Harga sembako hari ini bergerak variatif di pasar tradisional Jawa Timur pada Selasa, 4 Agustus 2026. Berdasarkan pantauan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur per awal pekan ini, komoditas daging sapi paha belakang mengalami kenaikan tipis, sementara harga daging ayam ras mencatatkan penurunan.
Pergerakan harga komoditas utama masyarakat ini dipantau secara berkala melalui koordinasi pemerintah daerah serta Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) di 34 provinsi. Pemantauan terpadu dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan serta daya beli konsumen di tengah potensi fluktuasi pasokan pangan nasional.
Berdasarkan rekapan data pasar terbaru, komoditas daging sapi paha belakang mencatatkan kenaikan harga sebesar Rp 214 atau naik 0,17 persen, sehingga harganya berada di tingkat Rp 127.937 per kilogram. Sebaliknya, komoditas daging ayam ras mengalami penurunan harga sebesar Rp 164 atau berkurang 0,47 persen menjadi Rp 34.865 per kilogram.
Daftar Harga Sembako Lengkap
Masyarakat yang mempertanyakan perihal "berapa harga minyak goreng sekarang" dapat mencermati rincian patokan harga di tingkat pedagang eceran. Komoditas minyak goreng curah tercatat berada pada kisaran Rp 20.304 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan premium dijual seharga Rp 21.796 per liter. Di sisi lain, deretan produk minyak goreng kemasan pouch 1 liter merk Avena, Bimoli, Filma, dan Sania berada di rentang Rp 12.000 hingga Rp 14.800, serta kemasan jerigen 5 liter berkisar antara Rp 63.000 hingga Rp 67.000.
| Jenis Komoditas Sembako | Satuan Utama | Rata-Rata Harga Pasar |
|---|---|---|
| Beras Premium | 1 kg | Rp 15.076 |
| Gula Pasir Kristal Putih | 1 kg | Rp 17.087 |
| Minyak Goreng Curah | 1 kg | Rp 20.304 |
| Minyak Goreng Kemasan Premium | 1 liter | Rp 21.796 |
| Daging Sapi Paha Belakang | 1 kg | Rp 127.937 |
| Daging Ayam Ras | 1 kg | Rp 34.865 |
Komoditas Beras dan Gula Pasir
Untuk komoditas pangan pokok lainnya, beras premium terpantau stabil pada tingkat Rp 15.076 per kilogram. Sementara itu, harga gula pasir kristal putih diperdagangkan pada kisaran rata-rata Rp 17.087 per kilogram di tingkat konsumen eceran.
Faktor Penyebab Dinamika Harga Pangan
Fenomena perubahan harga komoditas pangan pokok di pasar tidak terjadi tanpa alasan. Banyak konsumen sering bertanya-tanya mengenai "kenapa harga sembako naik" atau "apa penyebab harga sembako naik turun" saat berbelanja kebutuhan harian.
Secara umum, penetapan harga sembako—yang secara historis diatur melalui Keputusan Menteri Industri dan Perdagangan Nomor 115/mpp/kep/2/1998—sangat bergantung pada beberapa variabel utama logistik. Faktor penentu dinamika tersebut meliputi penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM), variasi cuaca musim panen, serta kenaikan biaya operasional produksi di tingkat petani dan peternak.
Mekanisme Pemantauan Pangan Nasional
Dalam meminimalisasi ketimpangan distribusi antarwilayah, pemerintah terus mengoptimalkan sistem pemantauan harga secara transparan dan real-time. Upaya ini dilakukan agar gejolak harga pangan dapat terdeteksi lebih awal sebelum berdampak luas terhadap inflasi daerah.
Pertanyaan publik mengenai "bagaimana cara memantau harga sembako" kini terjawab lewat integrasi data dari pasar tradisional, marketplace digital, SP2KP Kemendag di 34 provinsi, hingga analisis sinyal percakapan sosial media. Langkah koordinasi antarlembaga ini berfokus menjaga ketersediaan pasokan agar tetap seimbang dengan tingkat permintaan pasar.







