersama keterangan waktu spesifik ini akan memperkuat kejelasan berita yang disebarkan melalui media cetak maupun yang disiarkan lewat radio, televisi, dan internet.

Sinergi dengan Elemen Kebahasaan Berita Lainnya

Selain kata hubung waktu, naskah berita yang baik disokong oleh unsur kebahasaan pendukung lainnya. Teks berita menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung dalam menyampaikan pernyataan narasumber secara tepat.

Di samping itu, kata kerja mental sering digunakan dalam teks berita untuk menggambarkan pikiran, perasaan, atau pendapat narasumber maupun subjek berita. Contoh kata kerja mental yang lazim dipakai antara lain berpikir, merasa, dan menginginkan.

Penggabungan antara kata kerja mental, kutipan langsung, dan kata hubung waktu membuat alur pemberitaan menjadi sangat dinamis namun tetap berpegang teguh pada fakta di lapangan.

Poin Penting Penyusunan Konjungsi Temporal

Penguasaan kalimat berstruktur kronologis membutuhkan latihan konsisten dalam mengolah kata. Ketepatan memilih kata hubung menentukan apakah pesan yang Anda sampaikan diterima secara utuh atau justru memicu salah tafsir.

Pastikan Anda selalu memeriksa ulang setiap klausa yang dihubungkan, mematuhi kaidah penulisan bahasa baku KBBI, dan membatasi pemakaian tanda koma sesuai fungsinya. Penerapan kaidah kebahasaan yang disiplin secara langsung meningkatkan standar kualitas dan keakuratan karya tulis Anda.

Ikuti Saluran WhatsApp Kami

Dapatkan update berita terkini dari Ihram.co.id langsung di WhatsApp Anda.

Ikuti Sekarang